alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Wednesday, June 29, 2022

Komponen PJU Digasak Maling

Penyebab Lampu Menyala 24 Jam di Jalan Raya Puri
PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Raya Puri yang menyala siang malam 24 jam bukannya tanpa sebab. Rupanya, terdapat komponen kelistrikan yang digasak maling.

Komponen yang raib itu adalah kontaktor. Salah satu bagian vital di dalam kotak panel yang berkaitan dengan timer PJU. Untuk mengatur menyala dan matinya lampu penerangan. Raibnya salah satu komponen penting PJU itu terkuak usai petugas mengecek ke lokasi Kamis (9/6) malam.

’’Kontaktornya hilang. Terus (aliran listrik) dilangsung sama yang ambil. Jadi walaupun sudah siang tetap nyala,’’ ujar Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso.

Baca Juga :  Wujudkan Kawasan Bebas Korupsi, Pelayanan Bisa Diakses Online

Satu kontaktor itu ada pada satu boks panel yang menyalurkan listrik pada belasan PJU tersebut. Kontaktor itu jadi sasaran maling lantaran punya nilai jual relatif tinggi. Sebab, harga satu kontaktor yang baru di pasaran bisa mencapai Rp 700 ribu.

Menurut Suroso, aksi pencurian itu sudah direncanakan pelaku. Terlebih, mampu mengutak-atik rangkaian PJU sedemikian rupa. Lantaran punya nilai jual yang relatif tinggi, komponen lampu penerangan pun kerap jadi sasaran maling.

’’Sejak Januari lalu sudah beberapa kali terjadi komponen dicuri. Mulai dari kabel sampai kontaktor itu. Tapi presentasenya tidak banyak. Dari 24.000 PJU se-Kabupaten Mojokerto hanya sekitar nol koma sekian persen,’’ ungkapnya.

Otomatis, sejumlah aksi pencurian pada aset pemda itu menimbulkan kerugian lebih dari Rp 2 juta. Tak pelak, DPRKP2 Kabupaten Mojokerto menggandeng unsur masyarakat hingga kepolisian untuk bersama-sama mengoptimalkan pengawasan. Tidak menutup kemungkinan, aksi pencurian yang merugikan pemerintah itu diseret ke ranah hukum.

Baca Juga :  Oknum Perwira TNI AL Aniaya Anggota Satpol PP

’’Kita koordinasikan dengan pemerintah tingkat desa sampai kecamatan untuk bersama-sama menjaga aset PJU. Juga dengan TNI dan Polri. Kita tidak menutup mata akan potensi pencurian itu, apalagi sejauh ini SDM kami terbatas untuk mengawasi seluruh PJU itu,’’ tandas Suroso.

Sebelumnya, 16 PJU di sepanjang Jalan Raya Desa/Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, menyala 24 jam sejak sepekan terakhir. Tak pelak, hal tersebut dinilai memicu pemborosan listrik di tengah anggaran daerah mengalami defisit. (vad/fen)

Penyebab Lampu Menyala 24 Jam di Jalan Raya Puri
PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Raya Puri yang menyala siang malam 24 jam bukannya tanpa sebab. Rupanya, terdapat komponen kelistrikan yang digasak maling.

Komponen yang raib itu adalah kontaktor. Salah satu bagian vital di dalam kotak panel yang berkaitan dengan timer PJU. Untuk mengatur menyala dan matinya lampu penerangan. Raibnya salah satu komponen penting PJU itu terkuak usai petugas mengecek ke lokasi Kamis (9/6) malam.

’’Kontaktornya hilang. Terus (aliran listrik) dilangsung sama yang ambil. Jadi walaupun sudah siang tetap nyala,’’ ujar Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso.

Baca Juga :  Buruh Pabrik Tewas di Kamar Kos

Satu kontaktor itu ada pada satu boks panel yang menyalurkan listrik pada belasan PJU tersebut. Kontaktor itu jadi sasaran maling lantaran punya nilai jual relatif tinggi. Sebab, harga satu kontaktor yang baru di pasaran bisa mencapai Rp 700 ribu.

Menurut Suroso, aksi pencurian itu sudah direncanakan pelaku. Terlebih, mampu mengutak-atik rangkaian PJU sedemikian rupa. Lantaran punya nilai jual yang relatif tinggi, komponen lampu penerangan pun kerap jadi sasaran maling.

’’Sejak Januari lalu sudah beberapa kali terjadi komponen dicuri. Mulai dari kabel sampai kontaktor itu. Tapi presentasenya tidak banyak. Dari 24.000 PJU se-Kabupaten Mojokerto hanya sekitar nol koma sekian persen,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Otomatis, sejumlah aksi pencurian pada aset pemda itu menimbulkan kerugian lebih dari Rp 2 juta. Tak pelak, DPRKP2 Kabupaten Mojokerto menggandeng unsur masyarakat hingga kepolisian untuk bersama-sama mengoptimalkan pengawasan. Tidak menutup kemungkinan, aksi pencurian yang merugikan pemerintah itu diseret ke ranah hukum.

Baca Juga :  Dua Kali Gagal Tangkap Penjudi Sabung Ayam

’’Kita koordinasikan dengan pemerintah tingkat desa sampai kecamatan untuk bersama-sama menjaga aset PJU. Juga dengan TNI dan Polri. Kita tidak menutup mata akan potensi pencurian itu, apalagi sejauh ini SDM kami terbatas untuk mengawasi seluruh PJU itu,’’ tandas Suroso.

Sebelumnya, 16 PJU di sepanjang Jalan Raya Desa/Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, menyala 24 jam sejak sepekan terakhir. Tak pelak, hal tersebut dinilai memicu pemborosan listrik di tengah anggaran daerah mengalami defisit. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/