alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pilkada Kian Dekat, KPK Kembali Telusuri Aset MKP

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kian kencangnya Ikfina Fahmawati running di pilbup 2020, sepertinya terdengar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selasa (10/12), lembaga antirasuah ini kembali melakukan penelusuran aset mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP). Pemeriksaan akan berlangsung hingga empat hari ke depan. 

’’Hari ini (kemarin, Red) hari pertama (pemeriksaan).Ruang aula lantai dua Polresta Mojokerto kembali digunakan oleh penyidik KPK untuk melakukan pemeriksaan,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, Selasa (10/12).

Sesuai dengan surat yang diterima pihak kepolisian, rencananya penyidik KPK itu akan melangsungkan pemeriksaan terhadap beberapa orang di ruang aula lantai dua selama empat sampai lima hari ke depan. ’’Kemungkinan empat sampai lima hari lah pemeriksaannya. Tapi, untuk permasalahan apa, saya kurang tahu, saya juga masih baru di sini,’’ tuturnya.

Sementara itu, pemeriksaan di hari pertama oleh lembaga antirasuah, terpantau di lokasi nampak ada tiga orang dekat MKP dimintai keterangan penyidik KPK di ruang Aula Wiratama Mapolresta Mojokerto.

Baca Juga :  Kernet Pengemudi Bus Maut Diperiksa Tim Psikologi Polda Jatim

Mereka yang diperiksa, ditengarai mengetahui sejumlah pundi-pundi harta kekayaan milik MKP. Baik berupa aset pribadi atau yang diatasnamakan pihak lain.

Salah seorang saksi, Amin, misalnya. Dia menyebutkan, dia dimintai keterangan penyidik seputar beberapa aset mantan bupati MKP. Yakni, terkait jual beli tanah miliknya yang berada di wilayah Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Tanah itu dibeli MKP melalui orang dekat MKP. ’’Ya, soal tanah itu yang terkait kasusnya (TPPU) pak MKP,’’ ungkapnya seusai melanjalani pemeriksaan.

Disinggung berapa pertanyaan, pihaknya mengaku lupa. ’’Tapi, ini merupakan pemanggilan yang kedua saya,’’ tuturnya. 

Sebelumnya, penyidik KPK sudah melakukan penyitaan berbagai aset milik MKP yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, berupa tanah hingga kendaraan. Sementara itu, sumber terpercaya di internal Pemkab Mojokerto menyebutkan, ada puluhan pejabat hingga PNS yang bakal dikorek keterangannya kembali oleh penyidik KPK.

Baca Juga :  Pura-pura Pesan Ayam Geprek, Tiga HP Karyawan Raib

Sumber ini menyebut, mayoritas mereka yang dipanggil merupakan pejabat eselon II dan III yang selama ini diduga rutin menyetor upeti kepada MKP saat menjabat. ’’Betul, sampai saat ini masih masih banyak yang diburu,’’ ungkapnya.

Perburuan ini baik itu di wilayah Kabupaten atau Kota Mojokerto. Termasuk aset yang berada di luar kota. ’’Sekarang dikumpulkan sebelum kasusnya disidangkan. Kan masih ada dua perkara yang belum rampung. TPPU sama korupsi proyek di Dinas PU Bina Marga,’’ paparnya. MKP ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPU pada 18 Desember 2018 lalu. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara suap dan gratifikasi dengan terpidana MKP sebesar Rp 34 miliar. MKP disangkakan melanggar pasal 3 danatau pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kian kencangnya Ikfina Fahmawati running di pilbup 2020, sepertinya terdengar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selasa (10/12), lembaga antirasuah ini kembali melakukan penelusuran aset mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP). Pemeriksaan akan berlangsung hingga empat hari ke depan. 

’’Hari ini (kemarin, Red) hari pertama (pemeriksaan).Ruang aula lantai dua Polresta Mojokerto kembali digunakan oleh penyidik KPK untuk melakukan pemeriksaan,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, Selasa (10/12).

Sesuai dengan surat yang diterima pihak kepolisian, rencananya penyidik KPK itu akan melangsungkan pemeriksaan terhadap beberapa orang di ruang aula lantai dua selama empat sampai lima hari ke depan. ’’Kemungkinan empat sampai lima hari lah pemeriksaannya. Tapi, untuk permasalahan apa, saya kurang tahu, saya juga masih baru di sini,’’ tuturnya.

Sementara itu, pemeriksaan di hari pertama oleh lembaga antirasuah, terpantau di lokasi nampak ada tiga orang dekat MKP dimintai keterangan penyidik KPK di ruang Aula Wiratama Mapolresta Mojokerto.

Baca Juga :  Pembelian Aset Kembali Ditelusuri

Mereka yang diperiksa, ditengarai mengetahui sejumlah pundi-pundi harta kekayaan milik MKP. Baik berupa aset pribadi atau yang diatasnamakan pihak lain.

Salah seorang saksi, Amin, misalnya. Dia menyebutkan, dia dimintai keterangan penyidik seputar beberapa aset mantan bupati MKP. Yakni, terkait jual beli tanah miliknya yang berada di wilayah Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

- Advertisement -

Tanah itu dibeli MKP melalui orang dekat MKP. ’’Ya, soal tanah itu yang terkait kasusnya (TPPU) pak MKP,’’ ungkapnya seusai melanjalani pemeriksaan.

Disinggung berapa pertanyaan, pihaknya mengaku lupa. ’’Tapi, ini merupakan pemanggilan yang kedua saya,’’ tuturnya. 

Sebelumnya, penyidik KPK sudah melakukan penyitaan berbagai aset milik MKP yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, berupa tanah hingga kendaraan. Sementara itu, sumber terpercaya di internal Pemkab Mojokerto menyebutkan, ada puluhan pejabat hingga PNS yang bakal dikorek keterangannya kembali oleh penyidik KPK.

Baca Juga :  KPK Giliran Sentuh BK Desa

Sumber ini menyebut, mayoritas mereka yang dipanggil merupakan pejabat eselon II dan III yang selama ini diduga rutin menyetor upeti kepada MKP saat menjabat. ’’Betul, sampai saat ini masih masih banyak yang diburu,’’ ungkapnya.

Perburuan ini baik itu di wilayah Kabupaten atau Kota Mojokerto. Termasuk aset yang berada di luar kota. ’’Sekarang dikumpulkan sebelum kasusnya disidangkan. Kan masih ada dua perkara yang belum rampung. TPPU sama korupsi proyek di Dinas PU Bina Marga,’’ paparnya. MKP ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPU pada 18 Desember 2018 lalu. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara suap dan gratifikasi dengan terpidana MKP sebesar Rp 34 miliar. MKP disangkakan melanggar pasal 3 danatau pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Artikel Terkait

Most Read

Rasakan Sensasi Rempah Pilihan

Berkas Tuntas, Rois Dibiarkan Bebas

Artikel Terbaru


/