alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Bos Pabrik Baja Sempat ’’Dibebaskan’’ Hakim

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto- PERJALANAN hukum yang dilalui Lie Ping Irawan cukup berliku. Dia sempat ’’dibebaskan’’ hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, akhir 2018 silam. Meski akhirnya harus divonis bersalah dengan penjara 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan. Kasus dumping limbah B3 ini menjalani proses persidangan sejak 7 Agustus 2017. 

Kendati tidak ditahan, namun Irawan tercatat sebagai terdakwa yang kooperatif. Ia selalu hadir di setiap agenda sidang yang dengan majelis Joko Waluyo, SH, Ina Rachman, SH, dan Hendra Hutabarat, SH. Pada 10 Januari 2018, JPU M. Syarief Simatupang, SH, dan Andik Puja, SH, menuntut Irawan dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.  

Baca Juga :  Usai Kerokan, Tahanan Narkoba Tewas Dalam Sel

Tuntutan ini dinilai rasional karena terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana lingkungan hidup sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 104 juncto pasal 116 ayat (1) UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Proses persidangan akhirnya berujung 29 Januari 2018.

Dibacakan Joko Waluyo, SH, hakim menjatuhkan hukuman selama 8 bulan penjara. Akan tetapi, hukuman tak perlu dijalankan lantaran hakim menambah dengan masa percobaan selama 1 tahun. Jaksa langsung mengajukan banding. Di Pengadilan Tinggi (PT) Jatim, ketiga hakim yakni Edi Widodo, SH, Sumanto, SH, dan Mochamad Tuchfatul Anam, SH, berpendapat berbeda.

Majelis menyatakan Irawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan dumping limbah ke media lingkungan hidup tanpa izin. Hakim mencoret masa percobaan menjadi hukuman penjara selama 8 bulan dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan. Tak puas dengan putusan ini, JPU kembali mengajukan kasasi. Dan, hakim Mahkamah Agung akhirnya menghukum Irawan dengan penjara selama 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. ’’Sesuai dengan tuntutan kita. Dan, akhirnya kita eksekusi,’’ tandas JPU M. Syarief Simatupang, SH.

Baca Juga :  Lansia Nekat Kendat di Pohon Mangga

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto- PERJALANAN hukum yang dilalui Lie Ping Irawan cukup berliku. Dia sempat ’’dibebaskan’’ hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, akhir 2018 silam. Meski akhirnya harus divonis bersalah dengan penjara 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan. Kasus dumping limbah B3 ini menjalani proses persidangan sejak 7 Agustus 2017. 

Kendati tidak ditahan, namun Irawan tercatat sebagai terdakwa yang kooperatif. Ia selalu hadir di setiap agenda sidang yang dengan majelis Joko Waluyo, SH, Ina Rachman, SH, dan Hendra Hutabarat, SH. Pada 10 Januari 2018, JPU M. Syarief Simatupang, SH, dan Andik Puja, SH, menuntut Irawan dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.  

Baca Juga :  Rusak CCTV, Pencuri Gigit Jari

Tuntutan ini dinilai rasional karena terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana lingkungan hidup sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 104 juncto pasal 116 ayat (1) UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Proses persidangan akhirnya berujung 29 Januari 2018.

Dibacakan Joko Waluyo, SH, hakim menjatuhkan hukuman selama 8 bulan penjara. Akan tetapi, hukuman tak perlu dijalankan lantaran hakim menambah dengan masa percobaan selama 1 tahun. Jaksa langsung mengajukan banding. Di Pengadilan Tinggi (PT) Jatim, ketiga hakim yakni Edi Widodo, SH, Sumanto, SH, dan Mochamad Tuchfatul Anam, SH, berpendapat berbeda.

Majelis menyatakan Irawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan dumping limbah ke media lingkungan hidup tanpa izin. Hakim mencoret masa percobaan menjadi hukuman penjara selama 8 bulan dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan. Tak puas dengan putusan ini, JPU kembali mengajukan kasasi. Dan, hakim Mahkamah Agung akhirnya menghukum Irawan dengan penjara selama 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. ’’Sesuai dengan tuntutan kita. Dan, akhirnya kita eksekusi,’’ tandas JPU M. Syarief Simatupang, SH.

Baca Juga :  Lansia Nekat Kendat di Pohon Mangga

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/