alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Todongkan Pistol Rakitan, Maling Motor Tewas Diberondong Peluru Polisi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Maling spesialis sepeda motor, Suyanto, 39, tewas diberondong peluru tajam Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto.

Warga Desa Cangkring, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo ini, dilumpuhkan lantaran membahayakan nyawa petugas saat proses penangkapan berlangsung. Tepatnya di tempat persembunyiannya di kandang ayam kawasan Ngoro, Rabu (3/6).

Itu setelah pelaku menodongkan senjata api (senpi) rakitan dengan amunisi caliber 9 MM ke arah petugas. ’’Tindankan tegas terukur ini karena saat penangkapan, pelaku berupaya melumpuhkan petugas dengan sanjata revolver rakitan,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung saat rilis di mapolres, kemarin (8/6).

Beruntung, saat  pelaku berusaha menembakkan senpi rakitan dengan 5 amunisi caliber 9 MM itu, peluru yang di dalamnya tidak meledak atau cats. Sontak hal itu membuat petugas gerak cepat dengan berbalik melumpuhkan pelaku.

Baca Juga :  Pasang 54 Rambu Sepanjang Jalur Mojokerto-Gresik

Namun, tembakan yang dilakukan petugas tak membuat pelaku ciut nyali. Lagi-lagi upaya penembakan terhadap petugas dilakukan pelaku. Hingga akhirnya pelaku diberondong petugas. Total, ada lima peluru tajam yang bersarang ditubuh pelaku. ’’Dari hasil tindakan terukur, saat kita lakukan pertolongan ke rumah sakit, pelaku ternyata dinyatakan meninggal,’’ tuturnya.

Tindakan tegas terukur ini sejatinya untuk melindungi terhadap jiwa petugas maupun masyarakat. Sehingga tindakan tegas terukur yang dilakukan sudah sesuai prosedur yang ada. ’’Setelah dikembangkan, pelaku ini juga sudah berkali-kali melakukan kejahatan yang sama sejak tahun 2019 dan 2018,’’ tegasnya.

Tak hanya menangkap pelaku, petugas juga berhasil meringkus dua pelaku lainnya. Masing-masing, Eko Wahono, 38, warga Dusun bendungan, Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dan Mohammad Rifa’i, 50 warga Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Diduga Hendak Maling Motor, Perempuan Diarak Ratusan Warga

Keduanya memiliki peran masing-masing. Yakni, Rifa’i selaku penadah kejahatan, sedangkan Eko Wahono berperan eksekutor bersama Suyanto. ’’Hasil kejahatan curanmor ini dijual ke pendah (Rifa’i red) dengan harga Rp 4,8 juta,’’ ujarnya.

Dari hasil penangkapan, petugas ikut menyita barang bukti. Di antaranya, satu pucuk senpi, lima butir amunisi caliber 9 mm, rekaman CCTV di TKP, empat unit HP, satu unit motor Honda Vario. Hingga kini, kasus curanmor ini masih terus dikembangkan. Sebab, masih ada tersangka lain yang menjadi daftar pencaria orang (DPO). Yakni, inisial DN dan YN.

’’Hasil rekaman CCTV, komplotan ini ada empat orang. Aksinya banyak dilakukan malam hari. Di permukiman. Dengan menggunakan kunci T,’’ tegas Feby.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Maling spesialis sepeda motor, Suyanto, 39, tewas diberondong peluru tajam Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto.

Warga Desa Cangkring, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo ini, dilumpuhkan lantaran membahayakan nyawa petugas saat proses penangkapan berlangsung. Tepatnya di tempat persembunyiannya di kandang ayam kawasan Ngoro, Rabu (3/6).

Itu setelah pelaku menodongkan senjata api (senpi) rakitan dengan amunisi caliber 9 MM ke arah petugas. ’’Tindankan tegas terukur ini karena saat penangkapan, pelaku berupaya melumpuhkan petugas dengan sanjata revolver rakitan,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung saat rilis di mapolres, kemarin (8/6).

Beruntung, saat  pelaku berusaha menembakkan senpi rakitan dengan 5 amunisi caliber 9 MM itu, peluru yang di dalamnya tidak meledak atau cats. Sontak hal itu membuat petugas gerak cepat dengan berbalik melumpuhkan pelaku.

Baca Juga :  50 Tempat Hiburan Tutup Selama Sebulan

Namun, tembakan yang dilakukan petugas tak membuat pelaku ciut nyali. Lagi-lagi upaya penembakan terhadap petugas dilakukan pelaku. Hingga akhirnya pelaku diberondong petugas. Total, ada lima peluru tajam yang bersarang ditubuh pelaku. ’’Dari hasil tindakan terukur, saat kita lakukan pertolongan ke rumah sakit, pelaku ternyata dinyatakan meninggal,’’ tuturnya.

Tindakan tegas terukur ini sejatinya untuk melindungi terhadap jiwa petugas maupun masyarakat. Sehingga tindakan tegas terukur yang dilakukan sudah sesuai prosedur yang ada. ’’Setelah dikembangkan, pelaku ini juga sudah berkali-kali melakukan kejahatan yang sama sejak tahun 2019 dan 2018,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Tak hanya menangkap pelaku, petugas juga berhasil meringkus dua pelaku lainnya. Masing-masing, Eko Wahono, 38, warga Dusun bendungan, Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dan Mohammad Rifa’i, 50 warga Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Polisi Tahan Kades dan Sekdes, Diduga Selewengkan Anggaran Dana Desa

Keduanya memiliki peran masing-masing. Yakni, Rifa’i selaku penadah kejahatan, sedangkan Eko Wahono berperan eksekutor bersama Suyanto. ’’Hasil kejahatan curanmor ini dijual ke pendah (Rifa’i red) dengan harga Rp 4,8 juta,’’ ujarnya.

Dari hasil penangkapan, petugas ikut menyita barang bukti. Di antaranya, satu pucuk senpi, lima butir amunisi caliber 9 mm, rekaman CCTV di TKP, empat unit HP, satu unit motor Honda Vario. Hingga kini, kasus curanmor ini masih terus dikembangkan. Sebab, masih ada tersangka lain yang menjadi daftar pencaria orang (DPO). Yakni, inisial DN dan YN.

’’Hasil rekaman CCTV, komplotan ini ada empat orang. Aksinya banyak dilakukan malam hari. Di permukiman. Dengan menggunakan kunci T,’’ tegas Feby.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/