Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kamar Kos di Meri Jadi Ajang Pesta Miras

Tiga Pasangan dan Puluhan Botol Diamankan

09 Oktober 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Kamar Kos di Meri Jadi Ajang Pesta Miras

TINDAK LANJUT: Tiga pasangan mesum diperiksa di Ruang Tipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota. Puluhan barang bukti miras juga diamankan. (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga pasangan bukan suami istri digaruk polisi dari dua rumah kos di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Jumat petang (8/10). Selain itu, petugas juga menyita puluhan botol miras dari kamar yang ditengarai menjadi tempat pesta miras.

Pantauan di lokasi, petugas Satsabahara Polres Mojokerto Kota melakukan razia mulai pukul 16.00. Di lokasi pertama, dua pasangan bukan suami istri tepergok sekamar dengan kondisi pintu terkunci. Satu kamar berisi seorang laki-laki dan dua perempuan. ”Saya ojek online. Ini tadi hanya mengantar minuman,” ucap YS, 26.

Pria asal kecamatan Prajurit Kulon itu mengaku, hanya berkunjung ke tempat kos temannya, YL, 21, dan DN, 21. ”Tidak ngapa-ngapain. Saya juga ndak doyan dengan model begini,” ucap YL sambil menunjuk YS.

Baca juga: Satu Tersangka Asusila Anak Masih Bebas

Dari kamar lain, satu pasangan juga diamankan. Seorang laki-laki KB, 21, dan perempuan WD, 20, asal Kecamatan Kutorejo tepergok berduaan di dalam kamar. KB mengaku, hanya mengantar makanan untuk mantan adik kelasnya semasa sekolah tersebut. ”Baru sekali ini ke sini. Katanya minta dibelikan makanan,” ucap pria dengan potongan rambut gondrong itu.

Di kamar yang dihuni WD tersebut, petugas juga menemukan puluhan botol miras kosong. Botol berbagai merek itu ditata rapi di pojok kamar dan di atas almari. ”Dia memang sering mabuk-mabukan sendiri di kamarnya,” imbuh KB.

Terdapat 24 botol miras yang diamankan. Kelima orang ini kemudian dibawa ke Mapolresta untuk pemeriksaan. Petugas kemudian melanjutkan razia ke tempat lain. Di sana, satu pasang bukan suami istri kembali diamankan. Masing-masing OY, 21, pria asal Kecamatan Jetis, dan Ep, 22, asal Kecamatan Kranggan.

Kaur Tipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto menjelaskan, razia bermula dari informasi masyarakat adanya aktivitas penyalagunaan tempat kos. Selain ditempati pasangan bukan suami istri, di sana juga banyak tempat kos yang disewakan per jam sebagai tempat asusila. ”Indikasi jam-jaman ini, artinya untuk hal-hal negatif. Harga sewanya ada yang Rp 30 ribu per tiga jam,” ucapnya.

Namun, tiga kamar yang digerebek petugas, seluruhnya penghuni kamar. Hasil pemeriksaan, ketujuh orang yang diamankan mengaku tidak melakukan tindakan asusila. Empat perempuan bekerja sebagai LC. ”Mereka (tiga laki-laki) hanya berkunjung. Istilahnya sugar daddy,” sebutnya.

Terkait kamar yang ditemukan puluhan botol miras memang kerap dipakai untuk pesta miras. Pemilik mengundang teman-temannya untuk mabuk-mabukan. ”Kami akan telusuri asal usul mirasnya,” imbuh dia.

Mereka dikenakan tindak pidana ringan sesuai pasal 92 juncto pasal 70 Perda Kota Mojokerto Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Trantibum dengan ancaman hukuman tiga bulan. Kasubbaghumas Polres Mojokerto Kota Ipda MK Umam menegaskan, razia kamar kos merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi tindakan asulisa. ”Dalam razia tadi berjalan aman dan ini terus kami gencarkan untuk meminimalisir aksi penyalagunaan kos-kosan,” terangnya. (adi/ron) 

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia