alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Plafon GMSC Kembali Runtuh

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Genap sebulan pasca insiden ambruknya plafon di Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto 9 Januari lalu, kondisinya kini semakin parah. Selasa (9/2), plafon yang juga berada di lantai mal pelayanan publik (MPP) kembali ambrol. Pihak terkait pun melakukan pengamanan mewaspadai jebol susulan.

Runtuhnya bagian atap kali ini berada di bagian luar gedung. Tepatnya berada di sisi utara bangunan empat lantai itu. ’’Saya tiba-tiba mendapat laporan sekitar jam 09.00 pagi ada sebagian atap yang roboh lagi. Posisinya di sisi bagian luar,’’ terang Plt Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Selasa (9/2).

Gaguk menyebutkan, plafon yang ambruk kurang lebih seluas 10 meter persegi. Pihaknya mengaku tidak mengetahui pasti faktor penyebab ambrolnya bagian atap tersebut. Sebab, saat kejadian, tidak sedang terjadi cuaca buruk maupun kegiatan fisik. ’’Jadi, belum diketahui penyebabnya apa,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Usut Plafon Ambruk, DPRD Panggil Dua Kontraktor

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambrolnya plafon kemarin. Mengingat, titik lokasinya tidak dimanfaatkan untuk aktivitas pelayanan maupun perkantoran. Terlebih, sejak insiden jebolnya plafon sebulan lalu, seluruh lantai di MPP telah disterilkan hingga saat ini.

Namun, lokasi ambrolnya plafon kali ini merupakan akses keluar dari tempat parkir di basemen GMSC. Karena itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini melakukan pembatasan akses utama dan hanya menerapkan satu jalur. ’’Seluruh akses yang mendekat ke situ (lokasi ambrolnya plafon) saya tutup semua, termasuk di lobi. Saya takut ada jebol susulan lagi nanti,’’ paparnya.

Sehingga, para pemohon pelayanan publik maupun pegawai di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di GMSC hanya bisa melalui satu jalur. Yakni langsung menuju tempat parkir dan melalui pintu masuk basemen.

Baca Juga :  Disantap Dump Truk, Satu Pemuda Gedeg Tewas, Satu Lagi Luka-Luka

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menambahkan, penerapan one way itu tak lain sebagai upaya antisipasi. Terlebih, kejadian jebolnya plafon telah terjadi dua kali dalam kurun sebulan terakhir. Dan kejadiannya juga terjadi di lantai yang sama. ’’Yang jelas dengan ambrolnya itu kita semakin waspada. Tempat-tempat lain pun saya antisipasi. Kita tidak ingin terjadi lagi, tapi jika terjadi lagi jangan sampai ada korban,’’ ujar Gaguk.

Pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto untuk melakukan pembersihan puing reruntuhan plafon. Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto hingga sore kemarin, di sekitar area jebolnya plafon masih dilakukan penutupan sementara dengan batang bambu. Sejumlah pekerja juga tampak membersihkan material kerusakan. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Genap sebulan pasca insiden ambruknya plafon di Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto 9 Januari lalu, kondisinya kini semakin parah. Selasa (9/2), plafon yang juga berada di lantai mal pelayanan publik (MPP) kembali ambrol. Pihak terkait pun melakukan pengamanan mewaspadai jebol susulan.

Runtuhnya bagian atap kali ini berada di bagian luar gedung. Tepatnya berada di sisi utara bangunan empat lantai itu. ’’Saya tiba-tiba mendapat laporan sekitar jam 09.00 pagi ada sebagian atap yang roboh lagi. Posisinya di sisi bagian luar,’’ terang Plt Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Selasa (9/2).

Gaguk menyebutkan, plafon yang ambruk kurang lebih seluas 10 meter persegi. Pihaknya mengaku tidak mengetahui pasti faktor penyebab ambrolnya bagian atap tersebut. Sebab, saat kejadian, tidak sedang terjadi cuaca buruk maupun kegiatan fisik. ’’Jadi, belum diketahui penyebabnya apa,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Polisi Akan Pasang Police Line

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambrolnya plafon kemarin. Mengingat, titik lokasinya tidak dimanfaatkan untuk aktivitas pelayanan maupun perkantoran. Terlebih, sejak insiden jebolnya plafon sebulan lalu, seluruh lantai di MPP telah disterilkan hingga saat ini.

Namun, lokasi ambrolnya plafon kali ini merupakan akses keluar dari tempat parkir di basemen GMSC. Karena itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini melakukan pembatasan akses utama dan hanya menerapkan satu jalur. ’’Seluruh akses yang mendekat ke situ (lokasi ambrolnya plafon) saya tutup semua, termasuk di lobi. Saya takut ada jebol susulan lagi nanti,’’ paparnya.

Sehingga, para pemohon pelayanan publik maupun pegawai di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di GMSC hanya bisa melalui satu jalur. Yakni langsung menuju tempat parkir dan melalui pintu masuk basemen.

Baca Juga :  Plafon GMSC Masih Tanggung Jawab Kontraktor
- Advertisement -

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menambahkan, penerapan one way itu tak lain sebagai upaya antisipasi. Terlebih, kejadian jebolnya plafon telah terjadi dua kali dalam kurun sebulan terakhir. Dan kejadiannya juga terjadi di lantai yang sama. ’’Yang jelas dengan ambrolnya itu kita semakin waspada. Tempat-tempat lain pun saya antisipasi. Kita tidak ingin terjadi lagi, tapi jika terjadi lagi jangan sampai ada korban,’’ ujar Gaguk.

Pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto untuk melakukan pembersihan puing reruntuhan plafon. Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto hingga sore kemarin, di sekitar area jebolnya plafon masih dilakukan penutupan sementara dengan batang bambu. Sejumlah pekerja juga tampak membersihkan material kerusakan. 

Artikel Terkait

Most Read

Kuda Hitam di Ajang Kontestasi Sekda

Dishub Kota Perluas Jangkauan CCTV

Klaim Semua Pemohon Tidak Keberatan

Artikel Terbaru


/