alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Blokade PT SAI, Tujuh Warga Ditetapkan Tersangka

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mapolres Mojokerto menetapkan tujuh orang sebagai tersangka atas aksi blokade di depan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) beberapa waktu lalu. Tersangka diancam hukuman pidana satu tahun lantaran terjerat pasal berlapis. Aksi tersebut menimbulkan keruman ribuan buruh yang dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes).

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa 29 saksi terkait timbulnya kerumunan ribuan buruh di depan PT SAI 25 Januari lalu. Saksi yang sudah diperiksa tersebut merupakan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Ngoro, pihak perusahaan, dan warga Desa Lolawang. ”Pada 9 Februari kemarin kami gelar perkara. Dari sejumlah saksi tersebut, tujuh di antaranya kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya Kamis (11/2).

Ketujuh orang tersangka ini merupakan warga Desa Lolawang. Kepolisian masih belum menahan para tersangka. Mereka bakal melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada para tersangka. ”(Tersangka) masih belum ditahan, karena ini masih dalam penyidikan dan penyelidikan secara intensif,” terang Rifaldhy.

Baca Juga :  Mobil Innova Halangi Laju Ambulans Membawa Pasien

Ketujuh tersangka tersebut dijerat dengan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, serta pasal 216 KUHP tentang Melawan Petugas. Mereka terancam hukuman pidana selama satu tahun. Rifaldhy menambahkan, penetapan tersangka tersebut juga dibarengi dengan penyitaan barang bukti.

Yakni, beberapa mobil yang digunakan utuk memblokade gerbang perusahaan modal asing (PMA) itu saat aksi berlangsung. Di antaranya, Mobil Siaga Desa Lolawang bernopol S 1288 NP. ”Untuk perkembangan lebih lanjut nanti kami sampaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lolawang Sugiarto enggan berkomentar terkait penetapan tujuh warganya sebagai tersangka.  ”Saya masih belum bisa klarifikasi. Ini saya masih sakit di RS Sakinah, infeksi otak,” katanya kemarin (11/2).

Baca Juga :  Hari Ini, Angkutan Barang Dilarang Beroperasi

Sebelumnya, timbulnya kerumunan ribuan buruh di depan perusahaan kabel kendaraan di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, itu akibat blokade warga yang digelar 25 Januari lalu. Aksi blokade terjadi dari petang hingga malam hari.

Hingga mapolres menerjunkan sejumlah personel ke lokasi guna membubarkan pengunjuk rasa setelah upaya persuasif tak digubris. Kerumunan mulai berangsur terpecah sekitar pukul 22.00 WIB, usai pengunjuk rasa membubarkan diri. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga Desa Lolawang lantaran tidak terwujudnya kontrak kerja bersama PT SAI terkait pengolahan avalan. (vad)

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mapolres Mojokerto menetapkan tujuh orang sebagai tersangka atas aksi blokade di depan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) beberapa waktu lalu. Tersangka diancam hukuman pidana satu tahun lantaran terjerat pasal berlapis. Aksi tersebut menimbulkan keruman ribuan buruh yang dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes).

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa 29 saksi terkait timbulnya kerumunan ribuan buruh di depan PT SAI 25 Januari lalu. Saksi yang sudah diperiksa tersebut merupakan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Ngoro, pihak perusahaan, dan warga Desa Lolawang. ”Pada 9 Februari kemarin kami gelar perkara. Dari sejumlah saksi tersebut, tujuh di antaranya kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya Kamis (11/2).

Ketujuh orang tersangka ini merupakan warga Desa Lolawang. Kepolisian masih belum menahan para tersangka. Mereka bakal melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada para tersangka. ”(Tersangka) masih belum ditahan, karena ini masih dalam penyidikan dan penyelidikan secara intensif,” terang Rifaldhy.

Baca Juga :  Tertidur Di Warung, Dompet Digondol Maling

Ketujuh tersangka tersebut dijerat dengan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, serta pasal 216 KUHP tentang Melawan Petugas. Mereka terancam hukuman pidana selama satu tahun. Rifaldhy menambahkan, penetapan tersangka tersebut juga dibarengi dengan penyitaan barang bukti.

Yakni, beberapa mobil yang digunakan utuk memblokade gerbang perusahaan modal asing (PMA) itu saat aksi berlangsung. Di antaranya, Mobil Siaga Desa Lolawang bernopol S 1288 NP. ”Untuk perkembangan lebih lanjut nanti kami sampaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lolawang Sugiarto enggan berkomentar terkait penetapan tujuh warganya sebagai tersangka.  ”Saya masih belum bisa klarifikasi. Ini saya masih sakit di RS Sakinah, infeksi otak,” katanya kemarin (11/2).

Baca Juga :  Mobil Innova Halangi Laju Ambulans Membawa Pasien
- Advertisement -

Sebelumnya, timbulnya kerumunan ribuan buruh di depan perusahaan kabel kendaraan di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, itu akibat blokade warga yang digelar 25 Januari lalu. Aksi blokade terjadi dari petang hingga malam hari.

Hingga mapolres menerjunkan sejumlah personel ke lokasi guna membubarkan pengunjuk rasa setelah upaya persuasif tak digubris. Kerumunan mulai berangsur terpecah sekitar pukul 22.00 WIB, usai pengunjuk rasa membubarkan diri. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga Desa Lolawang lantaran tidak terwujudnya kontrak kerja bersama PT SAI terkait pengolahan avalan. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/