alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Peracik Kosmetik Palsu Asal Kelurahan Kranggan Dituntut Hukuman Ringan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rahajeng Ratnasari buru-buru keluar dari ruang tahanan perempuan di PN Mojokerto, di Jalan RA Basuni, Sooko. Siang itu, ia dipanggil petugas kejaksaan untuk segera masuk ke ruang sidang.

Aktivitas merajut yang dilakukan sejak pagi, langsung dihentikan. Siang itu, penjual kosmetik ilegal asal Lingkungan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto itu, dijadwalkan menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Duduk di kursi pesakitan, perempuan yang akrab disapa Sari tersebut, terus menyembunyikan wajahnya di balik jilbab hitam yang digunakan. Ia baru mendongakkan kepalanya setelah mendengar tuntutan jaksa dengan hukuman selama 9 bulan penjara.

Terdakwa diyakini terbukti melanggar pasal 197 subsider Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2019 tentang Kesehatan juncto pasal 61 ayat Nomor 1 tentang Perlindungan Konsumen. ’’Terdakwa terbukti memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar,’’ tegas JPU Johan Dwi Junianto.

Baca Juga :  Kejari Usut Dana Hibah KONI Kota Mojokerto

Didampingi kuasa hukumnya, Wimbo Boedi Widigdo, SH, Sari langsung membantahnya. Dan bantahan akan diajukan pekan depan dengan agenda pleidoi. Alasan mengajukan nota pembelaan disebabkan sejumlah unsur. Wimbo menegaskan, tuntutan hukuman penjara selama 9 bulan dinilai terlalu berat.

Karena Sari tak pernah memproduksi kosmetik seperti yang dituduhkan jaksa. ’’Semuanya itu barang titipan. Bukan meracik. Bukan memproduksi. Tetapi, semua itu barang titipan,’’ tegasnya. Ketua majelis hakim Joko Waluyo, SH, memberikan waktu tenggat pekan depan untuk mengajukan pembelaan.

Sebelumnya, Polres Mojokerto Kota menyita ratusan kosmetik dari 19 jenis di rumah Sari di Panggreman nomor 2A, Kranggan, Kota Mojokerto. Kosmetik yang tak diakui dinas kesehatan dan nihilnya registrasi BPOM tersebut, dipasarkan secara online.

Baca Juga :  Diserang Ratusan Tawon, Dilarikan ke Puskesmas

Barang yang dipasarkan Sari, merupakan racikan sendiri. Bahan kosmetik atau cream yang diperoleh melalui daring tersebut, dioplos dengan produk lain yang asli. Setiap kemasan diberi produk merek pelaku sendiri.

Tidak ada alat khusus dalam proses peracikan. Pelaku hanya mencampur dan mengubah takaran. Sehingga, lebih banyak hasilnya, dan juga mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Bisnis haram yang sudah dijalani Sari sudah berjalan selama dua tahun dengan omset hingga ratusan juta.

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rahajeng Ratnasari buru-buru keluar dari ruang tahanan perempuan di PN Mojokerto, di Jalan RA Basuni, Sooko. Siang itu, ia dipanggil petugas kejaksaan untuk segera masuk ke ruang sidang.

Aktivitas merajut yang dilakukan sejak pagi, langsung dihentikan. Siang itu, penjual kosmetik ilegal asal Lingkungan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto itu, dijadwalkan menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Duduk di kursi pesakitan, perempuan yang akrab disapa Sari tersebut, terus menyembunyikan wajahnya di balik jilbab hitam yang digunakan. Ia baru mendongakkan kepalanya setelah mendengar tuntutan jaksa dengan hukuman selama 9 bulan penjara.

Terdakwa diyakini terbukti melanggar pasal 197 subsider Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2019 tentang Kesehatan juncto pasal 61 ayat Nomor 1 tentang Perlindungan Konsumen. ’’Terdakwa terbukti memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar,’’ tegas JPU Johan Dwi Junianto.

Baca Juga :  Kranggan Pilot Project Kampung RJ di Kota Mojokerto

Didampingi kuasa hukumnya, Wimbo Boedi Widigdo, SH, Sari langsung membantahnya. Dan bantahan akan diajukan pekan depan dengan agenda pleidoi. Alasan mengajukan nota pembelaan disebabkan sejumlah unsur. Wimbo menegaskan, tuntutan hukuman penjara selama 9 bulan dinilai terlalu berat.

Karena Sari tak pernah memproduksi kosmetik seperti yang dituduhkan jaksa. ’’Semuanya itu barang titipan. Bukan meracik. Bukan memproduksi. Tetapi, semua itu barang titipan,’’ tegasnya. Ketua majelis hakim Joko Waluyo, SH, memberikan waktu tenggat pekan depan untuk mengajukan pembelaan.

- Advertisement -

Sebelumnya, Polres Mojokerto Kota menyita ratusan kosmetik dari 19 jenis di rumah Sari di Panggreman nomor 2A, Kranggan, Kota Mojokerto. Kosmetik yang tak diakui dinas kesehatan dan nihilnya registrasi BPOM tersebut, dipasarkan secara online.

Baca Juga :  Bermain di Sungai, Satu Bocah Tewas, Satu Lagi Kritis

Barang yang dipasarkan Sari, merupakan racikan sendiri. Bahan kosmetik atau cream yang diperoleh melalui daring tersebut, dioplos dengan produk lain yang asli. Setiap kemasan diberi produk merek pelaku sendiri.

Tidak ada alat khusus dalam proses peracikan. Pelaku hanya mencampur dan mengubah takaran. Sehingga, lebih banyak hasilnya, dan juga mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Bisnis haram yang sudah dijalani Sari sudah berjalan selama dua tahun dengan omset hingga ratusan juta.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Lebih Praktis dan Rapi

Serikat Buruh Tunggu Regulasi Resmi

Bupati Ajak Warga Tak Takut Vaksin

Artikel Terbaru

/