29.8 C
Mojokerto
Thursday, February 9, 2023

Pakai Stiker Berlangganan, Tetap Ditarik Parkir

Jika Tunggak Pajak Kendaraan Bermotor

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Kabupaten Mojokerto pemilik kendaraan wajib taat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Jika telat, bakal dikenakan denda tambahan hingga dikenakan biaya parkir saat berada di kawasan parkir berlangganan.

Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso menerangkan, hal tersebut karena masa berlaku parkir berlangganan hanya setahun. Dimana biaya retribusi bagi pemilik kendaraan itu dikenakan saat membayar pajak tahunan kendaraan bermotor di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Praktis, masa berlaku parkir berlangganan yang ditunjukkan dengan stiker khusus itu pun menyesuaikan masa berlaku pajak tahunan tersebut. ’’Parameter kami stiker parkir berlangganan itu sendiri. Itu sebagai legalitas pemilik kendaraan agar tidak membayar parkir di kawasan parkir berlangganan. Ketika masa berlakunya habis atau tidak bisa menunjukkan stikernya, akan dikenakan biaya parkir walaupun di kawasan parkir berlangganan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Mengenal Seragam Khas SDN Purwotengah ala Soekarno Kecil

Setiap tahunnya, retribusi parkir berlangganan dikenakan pemilik kendaraan sesuai jenisnya. Kendaraan roda dua dikenakan Rp 15 ribu dan kendaraan roda empat lebih dikenakan Rp 25 ribu.

Suroso menjelaskan, kawasan parkir berlangganan di Kabupaten Mojokerto yakni di tepi jalan umum. Yang mencakup jalan kabupaten maupun jalan poros desa. Mengacu pada Perda Kabupaten Mojokerto No 7 tahun 2014 tentang Retribusi Jasa Umum, biaya sekali parkir dikenakan sesuai jenis kendaraan. Rinciannya, Rp 1.000 untuk roda dua, Rp 3 ribu untuk roda empat, dan Rp 5 ribu untuk roda empat lebih.

Namun, hal tersebut tidak berlaku di wilayah retribusi parkir khusus. Yakni, di objek wisata, pasar, terminal, hingga rumah sakit. Sebab, biaya yang dipatok tidak sama dengan parkir di tepi jalan umum. ’’Jadi, kendaraan dari luar daerah yang parkir di kawasan berlangganan pun dikenakan biaya juga. Karena mereka tidak punya stiker parkir berlangganan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Komisi Etik Polri Sanksi Ferdy Sambo Dihentikan Tidak dengan Hormat

Pihaknya mengimbau, agar pemilik kendaraan meminta bukti karcis resmi dari juru parkir (jukir) terkait. Untuk memastikan biaya yang dibayar tersebut masuk ke kantong pemda sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
’’Memang itu berpotensi menjadi PAD selain dari retribusi parkir berlangganan dan khusus. Namun saat jukir tidak bisa memberikan karcis parkir (resmi) saat dimintai pemilik kendaraan, tidak usah dibayar. Karena kemungkinan itu masuk ke kantong pribadi jukir,’’ tandasnya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Operasi SAR Resmi Dihentikan

Pakan Mahal, Harga Telur Meroket

Artikel Terbaru

/