alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Bayi Dilahirkan di Ponten PNPM, lalu Dibuang Pelaku di Sungai

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga menemukan jasad bayi laki-laki dalam kondisi meninggal di Sungai Gayaman, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto Senin (7/12) pagi. Diduga bayi tersebut dibuang sesaat setelah dilahirkan ibunya.

Menyusul, jasad bayi ini masih tampak lemas saat dievakuasi petugas. Hingga kemarin polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa tersebut.

Kapolsek Mojoanyar AKP Airlangga R. Pharmady menyebutkan, diduga jasad bayi yang dibuang dengan ari-arinya itu sekitar 4 jam setelah dilahirkan. Namun, untuk memastikan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi RS Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo.

”Diduga bayi itu dibuang sekitar 4 jam setelah dilahirkan. Mungkin setelah melahirkan di ponten (PNPM Mandiri) desa itu, pelakunya panik dan dibuang ke kali (sungai) itu,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, warga menemukan jasad bayi tersebut Senin (7/12) sekitar pukul 05.00 WIB.
Airlangga menjelaskan, jasad bayi yang dilarikan ke RS Porong itu hasil autopsinya belum diketahui pasti kapan bakal rampung. ”Mudah-mudahan hasil visumnya bisa selesai minggu ini. Kami juga masih belum bisa memastikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kuli Bangunan Ngutil Perhiasan di Tempat Kerja

Dia menambahkan, kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Senin (7/12) pukul 09.00 WIB. Pihaknya juga telah meminta keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi. ”Kemarin (7/12) kami lakukan olah TKP. Kami juga mengamankan barang bukti dan pemeriksan saksi,” paparnya.

Di antara saksi-saksi berjumlah tiga orang tersebut adalah kepala dusun dan dua warga setempat. Sedangkan barang bukti yang ditemukan berupa gumpalan darah dan jasad bayi di depan ponten. Sempat beredar kecurigaan warga adanya sepasang kekasih di ponten umum saat menjelang fajar sebelum ditemukannya jasad bayi tersebut.

”Ya memang ada kecurigaan itu. Tapi, itu masih perlu adanya penelusuran dan penyelidikan lagi,” kata Airlangga. Dia menambahkan, dalam proses penyelidikan ini pihaknya dibantu Satreskrim Polres Mojokerto.

Baca Juga :  Eksepsi Terdakwa Kasus Aborsi Anak Sendiri Ditolak Hakim

Disinggung terkait hasil hubungan gelap, pihaknya tak mau berspekulasi lebih jauh. Lantaran kasus ini masih perlu dalam pengembangan. ”Kita belum bisa menduga-duga (lebih jauh). Setelah kita dapat keterangan dari yang bersangkutan mungkin akan lebih jelas,” tegasnya.

Airlangga menghimbau, bagi masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus tersebut untuk segera melaporkan ke polisi.

”Kami mohon doa dan batuannya, bagi masyarakat mengetahui atau bahkan ada hubungan dari temuan ini untuk segera melapor ke kepolisian. Tentu informasi tersebut akan menjadi petunjuk bagi kami supaya menemui titik terang,” harapnya. (vad)

 

 

 

 

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga menemukan jasad bayi laki-laki dalam kondisi meninggal di Sungai Gayaman, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto Senin (7/12) pagi. Diduga bayi tersebut dibuang sesaat setelah dilahirkan ibunya.

Menyusul, jasad bayi ini masih tampak lemas saat dievakuasi petugas. Hingga kemarin polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa tersebut.

Kapolsek Mojoanyar AKP Airlangga R. Pharmady menyebutkan, diduga jasad bayi yang dibuang dengan ari-arinya itu sekitar 4 jam setelah dilahirkan. Namun, untuk memastikan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi RS Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo.

”Diduga bayi itu dibuang sekitar 4 jam setelah dilahirkan. Mungkin setelah melahirkan di ponten (PNPM Mandiri) desa itu, pelakunya panik dan dibuang ke kali (sungai) itu,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, warga menemukan jasad bayi tersebut Senin (7/12) sekitar pukul 05.00 WIB.
Airlangga menjelaskan, jasad bayi yang dilarikan ke RS Porong itu hasil autopsinya belum diketahui pasti kapan bakal rampung. ”Mudah-mudahan hasil visumnya bisa selesai minggu ini. Kami juga masih belum bisa memastikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Eksepsi Terdakwa Kasus Aborsi Anak Sendiri Ditolak Hakim

Dia menambahkan, kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Senin (7/12) pukul 09.00 WIB. Pihaknya juga telah meminta keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi. ”Kemarin (7/12) kami lakukan olah TKP. Kami juga mengamankan barang bukti dan pemeriksan saksi,” paparnya.

- Advertisement -

Di antara saksi-saksi berjumlah tiga orang tersebut adalah kepala dusun dan dua warga setempat. Sedangkan barang bukti yang ditemukan berupa gumpalan darah dan jasad bayi di depan ponten. Sempat beredar kecurigaan warga adanya sepasang kekasih di ponten umum saat menjelang fajar sebelum ditemukannya jasad bayi tersebut.

”Ya memang ada kecurigaan itu. Tapi, itu masih perlu adanya penelusuran dan penyelidikan lagi,” kata Airlangga. Dia menambahkan, dalam proses penyelidikan ini pihaknya dibantu Satreskrim Polres Mojokerto.

Baca Juga :  Kuli Bangunan Ngutil Perhiasan di Tempat Kerja

Disinggung terkait hasil hubungan gelap, pihaknya tak mau berspekulasi lebih jauh. Lantaran kasus ini masih perlu dalam pengembangan. ”Kita belum bisa menduga-duga (lebih jauh). Setelah kita dapat keterangan dari yang bersangkutan mungkin akan lebih jelas,” tegasnya.

Airlangga menghimbau, bagi masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus tersebut untuk segera melaporkan ke polisi.

”Kami mohon doa dan batuannya, bagi masyarakat mengetahui atau bahkan ada hubungan dari temuan ini untuk segera melapor ke kepolisian. Tentu informasi tersebut akan menjadi petunjuk bagi kami supaya menemui titik terang,” harapnya. (vad)

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Warga Jetis Ditemukan Membusuk di Kursi

Polisi Siapkan Ribuan Nasi Bungkus

Imbau Sekolah Tunda Studi Wisata

Bripda RB, Pacar NWR Ditahan Polda Jatim

Artikel Terbaru


/