alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pelaku Diisolasi Dan Tak Dapat Remisi

KA, salah satu napi, asal Sooko, yang mendapat kiriman pil koplo sebanyak 400 butir oleh seorang perempuan di Lapas kelas IIB Mojokerto, bakal menerima sanksi yang sangat berat. Selama menjalani hukuman, ia tak akan mendapat hak-haknya sebagai seorang warga binaan.

Di antaranya, ia tidak akan mendapat hak remisi yang kerap dinanti para napi, pembebasan bersyarat (PB), hingga asimilasi dan cuti bersyarat (CB).

Kepala Pengamanan Lapas Klas IIB Mojokerto Disri Wulan Agus Tomo, mengatakan, KA secara otomatis masuk dalam register F. Peristiwa ini merupakan pelanggaran berat bagi para napi.

Selain tak mendapat hak-haknya sebagai warga binaan, sanksi lain yang diterima KA adalah dengan ditempatkan di ruang isolasi. Di ruangan ini, pelaku tak bisa berkomunikasi dengan napi lain. Di ruangan yang benar-benar tertutup ini, ia akan dikurung selama 6 hari dan bisa diperpanjang selama 12 hari.

Baca Juga :  Kejari Hentikan Usut GMSC

Saat ini, KA tengah menjalami hukuman atas kasus narkoba yang dialami setahun silam. Di kasus pertama itu, ia dihukum 5 tahun 3 bulan penjara. ’’Kalau untuk kasus ini, kita tunggu kepolisian,’’ ujarnya Disri.

Usaha penyelundupan narkoba melalui makanan di Lapas Mojokerto, tak hanya sekali ini saja dipergoki petugas. Beberapa waktu lalu, petugas sempat mencurigai titipan makanan dari salah satu keluarga napi. Salah satu lauknya terbuat dari usus ayam.

Namun, usus yang biasanya nampak tipis dan dipotong kecil-kecil, justru terlihat berbeda. Usus itu nampak panjang dan terlihat sangat tebal. Akhirnya, petugas membukanya dan menemukan beberapa gram sabu yang dikemas dalam plastik.

KA, salah satu napi, asal Sooko, yang mendapat kiriman pil koplo sebanyak 400 butir oleh seorang perempuan di Lapas kelas IIB Mojokerto, bakal menerima sanksi yang sangat berat. Selama menjalani hukuman, ia tak akan mendapat hak-haknya sebagai seorang warga binaan.

Di antaranya, ia tidak akan mendapat hak remisi yang kerap dinanti para napi, pembebasan bersyarat (PB), hingga asimilasi dan cuti bersyarat (CB).

Kepala Pengamanan Lapas Klas IIB Mojokerto Disri Wulan Agus Tomo, mengatakan, KA secara otomatis masuk dalam register F. Peristiwa ini merupakan pelanggaran berat bagi para napi.

Selain tak mendapat hak-haknya sebagai warga binaan, sanksi lain yang diterima KA adalah dengan ditempatkan di ruang isolasi. Di ruangan ini, pelaku tak bisa berkomunikasi dengan napi lain. Di ruangan yang benar-benar tertutup ini, ia akan dikurung selama 6 hari dan bisa diperpanjang selama 12 hari.

Baca Juga :  Kerugian Tembus Rp 3,3 Miliar

Saat ini, KA tengah menjalami hukuman atas kasus narkoba yang dialami setahun silam. Di kasus pertama itu, ia dihukum 5 tahun 3 bulan penjara. ’’Kalau untuk kasus ini, kita tunggu kepolisian,’’ ujarnya Disri.

Usaha penyelundupan narkoba melalui makanan di Lapas Mojokerto, tak hanya sekali ini saja dipergoki petugas. Beberapa waktu lalu, petugas sempat mencurigai titipan makanan dari salah satu keluarga napi. Salah satu lauknya terbuat dari usus ayam.

- Advertisement -

Namun, usus yang biasanya nampak tipis dan dipotong kecil-kecil, justru terlihat berbeda. Usus itu nampak panjang dan terlihat sangat tebal. Akhirnya, petugas membukanya dan menemukan beberapa gram sabu yang dikemas dalam plastik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/