Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pur Klinik Kembali ke Keluarga

Kasus Praktik Dokter Ilegal, Berkas Di Kejari

13 Januari 2022, 14: 45: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Pur Klinik Kembali ke Keluarga

PULKAM: Kondisi rumah Pur Klinik di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus praktik kedokteran ilegal yang menjerat Catur Purwanto, 38, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Selama proses penyidikan di kepolisian, penahanan terhadap warga Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, ini juga ditangguhkan. Dia berada di balik jeruji besi rutan Mapolres Mojokerto Kota tak lebih dari sebulan.

Kabar penangguhan pria yang dikenal dengan sebutan Pur Klinik tersebut tak banyak diketahui publik. Khususnya penduduk di utara Sungai Brantas yang mengelu-elukan sosok Pur sebagai pelayan kesehatan yang tulus.

Bahkan warga Desa Betro sendiri mengaku tidak tahu jika Pur telah ’’pulang’’ ke rumahnya. ’’Tidak pernah ketemu blas sejak ditangkap dulu. Atau saya yang tidak keluar rumah karena lama sakit ya,’’ ujar Sutomo, Kasi Pemerintahan Desa Betro, kemarin.

Baca juga: Satpam Sekolah Edarkan Upal

Berbeda dengan Sutomo, Syaifudin, warga lain membenarkan jika Pur saat ini berada di rumahnya. Dia mengetahui hal tersebut lantaran kediaman keduanya berjarak dekat. ’’Memang sudah di rumah. Tapi sejak kapannya tidak paham. Dia sering keluar bareng saya, ya teman ngopi begitu,’’ jelasnya.

Meskipun penahanannya di tangguhkan, menurutnya, Pur jarang terlihat beraktivitas di luar rumah. Dia memang dipulangkan, tetapi statusnya masih sebagai tersangka. Saat ini, bahkan, proses hukumnya telah memasuki tahap baru.

Itu setelah penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota melimpakan berkas tahap dua ke Kejari Kabupaten Mojokerto pada akhir Desember 2021. Tersangka berikut barang bukti turut dilimpahkan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21 ’’Sudah tahap dua dan kita limpahkan ke kejaksaan kabupaten,’’ terang Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Hari Siswanto kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, Pur sempat menjalani penahanan di rutan Mapolresta terhitung sejak ditangkap pada Selasa, 3 Agustus 2021. Setelah itu, tak lebih dari sebulan, dia mendapat penangguhan penahanan. Hal ini dibenarkan oleh KBO Satreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Khusnul Hidayat, kemarin. Dengan asumsi Pur sudah ’’pulang’’ sejak September, artinya ia sudah berkumpul dengan keluarganya selama kurun empat bulan terakhir.

Hidayat menyebut, penangguhan tersangka merupakan hak setiap tersangka. Saat itu, penyidik memiliki sejumlah pertimbangan sehingga mengabulkan permohonan penangguhan yang diajukan Pur. ’’Pertimbangan penyidik dia tak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, dan ada penjamin, itu yang termasuk jadi pertimbangan,’’ jelasnya.

Kendati tak dikurung di penjara, Pur dikenakan wajib lapor. Selama penyidikan di kepolisian, dia datang ke Mapolresta untuk mengisi presensi seminggu dua kali. ’’Selama belum P21 dia absen ke sini (Mapolresta) kalau sekarang (setelah P21) absennya ke kejaksaan,’’ terang Hidayat. Hal ini terkait dengan peralihan hak dan kewenangan proses hukum terhadap Pur yang saat ini sudah berada di Kejari Kabupaten Mojokerto.

Untuk diketahui, Catur Purwanto atau Pur Klinik ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto Kota saatmengobati pasiennya di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi. Pria lulusan SMK Elektronik ini diduga melakukan praktik kedokteran secara ilegal lantaran tidak memiliki legalitas. Seperti surat tanda register (STR) dan surat izin praktik (SIP) kedokteran maupun keperawatan. Oleh polisi, Pur dijerat pasal 78 juncto pasal 73 ayat 2 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dengan ancaman paling lama lima tahun penjara, dan denda sebesar Rp 150 juta.

Kendati berpolemik, sosok Pur dianggap oleh masyarakat, khususnya di utara Sungai Brantas sebagai penolong. Dia bisa mengobati orang berkat pengalamnnya selama menjadi asisten seorang dokter di kampungnya. Banyak pasiennya yang mengaku terbantu dengan keberadaan Pur yang secara tulus datang ke rumah-rumah untuk mengobati warga yang sakit. (adi/abi)

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia