alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ditetapkan Tersangka, Sulies Bukan Pejabat

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto-  Pemkab Mojokerto, menyatakan, Sulies sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian (Disperta). Sejak 7 Oktober lalu, jabatan itu telah diduduki Agus Harjito. 

Kepala BKPP Susantoso Kabupaten Mojokerto, mengatakan, Sulies telah mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat eselon II sejak akhir September lalu.

Sedangkan, pada 7 Oktober, status pengunduran dirinya telah di-ACC. ’’Sudah di-Plt. Kabid di situ. Agus Sujito,’’ ujarnya.

Agus Sujito adalah dokter hewan yang juga menjabat kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disperta. Sejak itu, Sulies hanya sebatas staf di Disperta.

Meski kedudukannya sebagai pejabat telah digeser, namun Sulies tetap ngantor seperti biasa. Di Disperta maupun di Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispari). Di Dispari, ia ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) sejak dua tahun terahir.

Baca Juga :  Disinyalir Sakit-Sakitan, Ibu Muda Ini Bunuh Diri

Saat ini, kursinya digantikan staf ahli, Khoirunnisak. Statusnya tetap pelaksana tugas.

Mulai kemarin pagi, BKPP mencatat, Sulies tak lagi ngantor lantaran telah mengajukan cuti besar.

Cuti ini biasanya dimanfaatkan oleh ASN yang sedang ibadah haji. Karena, cuti ini bisa berlangsung hingga tiga bulan.

Sebelumnya diketahui, kejari menemukan indikasi korupsi di tubuh Disperta Kabupaten Mojokerto. Tepat pada HUT Kejaksaan RI, 22 Juli lalu, penyidik meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Dengan naiknya status tersebut, maka proses pemeriksaan dan perburuan alat bukti kian intensif. Terakhir, penyidik melakukan penggeledahan kantor Disperta di Jalan RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko.

Di sana, penyidik menyita tiga kardus berkas yang berkaitan dengan proyek sebanyak 5 paket dengan 38 kegiatan itu. Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKA).

Baca Juga :  Polisi Nyabu, Divonis 2 Tahun

Jumat (11/10), Kejari menetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah orang. ’’Saya menyebutnya S dkk (dan kawan-kawan),’’ ungkap Kajari Rudy Hartono. 

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto-  Pemkab Mojokerto, menyatakan, Sulies sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian (Disperta). Sejak 7 Oktober lalu, jabatan itu telah diduduki Agus Harjito. 

Kepala BKPP Susantoso Kabupaten Mojokerto, mengatakan, Sulies telah mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat eselon II sejak akhir September lalu.

Sedangkan, pada 7 Oktober, status pengunduran dirinya telah di-ACC. ’’Sudah di-Plt. Kabid di situ. Agus Sujito,’’ ujarnya.

Agus Sujito adalah dokter hewan yang juga menjabat kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disperta. Sejak itu, Sulies hanya sebatas staf di Disperta.

Meski kedudukannya sebagai pejabat telah digeser, namun Sulies tetap ngantor seperti biasa. Di Disperta maupun di Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispari). Di Dispari, ia ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) sejak dua tahun terahir.

Baca Juga :  121 Kasus Belum Terungkap

Saat ini, kursinya digantikan staf ahli, Khoirunnisak. Statusnya tetap pelaksana tugas.

- Advertisement -

Mulai kemarin pagi, BKPP mencatat, Sulies tak lagi ngantor lantaran telah mengajukan cuti besar.

Cuti ini biasanya dimanfaatkan oleh ASN yang sedang ibadah haji. Karena, cuti ini bisa berlangsung hingga tiga bulan.

Sebelumnya diketahui, kejari menemukan indikasi korupsi di tubuh Disperta Kabupaten Mojokerto. Tepat pada HUT Kejaksaan RI, 22 Juli lalu, penyidik meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Dengan naiknya status tersebut, maka proses pemeriksaan dan perburuan alat bukti kian intensif. Terakhir, penyidik melakukan penggeledahan kantor Disperta di Jalan RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko.

Di sana, penyidik menyita tiga kardus berkas yang berkaitan dengan proyek sebanyak 5 paket dengan 38 kegiatan itu. Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKA).

Baca Juga :  Koper Misterius Itu Milik Seorang Pelajar

Jumat (11/10), Kejari menetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah orang. ’’Saya menyebutnya S dkk (dan kawan-kawan),’’ ungkap Kajari Rudy Hartono. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/