alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Ratusan Knalpot Brong Digergaji

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan knalpot brong dan ban kecil dimusnahkan dengan cara digergaji di Mapolresta Mojokerto, Kamis (9/7). Onderdil tak standar itu merupakan hasil razia yang dilakukan satlantas di jalanan Kota Mojokerto dalam dua pekan ini.

’’Ada 115 kendaraan bermotor tidak sesuai spesifikasi yang kami tindak,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, di tengah pemusnahan barang bukti, kemarin.

Dengan rincian, 100 unit kendaraan bermotor dari berbagai merek yang memiliki knalpot brong dan 15 kendaraan lainnya ditindak karena kedapatan tak dilengkapi kelengkapan surat-suratnya. Termasuk, mengunakan ban kecil.

Bersama Kejari, Dishub, serta Satpol PP Kota Mojokerto, ratusan motor yang diparkir di halaman Mapolresta Mojokerto secara bergilir dipotong menggunakan gerinda pada bagian knalpotnya. Tak terkecuali velg dan ban kecil yang tidak SNI.

Penindakan kendaraan bermotor tak standar ini akan terus digalakkan. Yakni, dengan perlakuan yang sama pada setiap pengendara yang membandel. ’’Kami akan memroses hingga persidangan. Dan juga menyita serta memusnahkan barang bukti knalpot brong,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Pertama Tahun 2019, Tubuh Korban Ditutupi Koran

Sebaliknya, untuk pemilik yang mengambil, juga harus melengkapi surat surat dan membawa onderdil asli untuk dikembalikan bentuk semula. Menurutnya, perubahan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi sudah jelas melanggar aturan sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain itu, knalpot brong juga menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik antarpenguna jalan lantaran sangat mengganggu akibat suara yang dihasilkan cukup membuat bising. ’’Tingkat desibelnya (intensitas suara) sudah melebihi dari desibel standar knalpot pabrikan resmi. Imbasnya bisa membuat telinga sakit,’’ tandasnya.

Ancamannya juga jelas, sesuai pasal 289 ayat 1 juncto pasal I06 ayat, 3, dan pasal 48 ayat 2 dan ayat 3 UU Lalu Lintas. Penggunanya terancam kurangan paling lama 1 bulan dan denda maksimal Rp 250 ribu. Termasuk, sepeda motor yang memakai ban kecil dan protolan. Menyusul kondisi itu juga rentan terjadi kecelakaan yang berakibat fatal bagi pengendara dan orang di sekitarnya.

Baca Juga :  Ditelepon 10 Menit, Rp 18,7 Juta Amblas

Ratusan kendaraan ini banyak didominasi motor sport. Sesuai nopol kendaraan yang diamankan banyak di antaranya datang dari luar kota. Selain bising, knalpot brong ini juga kerap digunakan ajang balap liar.

’’Modifikasi boleh-boleh saja, asal sesuai keamanan pengendara dan sesuai standar keamanan. Begitu juga dengan knalpot brong, silakan gunakan tapi tetap gunakan di tempat yang sesuai. Seperti sirkuit balap,’’ tegasnya. Hal ini juga berlaku terhadap sepeda sport yang menggunakan dB Killer. ’’Pasti akan kami tindak jika digunakan di jalan raya,’’ imbuhnya.

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan knalpot brong dan ban kecil dimusnahkan dengan cara digergaji di Mapolresta Mojokerto, Kamis (9/7). Onderdil tak standar itu merupakan hasil razia yang dilakukan satlantas di jalanan Kota Mojokerto dalam dua pekan ini.

’’Ada 115 kendaraan bermotor tidak sesuai spesifikasi yang kami tindak,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, di tengah pemusnahan barang bukti, kemarin.

Dengan rincian, 100 unit kendaraan bermotor dari berbagai merek yang memiliki knalpot brong dan 15 kendaraan lainnya ditindak karena kedapatan tak dilengkapi kelengkapan surat-suratnya. Termasuk, mengunakan ban kecil.

Bersama Kejari, Dishub, serta Satpol PP Kota Mojokerto, ratusan motor yang diparkir di halaman Mapolresta Mojokerto secara bergilir dipotong menggunakan gerinda pada bagian knalpotnya. Tak terkecuali velg dan ban kecil yang tidak SNI.

Penindakan kendaraan bermotor tak standar ini akan terus digalakkan. Yakni, dengan perlakuan yang sama pada setiap pengendara yang membandel. ’’Kami akan memroses hingga persidangan. Dan juga menyita serta memusnahkan barang bukti knalpot brong,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Tetangga

Sebaliknya, untuk pemilik yang mengambil, juga harus melengkapi surat surat dan membawa onderdil asli untuk dikembalikan bentuk semula. Menurutnya, perubahan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi sudah jelas melanggar aturan sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

- Advertisement -

Selain itu, knalpot brong juga menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik antarpenguna jalan lantaran sangat mengganggu akibat suara yang dihasilkan cukup membuat bising. ’’Tingkat desibelnya (intensitas suara) sudah melebihi dari desibel standar knalpot pabrikan resmi. Imbasnya bisa membuat telinga sakit,’’ tandasnya.

Ancamannya juga jelas, sesuai pasal 289 ayat 1 juncto pasal I06 ayat, 3, dan pasal 48 ayat 2 dan ayat 3 UU Lalu Lintas. Penggunanya terancam kurangan paling lama 1 bulan dan denda maksimal Rp 250 ribu. Termasuk, sepeda motor yang memakai ban kecil dan protolan. Menyusul kondisi itu juga rentan terjadi kecelakaan yang berakibat fatal bagi pengendara dan orang di sekitarnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Pertama Tahun 2019, Tubuh Korban Ditutupi Koran

Ratusan kendaraan ini banyak didominasi motor sport. Sesuai nopol kendaraan yang diamankan banyak di antaranya datang dari luar kota. Selain bising, knalpot brong ini juga kerap digunakan ajang balap liar.

’’Modifikasi boleh-boleh saja, asal sesuai keamanan pengendara dan sesuai standar keamanan. Begitu juga dengan knalpot brong, silakan gunakan tapi tetap gunakan di tempat yang sesuai. Seperti sirkuit balap,’’ tegasnya. Hal ini juga berlaku terhadap sepeda sport yang menggunakan dB Killer. ’’Pasti akan kami tindak jika digunakan di jalan raya,’’ imbuhnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/