alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dua Jaringan Narkoba Edarkan Pil Koplo Dikemas Vitamin B1

MOJOSARI – Peredaran dan penyalagunaan obat-obatan terlarang kian genting. Di awal November ini saja, setidaknya sudah ada empat pengedar pil dobel L diringkus Satnarkoba Polres Mojokerto dan Polsek Sooko. Sebanyak 552 butir pil koplo siap edar diamankan sebagai barang bukti.

Empat tersangka itu masing-masing Kamim Alex Mashuri, 29, warga Dusun Kedungpeluk, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet; Sugiono, 44, warga Desa Centong, Kecamatan Gondang; Rudi Kristanto, 24, dan Muhammad Arifin, 23, keduanya warga Dusun Ngepung, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Kasubaghumas Polres Mojokerto, Kompol Sutarto menjelaskan, empat tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda. Rudi Kristanto dan Muhammad Arifin ditangkap lebih dulu. Keduanya diamankan anggota Polsek Sooko saat bertransaksi di Jalan Raya Basuni, Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kamis lalu (2/11).

Mulanya, Unitreskrim Polsek Sooko mendapati informasi akan ada transaksi narkoba di wilayah hukumnya. Saat dilakukan pengecekan, di lokasi, petugas melihat empat orang mencurigakan sedang bergerombol. Dua di antaranya adalah Rudi Kristanto dan Muhammad Arifin. Mereka bersama dua orang perempuan. Yakni, PP, 20, warga Trowulan, dan RA Aprilia, 20, warga Desa Gemekan, Kecamatan Sooko.

Baca Juga :  Pemuda Ngoro dan Dlanggu Jadi Pengedar Sabu

Petugas kemudian menghampiri dan melakukan penggeledahan. Alhasil, dari tangan PP didapati lima butir pil dobel L. ’’Setelah dikembangkan, ternyata barang haram itu di dapat dari tersangka Arifin,’’ tegasnya. ’’Di saku Arifin petugas menemukan 47 butir pil koplo siap edar,’’ imbuh Sutarto.  Tak hanya itu, dari saku Rudi Krisanto didapati uang Rp 20 ribu hasil penjualan. ’’Tapi, untuk dua perempuan statusnya baru sebagai saksi,’’ tandasnya.

Sementara itu, lanjut Sutarto, di lokasi berbeda, satnarkoba menangkap dua pelaku pengedar pil dobel L. Yakni, Kamim Alex Mashuri dan Sugiono. Keduanya ditangkap saat bertransaksi di depan kos-kosan di Desa Randubangu, Kecamatan Mojosari. Setidaknya 500 pil dobel L kemasan 50 butir diamankan dari tangan keduanya. Uang tunai Rp 586 diduga hasil penjualan turut disita sebagai barang bukti.

Baca Juga :  Predator Anak Mojokerto Ajukan PK  

’’Hasil pemeriksaan, dari empat tersangka ini, beberapa pelaku lain sudah kami kantongi. Sekarang masih dalam pengejaran,’’ tandasnya. Keempat tersangka merupakan dua jaringan pengedar pil koplo yang biasa menyasar kalangan pekerja dan pelajar. Mereka menawarkan harga yang sangat murah.

Untuk mengelabui pelanggan, tak jarang pil dobel L ini dikemas menggunakan merek vitamin B1. ’’Artinya, pelajar juga menjadi sasaran empuk peredaran obat terlarang ini,’’ tegasnya. Kini, empat tersangka dijerat pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.

MOJOSARI – Peredaran dan penyalagunaan obat-obatan terlarang kian genting. Di awal November ini saja, setidaknya sudah ada empat pengedar pil dobel L diringkus Satnarkoba Polres Mojokerto dan Polsek Sooko. Sebanyak 552 butir pil koplo siap edar diamankan sebagai barang bukti.

Empat tersangka itu masing-masing Kamim Alex Mashuri, 29, warga Dusun Kedungpeluk, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet; Sugiono, 44, warga Desa Centong, Kecamatan Gondang; Rudi Kristanto, 24, dan Muhammad Arifin, 23, keduanya warga Dusun Ngepung, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Kasubaghumas Polres Mojokerto, Kompol Sutarto menjelaskan, empat tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda. Rudi Kristanto dan Muhammad Arifin ditangkap lebih dulu. Keduanya diamankan anggota Polsek Sooko saat bertransaksi di Jalan Raya Basuni, Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kamis lalu (2/11).

Mulanya, Unitreskrim Polsek Sooko mendapati informasi akan ada transaksi narkoba di wilayah hukumnya. Saat dilakukan pengecekan, di lokasi, petugas melihat empat orang mencurigakan sedang bergerombol. Dua di antaranya adalah Rudi Kristanto dan Muhammad Arifin. Mereka bersama dua orang perempuan. Yakni, PP, 20, warga Trowulan, dan RA Aprilia, 20, warga Desa Gemekan, Kecamatan Sooko.

Baca Juga :  Berantas Narkoba lewat Kolaborasi dan Edukasi

Petugas kemudian menghampiri dan melakukan penggeledahan. Alhasil, dari tangan PP didapati lima butir pil dobel L. ’’Setelah dikembangkan, ternyata barang haram itu di dapat dari tersangka Arifin,’’ tegasnya. ’’Di saku Arifin petugas menemukan 47 butir pil koplo siap edar,’’ imbuh Sutarto.  Tak hanya itu, dari saku Rudi Krisanto didapati uang Rp 20 ribu hasil penjualan. ’’Tapi, untuk dua perempuan statusnya baru sebagai saksi,’’ tandasnya.

Sementara itu, lanjut Sutarto, di lokasi berbeda, satnarkoba menangkap dua pelaku pengedar pil dobel L. Yakni, Kamim Alex Mashuri dan Sugiono. Keduanya ditangkap saat bertransaksi di depan kos-kosan di Desa Randubangu, Kecamatan Mojosari. Setidaknya 500 pil dobel L kemasan 50 butir diamankan dari tangan keduanya. Uang tunai Rp 586 diduga hasil penjualan turut disita sebagai barang bukti.

Baca Juga :  Predator Anak Mojokerto Ajukan PK  
- Advertisement -

’’Hasil pemeriksaan, dari empat tersangka ini, beberapa pelaku lain sudah kami kantongi. Sekarang masih dalam pengejaran,’’ tandasnya. Keempat tersangka merupakan dua jaringan pengedar pil koplo yang biasa menyasar kalangan pekerja dan pelajar. Mereka menawarkan harga yang sangat murah.

Untuk mengelabui pelanggan, tak jarang pil dobel L ini dikemas menggunakan merek vitamin B1. ’’Artinya, pelajar juga menjadi sasaran empuk peredaran obat terlarang ini,’’ tegasnya. Kini, empat tersangka dijerat pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/