alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Tempat Hiburan Pengaruhi Tingginya Peredaran Narkoba

MOJOKERTO – Peredaran narkoba di Kota Mojokerto terus mendapat atensi khusus Satnarkoba Polresta Mojokerto. Betapa tidak, tingkat peredaran dan penggunaan barang haram tersebut terus bertambah setiap tahunnya.

Hal itu terbukti dari hasil rekapitulasi tangkapan Satnarkoba Polresta selama kurun waktu setengah tahun terakhir. Tak kurang dari tiga bandar besar dan 34 pengedar berhasil diringkus lembaga antimadat itu beserta barang buktinya.

Kenyataan ini sekaligus menjadi warning bagi warga masyarakat kota onde-onde terhadap bahaya narkoba yang tak pandang bulu. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, tak kurang 37 kasus narkoba ditangani petugas satnarkoba selama 6 bulan mulai terakhir.

Terhitung mulai Januari hingga Juni 2017. Dari 37 kasus itu, sedikitnya ada 47 tersangka berhasil dijebloskan ke penjara. Kebanyakan mereka mengedarkan barang haram tersebut di tiga kecamatan paling rawan, yakni Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajurit Kulon.

Baca Juga :  Mesum Dengan Bidan, Dokter Spesialis Digerebek

Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya. Sasaran pengguna oleh para pelaku kini sudah tak memandang wilayah. Jika sebelumnya peredaran lebih banyak berada di basis paling rawan, namun tahun ini justru lebih merata berdasarakn klasifikasi jenis barang haramnya.

Seperti sabu-sabu yang banyak ditemukan di Kecamatan Magersari, ganja di Kecamatan Kranggan, dan dobel L di kecamatan Prajurit Kulon. Munculnya Kecamatan Kranggan sebagai basis peredaran jenis ganja menjadi temuan baru satnarkoba untuk lebih mengintensifkan lagi pengawasan di kecamatan baru itu.

Kasatnarkoba Polresta Mojokerto, AKP Hendro Soesanto mengatakan, peningkatan tingkat peredaran barang haram tak lepas dari perkembangan gaya hidup masyarakat.

Seperti sabu-sabu yang lebih banyak dikonsumsi para pekerja karir karena efek meningkatkan rasa kepercayaan diri dan adrenalin dalam tubuh. Kebutuhan itu juga tak lepas dari tekanan dan mobilitas tinggi dari masing-masing profesi.

Baca Juga :  Dinsos Bantah Mainkan Harga

Tak hanya itu, pil dobel L sebagai jenis narkoba paling murah juga tak menurunkan niat pelaku dalam mengedarkan. Bahkan, pelaku kini memiliki modus tersendiri dengan memanipulasi cover atau bungkus seperti kemasan obat dan vitamin.

’’Mereka kebanyakan masih menggunakan sistem ranjau. Tertinggi tetap sabu-sabu dengan 29 kasus selama setengah tahun,’’ terangnya. Hendro mengungkapkan, tidak ada klasifikasi waktu khusus atas jumlah peredaran yang dilancarkan pelaku.

Hampir setiap bulan tak kurang dari 4 hingga 5 kasus diterima satnarkoba berdasarkan laporan masyarakat dan temuan petugas. Pun demikian juga soal tempat-tempat rawan, Hendro masih menemukan kasus peredaran berada di tempat hiburan dan kos-kosan.

’’Rata-rata tipa bulan kalau nggak lima ya ada empat kasus. Seperti saat bulan Ramadan kemarin, tidak banyak kasus narkoba ditemukan karena semua tempat hiburan tutup,’’ pungkasnya. 

 

 

 

MOJOKERTO – Peredaran narkoba di Kota Mojokerto terus mendapat atensi khusus Satnarkoba Polresta Mojokerto. Betapa tidak, tingkat peredaran dan penggunaan barang haram tersebut terus bertambah setiap tahunnya.

Hal itu terbukti dari hasil rekapitulasi tangkapan Satnarkoba Polresta selama kurun waktu setengah tahun terakhir. Tak kurang dari tiga bandar besar dan 34 pengedar berhasil diringkus lembaga antimadat itu beserta barang buktinya.

Kenyataan ini sekaligus menjadi warning bagi warga masyarakat kota onde-onde terhadap bahaya narkoba yang tak pandang bulu. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, tak kurang 37 kasus narkoba ditangani petugas satnarkoba selama 6 bulan mulai terakhir.

Terhitung mulai Januari hingga Juni 2017. Dari 37 kasus itu, sedikitnya ada 47 tersangka berhasil dijebloskan ke penjara. Kebanyakan mereka mengedarkan barang haram tersebut di tiga kecamatan paling rawan, yakni Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajurit Kulon.

Baca Juga :  Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Tetangga

Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya. Sasaran pengguna oleh para pelaku kini sudah tak memandang wilayah. Jika sebelumnya peredaran lebih banyak berada di basis paling rawan, namun tahun ini justru lebih merata berdasarakn klasifikasi jenis barang haramnya.

Seperti sabu-sabu yang banyak ditemukan di Kecamatan Magersari, ganja di Kecamatan Kranggan, dan dobel L di kecamatan Prajurit Kulon. Munculnya Kecamatan Kranggan sebagai basis peredaran jenis ganja menjadi temuan baru satnarkoba untuk lebih mengintensifkan lagi pengawasan di kecamatan baru itu.

- Advertisement -

Kasatnarkoba Polresta Mojokerto, AKP Hendro Soesanto mengatakan, peningkatan tingkat peredaran barang haram tak lepas dari perkembangan gaya hidup masyarakat.

Seperti sabu-sabu yang lebih banyak dikonsumsi para pekerja karir karena efek meningkatkan rasa kepercayaan diri dan adrenalin dalam tubuh. Kebutuhan itu juga tak lepas dari tekanan dan mobilitas tinggi dari masing-masing profesi.

Baca Juga :  Bayar Denda di Kantor Pos, STNK-SIM Diantar ke Rumah

Tak hanya itu, pil dobel L sebagai jenis narkoba paling murah juga tak menurunkan niat pelaku dalam mengedarkan. Bahkan, pelaku kini memiliki modus tersendiri dengan memanipulasi cover atau bungkus seperti kemasan obat dan vitamin.

’’Mereka kebanyakan masih menggunakan sistem ranjau. Tertinggi tetap sabu-sabu dengan 29 kasus selama setengah tahun,’’ terangnya. Hendro mengungkapkan, tidak ada klasifikasi waktu khusus atas jumlah peredaran yang dilancarkan pelaku.

Hampir setiap bulan tak kurang dari 4 hingga 5 kasus diterima satnarkoba berdasarkan laporan masyarakat dan temuan petugas. Pun demikian juga soal tempat-tempat rawan, Hendro masih menemukan kasus peredaran berada di tempat hiburan dan kos-kosan.

’’Rata-rata tipa bulan kalau nggak lima ya ada empat kasus. Seperti saat bulan Ramadan kemarin, tidak banyak kasus narkoba ditemukan karena semua tempat hiburan tutup,’’ pungkasnya. 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/