alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Cucu Meninggal, Kakek “Mengejar” dengan Gantung Diri

MOJOKERTO – Ketenangan warga Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mendadak berubah. Kusmianto, 60, warga setempat diketahui nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Tubuh pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir pikap pengangkut gas elpiji tersebut menggantung di ruang dapur rumahnya. Belum diketahui pasti apa motif di balik korban mengahiri hidup dengan cara tragis tersebut.

Namun, kepolisian menyebut korban diduga mengalami depresi setelah cucunya meninggal setahun lalu. ’’Dugaan sementara korban nekat gantung diri depresi karena tahun lalu, cucu kesayangnnya meninggal,’’ kata Kapolsek Trawas, AKP Gatot Wiyono, Selasa (10/4).

Dugaan kuat itu setelah petugas mendapat informasi dari pihak keluarga, bahwa belakangan ini korban memang sering murung dan selalu teringat dengan wajah cucunya. Selain itu, diketahui dari riwayat kesehatan, korban belakangan ini mengidap penyakit sesak napas yang tak kunjung sembuh.

Baca Juga :  Arek Modongan dan Japan Edarkan Sabu Hampir 3 Kg

Karena diduga tidak mampu mengendalikan emosinya, korban pun diam-diam memilih untuk mengakhiri hidupnya. ’’Mungkin dengan cara ini, dianggap bisa menyusul cucunya. Padahal, tidak seharusnya diselesaikan dengan cara seperti ini (gantung diri, Red),’’ tandasnya.

Gatot menjelaskan, peristiwa gantung diri ini kali pertama diketahui istri korban, Rumani, sekitar pukul 07.30. Saat itu, Rumani berencana hendak mengajak korban ke pasar, tiba-tiba melihat suaminya sudah dalam kondisi menggantung di ruang dapur rumah. ’’Begitu dicek korban sudah dalam keadaan meninggal,’’ tegasnya.

Menurut Gatot, korban gantung diri menggunakan sebuah tali yang dikaitkan kayu blandar rumah lalu dililitkan leher. Melihat suaminya meninggal dunia dengan tidak wajar, jeritan tangis Rumani lantas menarik perhatian tetangga dan warga.Mereka kemudian berbondong-bondong untuk melihat langsung ke rumah korban.

Baca Juga :  Warga Temukan Makam di Tengah Hutan

Petugas yang mendapat laporan juga bergegas ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil identifikasi polisi, diketahui, di sekujur tubuh korban tidak ditemukan adanya unsur pidana atau kekerasan.

’’Artinya, ini murni musibah bagi kelurga korban. Keluarga korban juga menolak untuk divisum,’’ tandas Gatot. Jenazah korban juga langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

MOJOKERTO – Ketenangan warga Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mendadak berubah. Kusmianto, 60, warga setempat diketahui nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Tubuh pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir pikap pengangkut gas elpiji tersebut menggantung di ruang dapur rumahnya. Belum diketahui pasti apa motif di balik korban mengahiri hidup dengan cara tragis tersebut.

Namun, kepolisian menyebut korban diduga mengalami depresi setelah cucunya meninggal setahun lalu. ’’Dugaan sementara korban nekat gantung diri depresi karena tahun lalu, cucu kesayangnnya meninggal,’’ kata Kapolsek Trawas, AKP Gatot Wiyono, Selasa (10/4).

Dugaan kuat itu setelah petugas mendapat informasi dari pihak keluarga, bahwa belakangan ini korban memang sering murung dan selalu teringat dengan wajah cucunya. Selain itu, diketahui dari riwayat kesehatan, korban belakangan ini mengidap penyakit sesak napas yang tak kunjung sembuh.

Baca Juga :  Vina Dihabisi Dua Tersangka ketika Dentuman Musik Bersuara Keras
- Advertisement -

Karena diduga tidak mampu mengendalikan emosinya, korban pun diam-diam memilih untuk mengakhiri hidupnya. ’’Mungkin dengan cara ini, dianggap bisa menyusul cucunya. Padahal, tidak seharusnya diselesaikan dengan cara seperti ini (gantung diri, Red),’’ tandasnya.

Gatot menjelaskan, peristiwa gantung diri ini kali pertama diketahui istri korban, Rumani, sekitar pukul 07.30. Saat itu, Rumani berencana hendak mengajak korban ke pasar, tiba-tiba melihat suaminya sudah dalam kondisi menggantung di ruang dapur rumah. ’’Begitu dicek korban sudah dalam keadaan meninggal,’’ tegasnya.

Menurut Gatot, korban gantung diri menggunakan sebuah tali yang dikaitkan kayu blandar rumah lalu dililitkan leher. Melihat suaminya meninggal dunia dengan tidak wajar, jeritan tangis Rumani lantas menarik perhatian tetangga dan warga.Mereka kemudian berbondong-bondong untuk melihat langsung ke rumah korban.

Baca Juga :  Monitor Dilempar Paving, Perusak ATM BRI Terekam CCTV

Petugas yang mendapat laporan juga bergegas ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil identifikasi polisi, diketahui, di sekujur tubuh korban tidak ditemukan adanya unsur pidana atau kekerasan.

’’Artinya, ini murni musibah bagi kelurga korban. Keluarga korban juga menolak untuk divisum,’’ tandas Gatot. Jenazah korban juga langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/