alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Kejaksaan Temukan Laporan Fiktif

Dugaan Korupsi di Desa Lolawang Meluas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengusutan dugaan korupsi di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro menunjukkan perkembangan. Selain dugaan penyelewengan bantuan keuangan (BK) desa senilai Rp 300 juta, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto juga menemukan sejumlah laporan fiktif.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto M. Indra Subrata mengatakan, penyelidikan dugaan korupsi di Desa Lolawang kian terang. Terbaru, penyidik kembali mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan yang dilakukan desa. ’’Jadi selain BK desa Rp 300 juta, sekarang ada lagi temuan lainnya, saat ini masih didalami,’’ ungkapnya.

Selain disinyalir tidak menyelesaikan bangunan fisik yang sudah didanai dari APBD 2021 senilai Rp 300 juta, juga muncul adanya dugaan laporan kegiatan fiktif yang juga didanai uang negara. Nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Kepala Bapenda Masuk Lapas Lagi, Jalani Sisa Hukuman

Hanya saja, karena proses penghitungan oleh tim inspektorat masih berjalan, penyidik tak bisa berbicara lebih jauh. ’’Tapi secara garis besar, laporan-laporan itu sudah masuk. Bukti-bukti juga sudah kita kumpulkan. Kita hanya tunggu inspektorat selesai, baru kita eksekusi untuk tahap selanjutnya,’’ tegasnya.

Temuan baru itu juga diamini salah satu BPD Lolawang, Jainurin. Disebutnya, temuan itu terungkap setelah ada tim dari Inspektorat selaku Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket) ke lapangan. ’’Yang dilaporkan awal memang BK Desa (Rp 300 juta), tapi setelah Inspektorat turun ke lapangan, ternyata banyak temuan-temuan lainnya,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Salah satunya terkait penyertaan modal usaha di badan usaha milik desa (BUMDes). Nilainya mencapai Rp 198 juta. Dugaannya uang bersumber dari dana desa ini diselewengkan oknum tak bertanggung jawab. ’’Dilaporan itu untuk penyertaan modal usaha bumdes Rp 198 juta. Padahal tidak ada kegiatan apapun di BUMDes. Itu yang menjadi salah satu temuan inspektorat,’’ katanya.

Baca Juga :  Proyek Betonisasi Desa Lolawang Diusut

Atas temuan baru ini, warga kembali dibuat resah. Sebagai perwakilan warga, pihaknya selaku BPD dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Lolawang, sebelumnya sudah mendatangi kejaksaan sebagai tambahan laporan sebelumnya. ’’Kita sebagai masyarakat ingin dan mendorong (dugaan korupsi) ini diusut tuntas. Kita juga proaktif, membantu data apa saja yang dibutuhkan kejaksaan dalam memproses persoalan ini,’’ paparnya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo, menegaskan, investigasi terkait dugaan korupsi di Desa Lolawang masih berjalan. Tim masih turun ke lapangan melakukan kroscek pembangunan fisik yang didanai uang negara tersebut. Termasuk memeriksan pihak-pihak yang bertanggung jawab. (ori/ron)

Dugaan Korupsi di Desa Lolawang Meluas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengusutan dugaan korupsi di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro menunjukkan perkembangan. Selain dugaan penyelewengan bantuan keuangan (BK) desa senilai Rp 300 juta, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto juga menemukan sejumlah laporan fiktif.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto M. Indra Subrata mengatakan, penyelidikan dugaan korupsi di Desa Lolawang kian terang. Terbaru, penyidik kembali mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan yang dilakukan desa. ’’Jadi selain BK desa Rp 300 juta, sekarang ada lagi temuan lainnya, saat ini masih didalami,’’ ungkapnya.

Selain disinyalir tidak menyelesaikan bangunan fisik yang sudah didanai dari APBD 2021 senilai Rp 300 juta, juga muncul adanya dugaan laporan kegiatan fiktif yang juga didanai uang negara. Nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Tutup Got Pedestrian Hilang Lagi

Hanya saja, karena proses penghitungan oleh tim inspektorat masih berjalan, penyidik tak bisa berbicara lebih jauh. ’’Tapi secara garis besar, laporan-laporan itu sudah masuk. Bukti-bukti juga sudah kita kumpulkan. Kita hanya tunggu inspektorat selesai, baru kita eksekusi untuk tahap selanjutnya,’’ tegasnya.

Temuan baru itu juga diamini salah satu BPD Lolawang, Jainurin. Disebutnya, temuan itu terungkap setelah ada tim dari Inspektorat selaku Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket) ke lapangan. ’’Yang dilaporkan awal memang BK Desa (Rp 300 juta), tapi setelah Inspektorat turun ke lapangan, ternyata banyak temuan-temuan lainnya,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

- Advertisement -

Salah satunya terkait penyertaan modal usaha di badan usaha milik desa (BUMDes). Nilainya mencapai Rp 198 juta. Dugaannya uang bersumber dari dana desa ini diselewengkan oknum tak bertanggung jawab. ’’Dilaporan itu untuk penyertaan modal usaha bumdes Rp 198 juta. Padahal tidak ada kegiatan apapun di BUMDes. Itu yang menjadi salah satu temuan inspektorat,’’ katanya.

Baca Juga :  Panitia PTSL Bantah Lakukan Pungli

Atas temuan baru ini, warga kembali dibuat resah. Sebagai perwakilan warga, pihaknya selaku BPD dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Lolawang, sebelumnya sudah mendatangi kejaksaan sebagai tambahan laporan sebelumnya. ’’Kita sebagai masyarakat ingin dan mendorong (dugaan korupsi) ini diusut tuntas. Kita juga proaktif, membantu data apa saja yang dibutuhkan kejaksaan dalam memproses persoalan ini,’’ paparnya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo, menegaskan, investigasi terkait dugaan korupsi di Desa Lolawang masih berjalan. Tim masih turun ke lapangan melakukan kroscek pembangunan fisik yang didanai uang negara tersebut. Termasuk memeriksan pihak-pihak yang bertanggung jawab. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/