alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Akhir Tahun, Curanmor Meningkat, Sepekan Lima Motor Amblas

MOJOKERTO – Kewaspadaan masyarakat terkait aksi kejahatan di pengujung tahun 2018 ini harus benar-benar ditingkatkan. Pasalnya, tren kejahatan saat ini cenderung terus meningkat.

Khususnya untuk kejahatan konvensional. Terbukti, tidak hanya kasus pembobolan toko atau konter saja, di awal Desamber ini sejumlah kasus curanmor dengan berbagai modus juga masuk di meja kepolisian.

Seperti yang dialami Annas Khoirudin, 26, warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Sepeda motor Honda Scoopy nopol S 5620 NAB miliknya amblas digondol pelaku saat diparkir di teras masjid di Dusun/Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari.

’’Kebetulan, saat itu motor saya parkir sekitar jam 08.00, dan saya tinggal bekerja di konter,’’ ungkap Annas. Seperti biasa, selama bekerja di konter miliknya, sepeda motor memang selalu diparkir di teras Masjid Darussalam di Dusun/Desa Sumbertanggul yang lokasinya berdekatan dengan konter.

Sekitar pukul 12.30 sepeda motor masih terlihat terparkir di lokasi. Karena dianggap masih aman, baru setelah itu ditinggal beli pentol cilok di selatan masjid oleh istrinya. Namun, di tengah fokus membeli pentol cilok, istrinya terkejut lantaran sekitar pukul 13.00 sepeda motornya sudah tidak ada di tempat.

Baca Juga :  Karyawati Tewas Usai Gituan dengan PIL di Homestay

’’Kami tahunya juga diberi tahu orang tua. Dimana sepeda motor kamu, kok tidak ada,’’ terangnya menirukan pertanyakan orang tuanya. Setelah dicek, ternyata benar. Sepeda motonya sudah hilang dicuri.

Saat ditanyakan pada orang yang ada di sekitar lokasi, mereka mengaku tidak mengetahui. Diduga, pelaku membawa kabur dengan merusak menggunakan kunci T. Menyusul, sepeda motor warna hitam merah tersebut sudah dikunci stang.

’’Kerugian ditafsir sekitar Rp 16 juta,’’ tandasnya. Hal yang sama juga dialami Moh. Sarifah, 42, warga Dusun Bangsri, Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro. Bahkan, dalam waktu semalam, dua sepeda motor sekaligus hilang dicuri kawanan pelaku curanmor.

Masing-masing Kawasaki LX 150 F nopol S 6293 RD dan  Kawasaki LX 150 H nopol B 3685 FZP. ’’Kerugian mencapai Rp 40 juta,’’ katanya. Pencurian itu dilakukan pelaku yang diduga jumlahnya lebih dari satu orang di rumahnya pada Sabtu (1/12) dini hari.

Modusnya, pelaku lebih dulu masuk ke teras rumah dengan cara merusak kuci gerbang. Setelah berhasil masuk, diduga pelaku menggunakan kunci T untuk membawa dua sepeda motor yang terparkir.

’’Kejadian ini baru saya ketahui sekitar pukul 06.00 pagi saat bangun tidur,’’ tuturnya. Tak hanya curanmor. Pencurian dengan modus penipuan juga terjadi di tempat parkir warung singgah, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo.

Baca Juga :  Pelaku Masih Kerabat

Sepeda motor Honda Vario nopol W 4470 OM juga berhasil dibawa kabur pelaku. Akibatnya, pemilik motor, Rodiah Ahmadi, 23, warga Dusun Jeruk, Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Modusnya cukup licik. Pelaku pura-pura memindahkan parkir sepeda korban ke belakang warung. Tapi, faktanya sepeda motornya malah dibawa kabur. Untuk proses penyelidikan, kini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Mojokerto.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Mojokerto AKP Zainal Abidin  membenarkan banyaknya laporan kasus curanmor belakangan ini. Menurut dia, sejumlah kasus tersebut saat ini sudah dalam penanganan petugas.

’’Yang jelas dari sejumlah tempat kejadian perkara, ada yang sudah terungkap dan ada yang belum,’’ ungkapnya. Kendati begitu, dari data yang masuk ke polisi, di akhir tahun ini memang ada peningkatan kasus.

Seperti curat maupun curanmor. Modus operandinya tidak berbeda dengan pelaku pada umumnya. Untuk kasus curat, bermodal linggis, pelaku melakukan aksi kejahatan dengan menjebol kunci pintu toko dan rumah.

Sebaliknya, dengan menggunakan kunci T atau palsu, pelaku juga membawa kabur sepeda motor korban. ’’Yang jelas, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan,’’ pungkasnya. 

