alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Penambang Tewas Tertimpa Longsoran

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Latif, 50, warga Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tewas setelah tertimbun longsor tebing galian C, di Dusun Grogol, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Rabu (11/3). Penambang manual ini meregang nyawa pukul 07.30 setelah tubuhnya tertimbun material pasir dan batu berdiamer 80 cm.

Material itu adalah reruntuhan tebing setinggi 10 meter. Saat itu, korban sedang meratakan jalan agar mudah dilintasi kendaraan pengangkut tambang. Seketika material yang runtuh dari atas tebing langsung menimpa korban. ”Tadi (kemarin, Red) kami sedang bekerja membuat jalan sendiri-sendiri untuk mengangkut pasir. Tiba-tiba ada sauara gemuruh tanah longsor,” kata Suhari, 59, salah satu penambang.

Baca Juga :  Emak-Emak Kuras Uang dan Rokok Indomaret

Ketika tendengar sura sauara longsoran itu, warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, ini bergegas menyelamatkan diri. Berlari meninggalkan tebing longsor yang menimpa korban. ”Semula kami bertiga. Satu orang yang terkena longsoran,” tandasnya. Teman kerja korban lainnya, Bunawi, 60, warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, menjelaskan, sebelum melakukan aktivitas penambangan yang sudah berjalan sekitar 5 bulan ini, ketiganya sempat sarapan di salah satu warung.

Di lokasi galian mereka langsung melakukan aktivitas penambangan seperti biasanya. Bunawi menuturkan, memang ketiganya sama-sama memiliki garapan perbaikan jalan sendiri-sendiri di area galian itu. Karenanya dia tidak bisa mengetahui persis kronologi tebing longsor yang menimpa korban. Apalagi, jarak mereka agak berjauhan. ”Tahunya saya melihat korban sudah tertimbun tanah. Karena pada waktu terdengar suara gemuruh saya lari menghindar,” paparnya.Melihat korban tertimbun, dirinya berteriak minta tolong. Dia juga langsung menghubungi pemilik tambang.

Baca Juga :  PNS Disporabudpar Kota Mojokerto Tewas di Kamar Hotel

Kepolisian datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi pasca mendapati laporan. Sementara jasad korban dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Di depan ruang jenazah, istri korban, Suminah, 48, dan dua anaknya Fifit Dwi Sasmita, 20, dan Salsa Nur Afifa, 5,tampak syok. Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait legalitas pertambangan tersebut. ”Masih kami selidiki. Dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi-saksi,” tandasnya.(hin)

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Latif, 50, warga Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tewas setelah tertimbun longsor tebing galian C, di Dusun Grogol, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Rabu (11/3). Penambang manual ini meregang nyawa pukul 07.30 setelah tubuhnya tertimbun material pasir dan batu berdiamer 80 cm.

Material itu adalah reruntuhan tebing setinggi 10 meter. Saat itu, korban sedang meratakan jalan agar mudah dilintasi kendaraan pengangkut tambang. Seketika material yang runtuh dari atas tebing langsung menimpa korban. ”Tadi (kemarin, Red) kami sedang bekerja membuat jalan sendiri-sendiri untuk mengangkut pasir. Tiba-tiba ada sauara gemuruh tanah longsor,” kata Suhari, 59, salah satu penambang.

Baca Juga :  Driver Berusia Paro Baya Akhiri Hidup di Teras Rumah

Ketika tendengar sura sauara longsoran itu, warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, ini bergegas menyelamatkan diri. Berlari meninggalkan tebing longsor yang menimpa korban. ”Semula kami bertiga. Satu orang yang terkena longsoran,” tandasnya. Teman kerja korban lainnya, Bunawi, 60, warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, menjelaskan, sebelum melakukan aktivitas penambangan yang sudah berjalan sekitar 5 bulan ini, ketiganya sempat sarapan di salah satu warung.

Di lokasi galian mereka langsung melakukan aktivitas penambangan seperti biasanya. Bunawi menuturkan, memang ketiganya sama-sama memiliki garapan perbaikan jalan sendiri-sendiri di area galian itu. Karenanya dia tidak bisa mengetahui persis kronologi tebing longsor yang menimpa korban. Apalagi, jarak mereka agak berjauhan. ”Tahunya saya melihat korban sudah tertimbun tanah. Karena pada waktu terdengar suara gemuruh saya lari menghindar,” paparnya.Melihat korban tertimbun, dirinya berteriak minta tolong. Dia juga langsung menghubungi pemilik tambang.

Baca Juga :  Emak-Emak Kuras Uang dan Rokok Indomaret

Kepolisian datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi pasca mendapati laporan. Sementara jasad korban dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Di depan ruang jenazah, istri korban, Suminah, 48, dan dua anaknya Fifit Dwi Sasmita, 20, dan Salsa Nur Afifa, 5,tampak syok. Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait legalitas pertambangan tersebut. ”Masih kami selidiki. Dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi-saksi,” tandasnya.(hin)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/