alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Diserang Ratusan Tawon, Dilarikan ke Puskesmas

Damkar Diterjunkan Evakuasi Sarang di Pohon Nangka

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nahas menimpa Abu Bakar, 57. Saat melintas di Jalan Dusun Ngenu, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, dia disengat kawanan tawon vespa. Akibatnya, dia menderita 50 luka sengatan di sekujur tubuhnya dan dilarikan ke IGD Puskesmas Sooko.

Warga Dusun/Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, itu mengatakan, peristiwa yang menimpanya terjadi sekitar pukul 11.00 kemarin. Saat itu, dia tengah melintas mengendarai sepeda onthel di jalan yang berada di sekitar areal persawahan. Setibanya di lokasi, Abu Bakar melihat sejumlah anak-anak tengah bermain di sekitar pohon nangka. Mereka tengah melempari sarang tawon di atas pohon nangka dengan batu.

’’Tadi mau pulang, lewat Ngenu situ. Karena saya lewat setelah dilempari batu, akhirnya saya yang diserang tawon. Anak-anak itu juga lari sendiri-sendiri tahu tawonnya ngejar,’’ ujarnya sembaring terbaring di ruang perawatan Puskesmas Sooko, kemarin.

Tidak tinggal diam, Abu Bakar pun berusaha melarikan diri dari kejaran ratusan tawon tersebut. Namun, usahanya tidak berhasil. Tawon bernama itu terus mengejar hingga menyengatnya.

Baca Juga :  Tawon Beracun Serang Petugas PMK

Dia merobohkan sepeda onthelnya dan berusaha menghalau tawon yang terus menyerangnya menggunakan topi. ’’Sudah lari. Tapi karena naik sepeda onthel ya gak sanggup. Terus sepedanya saya jatuhkan, ambil topi, saya buat mukul-mukul tawon yang nyerang,’’ ucapnya.

Dengan kondisi tubuh yang penuh sengatan tawon, Abu Bakar memilih melanjutkan perjalanan pulangnya. Meski, dia sempat terduduk lesu di lokasi lantaran dampak sengatan tawon yang dialaminya. Hingga ia mendapat pertolongan dari rekannya untuk dilarikan ke Puskesmas Sooko. ’’Saya kuat-kuatan saja mengayuh sepeda sampai rumah. Pikiran saya harus sampai rumah biar bisa ketolong,’’ terangnya.

Sementara itu, Paramedis TRC Puskesmas Sooko Anang Hermawan mengatakan, korban dibantu rekannya ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis. Saat itu kondisi korban tengah syok usai disengat tawon. Itu karena terdapat sekitar 50 luka sengatan tawon di sekujur tubuh Abu Bakar. ’’Ada 15 luka sengatan di bagian kepala, 20 di bagian punggung, dan 15 sengatan di tangan korban,’’ terangnya.

Baca Juga :  Perselingkuhan Dokter-Bidan Dihentikan Polisi

Kondisi korban yang sempat drop saat dilarikan ke puskesmas membuatnya harus dipasangi infus. Bahkan petugas medis mesti memberi obat adrenalin dan antisyok guna memulihkan kondisi korban. ’’Korban sempat mengalami syok sebelum mendapat perawatan. Tapi sekarang (kemarin sore) kondisinya mulai membaik,’’ tandasnya.

Lantaran menimbulkan korban, petugas Pemadam Kebakaran BPDB Kabupaten Mojokerto diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi sarang tawon berdiameter sekitar 50 sentimeter tersebut. Satu unit damkar dan enam petugas diterjunkan ke lokasi. Sekitar 30 menit lamanya, petugas berhasil mengevakuasi sarang tawon di ketinggian sekitar delapan meter.