 

MOJOKERTO – Kewaspadaan masyarakat terkait aksi kejahatan di pengujung tahun 2018 ini harus benar-benar ditingkatkan. Pasalnya, tren kejahatan saat ini cenderung terus meningkat.

Khususnya untuk kejahatan konvensional. Terbukti, tidak hanya kasus pembobolan toko atau konter saja, di awal Desamber ini sejumlah kasus curanmor dengan berbagai modus juga masuk di meja kepolisian.

Seperti yang dialami Annas Khoirudin, 26, warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Sepeda motor Honda Scoopy nopol S 5620 NAB miliknya amblas digondol pelaku saat diparkir di teras masjid di Dusun/Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari.

’’Kebetulan, saat itu motor saya parkir sekitar jam 08.00, dan saya tinggal bekerja di konter,’’ ungkap Annas. Seperti biasa, selama bekerja di konter miliknya, sepeda motor memang selalu diparkir di teras Masjid Darussalam di Dusun/Desa Sumbertanggul yang lokasinya berdekatan dengan konter.

- Advertisement -

Sekitar pukul 12.30 sepeda motor masih terlihat terparkir di lokasi. Karena dianggap masih aman, baru setelah itu ditinggal beli pentol cilok di selatan masjid oleh istrinya. Namun, di tengah fokus membeli pentol cilok, istrinya terkejut lantaran sekitar pukul 13.00 sepeda motornya sudah tidak ada di tempat.

Baca Juga :  Tambang Liar Marak, Kewenangan di Kepolisian

’’Kami tahunya juga diberi tahu orang tua. Dimana sepeda motor kamu, kok tidak ada,’’ terangnya menirukan pertanyakan orang tuanya. Setelah dicek, ternyata benar. Sepeda motonya sudah hilang dicuri.

Saat ditanyakan pada orang yang ada di sekitar lokasi, mereka mengaku tidak mengetahui. Diduga, pelaku membawa kabur dengan merusak menggunakan kunci T. Menyusul, sepeda motor warna hitam merah tersebut sudah dikunci stang.

’’Kerugian ditafsir sekitar Rp 16 juta,’’ tandasnya. Hal yang sama juga dialami Moh. Sarifah, 42, warga Dusun Bangsri, Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro. Bahkan, dalam waktu semalam, dua sepeda motor sekaligus hilang dicuri kawanan pelaku curanmor.

Masing-masing Kawasaki LX 150 F nopol S 6293 RD dan  Kawasaki LX 150 H nopol B 3685 FZP. ’’Kerugian mencapai Rp 40 juta,’’ katanya. Pencurian itu dilakukan pelaku yang diduga jumlahnya lebih dari satu orang di rumahnya pada Sabtu (1/12) dini hari.

Modusnya, pelaku lebih dulu masuk ke teras rumah dengan cara merusak kuci gerbang. Setelah berhasil masuk, diduga pelaku menggunakan kunci T untuk membawa dua sepeda motor yang terparkir.

’’Kejadian ini baru saya ketahui sekitar pukul 06.00 pagi saat bangun tidur,’’ tuturnya. Tak hanya curanmor. Pencurian dengan modus penipuan juga terjadi di tempat parkir warung singgah, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo.

Baca Juga :  Giliran Novi Rahardjo dan Subambihanto Diperiksa KPK

Sepeda motor Honda Vario nopol W 4470 OM juga berhasil dibawa kabur pelaku. Akibatnya, pemilik motor, Rodiah Ahmadi, 23, warga Dusun Jeruk, Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Modusnya cukup licik. Pelaku pura-pura memindahkan parkir sepeda korban ke belakang warung. Tapi, faktanya sepeda motornya malah dibawa kabur. Untuk proses penyelidikan, kini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Mojokerto.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Mojokerto AKP Zainal Abidin  membenarkan banyaknya laporan kasus curanmor belakangan ini. Menurut dia, sejumlah kasus tersebut saat ini sudah dalam penanganan petugas.

’’Yang jelas dari sejumlah tempat kejadian perkara, ada yang sudah terungkap dan ada yang belum,’’ ungkapnya. Kendati begitu, dari data yang masuk ke polisi, di akhir tahun ini memang ada peningkatan kasus.

Seperti curat maupun curanmor. Modus operandinya tidak berbeda dengan pelaku pada umumnya. Untuk kasus curat, bermodal linggis, pelaku melakukan aksi kejahatan dengan menjebol kunci pintu toko dan rumah.

Sebaliknya, dengan menggunakan kunci T atau palsu, pelaku juga membawa kabur sepeda motor korban. ’’Yang jelas, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/