alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Sopir Kena Serangan Jantung, Truk Fuso Terguling

MOJOKERTO – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Mlirip, tepatnya di simpang tiga pintu air Sungai Mas, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (11/7).

Sebuah truk fuso nopol W 8151 UY bermuatan batu koral menabrak tembok dan pembatas jalan hingga terguling dan menimpa mobil sedan hitam nopol S 694 AK yang sedang terparkir.

Akibatnya, sopir truk Agus Lestari, 41, warga Puncu, Kediri dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Sedangkan Wahyu Utomo, 35, adik Agus juga kernet truk menderita luka-luka. Akan tetapi, tewasnya Agus rupanya masih menjadi tanda tanya tersendiri.

Pasalnya, sebelum truk terguling ke bahu jalan, Agus yang tengah mengemudi ditengarai sudah meninggal lebih dulu. Hal itu berdasarkan keterangan saksi yang melihat korban sudah dalam kondisi tergeletak di ruang kemudi sesaat sebelum truk menabrak tembok pembatas.

Baca Juga :  Korsleting, Rumah Makan Tinggal Rangka

’’Tadi (kemarin, Red) itu truknya dari arah Surabaya mau belok ke kanan. Cuma, sopirnya sudah kayak tertidur di setir. Terus tau-tau kok langsung nabrak,’’ terang Suwito, saksi mata di lokasi kejadian. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, sang sopir disebut-sebut tiba-tiba mengalami serangan jantung saat sedang mengemudi.

Hal itu didukung dari keterangan Wahyu Utomo. Dia mengaku sebelumnya mendengar keluhan dari sang kakak sebelum menabrak. Korban mengeluhkan tidak enak badan hingga mata tiba-tiba gelap lalu tak sadarkan diri.

’’Habis nabrak dan jatuh ke bawah, saya keluarkan sopirnya. Habis itu adiknya bangun dan bilang kalau kakaknya habis dikeroki karena masuk angin,’’ imbuhnya.

Sementara itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Satlantas Polresta Mojokerto di lokasi menyebutkan truk semula berjalan dari arah Surabaya ke barat (Mojokerto). Dan hendak belok menuju ke Desa Canggu, Kecamatan Jetis.

Baca Juga :  152 Orang Terjerat Narkoba

Namun, saat tiba di lokasi, truk bukannya berbelok ke kanan, tapi justru melaju lurus. Hingga kemudian menabrak tembok dan papan reklame di sisi barat lalu terguling dan terperosok ke jalan desa hingga menimpa sedan yang terparkir di depan bengkel mobil dan las listrik.

Dari keterangan saksi yang dikumpulkan petugas satlantas, sang sopir sudah hilang kendali sesaat sebelum truknya terguling dan terperosok ke bawah.

’’Truk semula melaju dari arah Surabaya hendak belok ke kanan dengan kecepatan kira-kira 20 kilometer per jam. Dari keterangan kernet truk, sopir truk sudah hilang kemudi saat tiba di TKP,’’ tandas Ipda Karen, Kanitlaka Satlantas Polresta Mojokerto. 

 

MOJOKERTO – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Mlirip, tepatnya di simpang tiga pintu air Sungai Mas, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (11/7).

Sebuah truk fuso nopol W 8151 UY bermuatan batu koral menabrak tembok dan pembatas jalan hingga terguling dan menimpa mobil sedan hitam nopol S 694 AK yang sedang terparkir.

Akibatnya, sopir truk Agus Lestari, 41, warga Puncu, Kediri dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Sedangkan Wahyu Utomo, 35, adik Agus juga kernet truk menderita luka-luka. Akan tetapi, tewasnya Agus rupanya masih menjadi tanda tanya tersendiri.

Pasalnya, sebelum truk terguling ke bahu jalan, Agus yang tengah mengemudi ditengarai sudah meninggal lebih dulu. Hal itu berdasarkan keterangan saksi yang melihat korban sudah dalam kondisi tergeletak di ruang kemudi sesaat sebelum truk menabrak tembok pembatas.

Baca Juga :  Korsleting, Rumah Makan Tinggal Rangka
- Advertisement -

’’Tadi (kemarin, Red) itu truknya dari arah Surabaya mau belok ke kanan. Cuma, sopirnya sudah kayak tertidur di setir. Terus tau-tau kok langsung nabrak,’’ terang Suwito, saksi mata di lokasi kejadian. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, sang sopir disebut-sebut tiba-tiba mengalami serangan jantung saat sedang mengemudi.

Hal itu didukung dari keterangan Wahyu Utomo. Dia mengaku sebelumnya mendengar keluhan dari sang kakak sebelum menabrak. Korban mengeluhkan tidak enak badan hingga mata tiba-tiba gelap lalu tak sadarkan diri.

’’Habis nabrak dan jatuh ke bawah, saya keluarkan sopirnya. Habis itu adiknya bangun dan bilang kalau kakaknya habis dikeroki karena masuk angin,’’ imbuhnya.

Sementara itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Satlantas Polresta Mojokerto di lokasi menyebutkan truk semula berjalan dari arah Surabaya ke barat (Mojokerto). Dan hendak belok menuju ke Desa Canggu, Kecamatan Jetis.

Baca Juga :  Satu Orang Berstatus Tersangka

Namun, saat tiba di lokasi, truk bukannya berbelok ke kanan, tapi justru melaju lurus. Hingga kemudian menabrak tembok dan papan reklame di sisi barat lalu terguling dan terperosok ke jalan desa hingga menimpa sedan yang terparkir di depan bengkel mobil dan las listrik.

Dari keterangan saksi yang dikumpulkan petugas satlantas, sang sopir sudah hilang kendali sesaat sebelum truknya terguling dan terperosok ke bawah.

’’Truk semula melaju dari arah Surabaya hendak belok ke kanan dengan kecepatan kira-kira 20 kilometer per jam. Dari keterangan kernet truk, sopir truk sudah hilang kemudi saat tiba di TKP,’’ tandas Ipda Karen, Kanitlaka Satlantas Polresta Mojokerto. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/