’’Sedikit terkendala ketinggian dan ranting pohon yang menghalangi. Dan tadi ada satu petugas yang tersegat di lehernya. Tapi kondisinya masih aman,’’ terang Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto. (vad/abi)

Damkar Diterjunkan Evakuasi Sarang di Pohon Nangka

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nahas menimpa Abu Bakar, 57. Saat melintas di Jalan Dusun Ngenu, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, dia disengat kawanan tawon vespa. Akibatnya, dia menderita 50 luka sengatan di sekujur tubuhnya dan dilarikan ke IGD Puskesmas Sooko.

Warga Dusun/Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, itu mengatakan, peristiwa yang menimpanya terjadi sekitar pukul 11.00 kemarin. Saat itu, dia tengah melintas mengendarai sepeda onthel di jalan yang berada di sekitar areal persawahan. Setibanya di lokasi, Abu Bakar melihat sejumlah anak-anak tengah bermain di sekitar pohon nangka. Mereka tengah melempari sarang tawon di atas pohon nangka dengan batu.

’’Tadi mau pulang, lewat Ngenu situ. Karena saya lewat setelah dilempari batu, akhirnya saya yang diserang tawon. Anak-anak itu juga lari sendiri-sendiri tahu tawonnya ngejar,’’ ujarnya sembaring terbaring di ruang perawatan Puskesmas Sooko, kemarin.

Tidak tinggal diam, Abu Bakar pun berusaha melarikan diri dari kejaran ratusan tawon tersebut. Namun, usahanya tidak berhasil. Tawon bernama itu terus mengejar hingga menyengatnya.

Baca Juga :  Perselingkuhan Dokter-Bidan Dihentikan Polisi

Dia merobohkan sepeda onthelnya dan berusaha menghalau tawon yang terus menyerangnya menggunakan topi. ’’Sudah lari. Tapi karena naik sepeda onthel ya gak sanggup. Terus sepedanya saya jatuhkan, ambil topi, saya buat mukul-mukul tawon yang nyerang,’’ ucapnya.

- Advertisement -

Dengan kondisi tubuh yang penuh sengatan tawon, Abu Bakar memilih melanjutkan perjalanan pulangnya. Meski, dia sempat terduduk lesu di lokasi lantaran dampak sengatan tawon yang dialaminya. Hingga ia mendapat pertolongan dari rekannya untuk dilarikan ke Puskesmas Sooko. ’’Saya kuat-kuatan saja mengayuh sepeda sampai rumah. Pikiran saya harus sampai rumah biar bisa ketolong,’’ terangnya.

Sementara itu, Paramedis TRC Puskesmas Sooko Anang Hermawan mengatakan, korban dibantu rekannya ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis. Saat itu kondisi korban tengah syok usai disengat tawon. Itu karena terdapat sekitar 50 luka sengatan tawon di sekujur tubuh Abu Bakar. ’’Ada 15 luka sengatan di bagian kepala, 20 di bagian punggung, dan 15 sengatan di tangan korban,’’ terangnya.

Baca Juga :  Soal Galian, Polisi dan Dewan Beda Data

Kondisi korban yang sempat drop saat dilarikan ke puskesmas membuatnya harus dipasangi infus. Bahkan petugas medis mesti memberi obat adrenalin dan antisyok guna memulihkan kondisi korban. ’’Korban sempat mengalami syok sebelum mendapat perawatan. Tapi sekarang (kemarin sore) kondisinya mulai membaik,’’ tandasnya.

Lantaran menimbulkan korban, petugas Pemadam Kebakaran BPDB Kabupaten Mojokerto diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi sarang tawon berdiameter sekitar 50 sentimeter tersebut. Satu unit damkar dan enam petugas diterjunkan ke lokasi. Sekitar 30 menit lamanya, petugas berhasil mengevakuasi sarang tawon di ketinggian sekitar delapan meter.

’’Sedikit terkendala ketinggian dan ranting pohon yang menghalangi. Dan tadi ada satu petugas yang tersegat di lehernya. Tapi kondisinya masih aman,’’ terang Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto. (vad/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/