alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Empat Pengedar Sabu Dicokok

Sita BB 19,94 Gram, Polisi Kejar Tiga Pemasok
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto seolah tidak ada habisnya. Pekan ini, Satresnarkoba Polres Mojokerto membekuk empat orang pengedar sabu-sabu dalam kurun empat hari. Setidaknya, 37 paket sabu siap edar dengan erat total 19,94 gram berhasil diamankan dari tangan pelaku.

Keempat pelaku adalah Hanafi alias Fi, 54, tukang parkir asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya; Bagus Wahyudi, 25, warga Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto; Lilik Nur Indahsari alias Lilik, 33, warga Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang; dan Dowi alias Kucing, 35, warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Para pelaku tersebut dari jaringan yang berbeda. Sehingga, masih ada tiga pengedar lain berstatus buron yang berperan sebagai pemasok keempatnya. ’’Keempat pelaku ini kami tangkap sejak Senin (6/6) hingga Kamis (9/6). Saat ini sudah kami tahan,’’ ujar Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno. Dikatakannya, dari keempat pelaku, salah satunya merupakan residivis kasus yang sama.

Baca Juga :  Asyik Nyabu, Pengedar Jaringan Jatirejo Dibekuk

Adalah Hanafi alias Fi. Pria paro baya yang kesehariannya sebagai juru parkir (jukir) di wilayah Tandes, Kota Surabaya, itu baru empat bulan menghirup udara bebas. Ia merupakan ’’lulusan’’ Lapas Klas IIB Mojokerto. ’’Yang bersangkutan baru bebas. Dan kami tangkap saat akan meranjau satu paket sabu-sabu seberat 0,61 gram di wilayah Mojosari,’’ ungkapnya.

Keempat pelaku ditangkap dari tiga kasus berbeda. Di antaranya terdapat satu kasus menonjol. Yang bermula dari tertangkapnya Lilik, ibu rumah tangga yang nyambi dagang sabu. Dari tangan Lilik, petugas berhasil mengamankan enam paket sabu siap edar dengan berat total 2,36 gram.
Di hadapan petugas, ia mengaku mendapat barang haram tersebut dari Dowi. Lebih dari setahun terakhir Dowi jadi penyuplai sabu-sabu yang dijual oleh Lilik. Petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Dowi di rumahnya. Benar saja, Dowi tak berkutik saat ditangkap petugas lantaran terbukti mengantongi 24 paket sabu siap edar.

Baca Juga :  Ngaku Disuruh Polisi, Kurir Narkoba Dibekuk

’’Pelaku Lilik dan Dowi ini masih satu jaringan. Kami amankan 24 paket sabu dengan berat total 15,45 gram dari pelaku Dowi,’’ beber Bambang. Dikatakannya, penyidikan tidak berhenti sampai di situ. Petugas terus melakukan pengembangan lantaran telah mengantongi nama tiga pemasok dari tiga kasus berdeda tersebut.

Kini, para pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolres Mojokerto guna kepentingan pengembangan. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal penjara 20 tahun lamanya dan denda Rp 10 miliar.

’’Ada tiga nama berbeda yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kami. Ini masih terus kami lakukan pengembangan. Karena bisa dipastikan, masih ada jaringan lain di belakang mereka,’’ tandas mantan Kapolsek Prigen itu. (vad/fen)

Sita BB 19,94 Gram, Polisi Kejar Tiga Pemasok
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto seolah tidak ada habisnya. Pekan ini, Satresnarkoba Polres Mojokerto membekuk empat orang pengedar sabu-sabu dalam kurun empat hari. Setidaknya, 37 paket sabu siap edar dengan erat total 19,94 gram berhasil diamankan dari tangan pelaku.

Keempat pelaku adalah Hanafi alias Fi, 54, tukang parkir asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya; Bagus Wahyudi, 25, warga Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto; Lilik Nur Indahsari alias Lilik, 33, warga Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang; dan Dowi alias Kucing, 35, warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Para pelaku tersebut dari jaringan yang berbeda. Sehingga, masih ada tiga pengedar lain berstatus buron yang berperan sebagai pemasok keempatnya. ’’Keempat pelaku ini kami tangkap sejak Senin (6/6) hingga Kamis (9/6). Saat ini sudah kami tahan,’’ ujar Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno. Dikatakannya, dari keempat pelaku, salah satunya merupakan residivis kasus yang sama.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Tidak Terapkan Penyekatan

Adalah Hanafi alias Fi. Pria paro baya yang kesehariannya sebagai juru parkir (jukir) di wilayah Tandes, Kota Surabaya, itu baru empat bulan menghirup udara bebas. Ia merupakan ’’lulusan’’ Lapas Klas IIB Mojokerto. ’’Yang bersangkutan baru bebas. Dan kami tangkap saat akan meranjau satu paket sabu-sabu seberat 0,61 gram di wilayah Mojosari,’’ ungkapnya.

Keempat pelaku ditangkap dari tiga kasus berbeda. Di antaranya terdapat satu kasus menonjol. Yang bermula dari tertangkapnya Lilik, ibu rumah tangga yang nyambi dagang sabu. Dari tangan Lilik, petugas berhasil mengamankan enam paket sabu siap edar dengan berat total 2,36 gram.
Di hadapan petugas, ia mengaku mendapat barang haram tersebut dari Dowi. Lebih dari setahun terakhir Dowi jadi penyuplai sabu-sabu yang dijual oleh Lilik. Petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Dowi di rumahnya. Benar saja, Dowi tak berkutik saat ditangkap petugas lantaran terbukti mengantongi 24 paket sabu siap edar.

Baca Juga :  Lagi, Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Karambol

’’Pelaku Lilik dan Dowi ini masih satu jaringan. Kami amankan 24 paket sabu dengan berat total 15,45 gram dari pelaku Dowi,’’ beber Bambang. Dikatakannya, penyidikan tidak berhenti sampai di situ. Petugas terus melakukan pengembangan lantaran telah mengantongi nama tiga pemasok dari tiga kasus berdeda tersebut.

- Advertisement -

Kini, para pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolres Mojokerto guna kepentingan pengembangan. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal penjara 20 tahun lamanya dan denda Rp 10 miliar.

’’Ada tiga nama berbeda yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kami. Ini masih terus kami lakukan pengembangan. Karena bisa dipastikan, masih ada jaringan lain di belakang mereka,’’ tandas mantan Kapolsek Prigen itu. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/