alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Mobil Tilang Elektronik Mulai Beroperasi

Sehari Bisa Rekam Ribuan Pelanggar
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mobil tilang elektronik mulai beroperasi di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, Kamis (12/5). Kamera canggih pada bodi mobil yang bakal patroli di jalan raya tersebut mampu menjepret ribuan pelanggar lalu lintas. Pengendara yang terekam secara otomatis bakal menerima surat tilang.

Mobil tilang bernama INCAR itu sudah dijajal keliling jalanan kota. Percobaan di hari pertama kemarin untuk memastikan sistem perekaman kamera yang terpasang di atap mobil bekerja dengan baik. Kamera canggih itu dilengkapi empat mata yang menghadap depan dan belakang. Sehingga, pelanggar dari kedua arah jalan bakal sama-sama terekam. ”Perekamannya secara otomatis,” kata KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren.

Pelat nomor pengendara yang terdeteksi melanggar lalin secara otomatis terjepret dan masuk monitor. Seperti pelanggaran tidak memakai helm, melawan arus, parkir sembarangan, menggunakan HP saat berkendara, hingga pelat nomor polisi (nopol) mati.

Baca Juga :  Tanah Normalisasi Waduk Diduga Dijual

Pelanggar yang terjaring mobil tilang otomatis bakal menerima lembaran surat tilang. Di sana disertakan tangkapan gambar pelanggaran, lokasi, waktu, jenis pelanggara, hingga denda yang harus dibayar. Surat itu dikirim ke alamat sesuai pemilik nopol lewat kantor pos.
Pelanggar dapat membayar langsung denda tilang lewat bank dan struknya dilampirkan dalam berkas tilangan di kejaksaan. ”Kalau tidak membayar, otomatis STNK-nya terblokir,” jelasnya.

Masa blokir tersebut berlaku hingga pemilik kendaraan melakukan pembayaran pajak. Di luar itu, pengendara dipersilakan melakukan konfirmasi apabila merasa terdapat kekeliruan dalam surat tilang yang dikirim ke alamat sesuai nopol. Misalnya terkait kepemilikan kendaraan yang telah pindah tangan. ”Kalau merasa ada kekeliruan, pelanggar dipersilakan segera dikonfirmasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Panggil Rekanan dan PPTK Dinkes, Soal Dugaan Bancakan Masker

Karen menyampaikan, mobil tilang akan berpatroli secara rutin di jalan protokol kota maupun wilayah utara Sungai Brantas. Selain itu, mobil juga bakal berhenti di satu titik yang banyak terdeketeksi pelanggaran. Perekaman terhadap pelanggar itu dilakukan secara selektif prioritas. ”Istilahnya kita juga ada pemilahan mana yang pelanggarannya jelas dan kurang jelas dan sebagainya,” beber dia.

Menurut Karen, mobil INCAR mampu merekam ribuan pengendara dalam sehari. Hal ini sesuai dengan kapasitas teknologi yang dipakai sistem tilang elektronik dari Polda Jatim tersebut. Karen memastikan, berlakunya tilang eletronik tidak menghapus penilangan secara manual di jalan. Kedua penindakan tersebut terus dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalin. ”Intinya kita berharap ada tidaknya tilang, pengendara tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Jadi tidak hanya taat kalau ada yang jaga saja,” tandasnya. (adi/ron)

Sehari Bisa Rekam Ribuan Pelanggar
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mobil tilang elektronik mulai beroperasi di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, Kamis (12/5). Kamera canggih pada bodi mobil yang bakal patroli di jalan raya tersebut mampu menjepret ribuan pelanggar lalu lintas. Pengendara yang terekam secara otomatis bakal menerima surat tilang.

Mobil tilang bernama INCAR itu sudah dijajal keliling jalanan kota. Percobaan di hari pertama kemarin untuk memastikan sistem perekaman kamera yang terpasang di atap mobil bekerja dengan baik. Kamera canggih itu dilengkapi empat mata yang menghadap depan dan belakang. Sehingga, pelanggar dari kedua arah jalan bakal sama-sama terekam. ”Perekamannya secara otomatis,” kata KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren.

Pelat nomor pengendara yang terdeteksi melanggar lalin secara otomatis terjepret dan masuk monitor. Seperti pelanggaran tidak memakai helm, melawan arus, parkir sembarangan, menggunakan HP saat berkendara, hingga pelat nomor polisi (nopol) mati.

Baca Juga :  Rutin Bayar PBB, Malah Tercatat Nunggak Pajak

Pelanggar yang terjaring mobil tilang otomatis bakal menerima lembaran surat tilang. Di sana disertakan tangkapan gambar pelanggaran, lokasi, waktu, jenis pelanggara, hingga denda yang harus dibayar. Surat itu dikirim ke alamat sesuai pemilik nopol lewat kantor pos.
Pelanggar dapat membayar langsung denda tilang lewat bank dan struknya dilampirkan dalam berkas tilangan di kejaksaan. ”Kalau tidak membayar, otomatis STNK-nya terblokir,” jelasnya.

Masa blokir tersebut berlaku hingga pemilik kendaraan melakukan pembayaran pajak. Di luar itu, pengendara dipersilakan melakukan konfirmasi apabila merasa terdapat kekeliruan dalam surat tilang yang dikirim ke alamat sesuai nopol. Misalnya terkait kepemilikan kendaraan yang telah pindah tangan. ”Kalau merasa ada kekeliruan, pelanggar dipersilakan segera dikonfirmasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Panggil Rekanan dan PPTK Dinkes, Soal Dugaan Bancakan Masker

Karen menyampaikan, mobil tilang akan berpatroli secara rutin di jalan protokol kota maupun wilayah utara Sungai Brantas. Selain itu, mobil juga bakal berhenti di satu titik yang banyak terdeketeksi pelanggaran. Perekaman terhadap pelanggar itu dilakukan secara selektif prioritas. ”Istilahnya kita juga ada pemilahan mana yang pelanggarannya jelas dan kurang jelas dan sebagainya,” beber dia.

- Advertisement -

Menurut Karen, mobil INCAR mampu merekam ribuan pengendara dalam sehari. Hal ini sesuai dengan kapasitas teknologi yang dipakai sistem tilang elektronik dari Polda Jatim tersebut. Karen memastikan, berlakunya tilang eletronik tidak menghapus penilangan secara manual di jalan. Kedua penindakan tersebut terus dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalin. ”Intinya kita berharap ada tidaknya tilang, pengendara tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Jadi tidak hanya taat kalau ada yang jaga saja,” tandasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/