alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Asyik Ber-Selfie, Pelajar SMP Disenggol KA Pertamina

MOJOKERTO – Nahas menimpa Reza, pelajar SMP asal Dusun Pandesari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Dia harus dilarikan ke RS Gatoel, Kota Mojokerto lantaran mengalami luka parah di bagian kepala setelah tersambar Kereta Api (KA) PT Pertamina, Rabu (9/8) sore.

Petaka itu terjadi sesaat korban hendak selfie di rel KA, tepatnya di atas underpass Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Mohamad Bagus Irwan, 16, teman korban sekaligus saksi mata menceritakan, sebelum kejadian, dia bersama korban dan satu teman lainnya, Sukma Hadi Aryo, 16, sengaja nongkrong di atas rel untuk menikmati indahnya waktu sore.

Saat itu, korban yang memegang smartphone terlihat sedang asyik ber-selfie atau memotret diri sendiri. Bahkan, karena keasyikan, korban tak menghiraukan kondisi sekitar. Hingga akhirnya muncul KA Pertamina meluncur deras dari arah Jombang atau keluar Stasiun Mojokerto menuju Surabaya.

Baca Juga :  Satpol PP dan ESDM Jatim Turun ke Jatirejo

Saat itu, Bagus dan Sukma yang melihat kedatangan kereta segera menjauh dari rel. Akan tetapi, langkah Bagus dan Sukma ternyata tidak diikuti Reza. Melihat kondisi itu, Bagus sempat meneriaki korban agar ikutan menjauh. Namun sayang, teriakannya tak dihiraukan hingga tubuhnya disambar KA.

Korban akhirnya terpental beberapa meter dari titik awal berdiri dan mengeluarkan banyak darah dari kepala. ’’Tiba-tiba ada kereta lewat. Dia sudah ada di pinggir rel, tapi belum sempat selfie. Terus kita lari karena ada kereta. Kita juga sempat teriak ke Reza tapi dia tidak dengar,” katanya.  

Tubuh korban kemudian tergeletak, dan kepalanya banyak mengeluarkan darah. ”Saya kemudian meminta bantuan orang di warung,’’ terangnya. Bagus menambahkan, kedatangannya di kawasan Benteng Pancasil (Benpas) saat itu sebenarnya hanya untuk menikmati sore bersama korban dan Sukma Hadi Aryo.

Baca Juga :  Randy Tepergok Selingkuh

Saat itu, korban memilih rehat setelah bertransaksi jual beli onderdil motor lewat sistem COD (cash on delivery) dengan seseorang. ’’Saya nggak satu sekolah, dia cuman teman satu desa,’’ ungkap siswa kelas III SMP Muhammadiyah III Kutorejo ini.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polresta Mojokerto, Ipda Karen membenarkan, ikhwal tertabraknya korban akibat keasyikan ber-selfie. Hal itu diketahui dari keterangan saksi dan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) sementara oleh petugas.

Beruntung, korban masih selamat dan langsung dilarikan ke RS Gatoel untuk menjalani perawatan intensif. ’’Posisi berdirinya di pinggir rel, saat kereta datang temannya sudah meneriki, namun korban tidak dengar. Sehingga tubuhnya terserempet kereta dan terpental sekitar satu meter,’’ pungkasnya.

 

 

MOJOKERTO – Nahas menimpa Reza, pelajar SMP asal Dusun Pandesari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Dia harus dilarikan ke RS Gatoel, Kota Mojokerto lantaran mengalami luka parah di bagian kepala setelah tersambar Kereta Api (KA) PT Pertamina, Rabu (9/8) sore.

Petaka itu terjadi sesaat korban hendak selfie di rel KA, tepatnya di atas underpass Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Mohamad Bagus Irwan, 16, teman korban sekaligus saksi mata menceritakan, sebelum kejadian, dia bersama korban dan satu teman lainnya, Sukma Hadi Aryo, 16, sengaja nongkrong di atas rel untuk menikmati indahnya waktu sore.

Saat itu, korban yang memegang smartphone terlihat sedang asyik ber-selfie atau memotret diri sendiri. Bahkan, karena keasyikan, korban tak menghiraukan kondisi sekitar. Hingga akhirnya muncul KA Pertamina meluncur deras dari arah Jombang atau keluar Stasiun Mojokerto menuju Surabaya.

Baca Juga :  Satpol PP dan ESDM Jatim Turun ke Jatirejo

Saat itu, Bagus dan Sukma yang melihat kedatangan kereta segera menjauh dari rel. Akan tetapi, langkah Bagus dan Sukma ternyata tidak diikuti Reza. Melihat kondisi itu, Bagus sempat meneriaki korban agar ikutan menjauh. Namun sayang, teriakannya tak dihiraukan hingga tubuhnya disambar KA.

- Advertisement -

Korban akhirnya terpental beberapa meter dari titik awal berdiri dan mengeluarkan banyak darah dari kepala. ’’Tiba-tiba ada kereta lewat. Dia sudah ada di pinggir rel, tapi belum sempat selfie. Terus kita lari karena ada kereta. Kita juga sempat teriak ke Reza tapi dia tidak dengar,” katanya.  

Tubuh korban kemudian tergeletak, dan kepalanya banyak mengeluarkan darah. ”Saya kemudian meminta bantuan orang di warung,’’ terangnya. Bagus menambahkan, kedatangannya di kawasan Benteng Pancasil (Benpas) saat itu sebenarnya hanya untuk menikmati sore bersama korban dan Sukma Hadi Aryo.

Baca Juga :  5 Pengamen Terminal Ditangkap

Saat itu, korban memilih rehat setelah bertransaksi jual beli onderdil motor lewat sistem COD (cash on delivery) dengan seseorang. ’’Saya nggak satu sekolah, dia cuman teman satu desa,’’ ungkap siswa kelas III SMP Muhammadiyah III Kutorejo ini.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polresta Mojokerto, Ipda Karen membenarkan, ikhwal tertabraknya korban akibat keasyikan ber-selfie. Hal itu diketahui dari keterangan saksi dan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) sementara oleh petugas.

Beruntung, korban masih selamat dan langsung dilarikan ke RS Gatoel untuk menjalani perawatan intensif. ’’Posisi berdirinya di pinggir rel, saat kereta datang temannya sudah meneriki, namun korban tidak dengar. Sehingga tubuhnya terserempet kereta dan terpental sekitar satu meter,’’ pungkasnya.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/