alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Kajari Kabupaten Geser ke Manokwari

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto bakal menjalani perombakan. Sebanyak tiga jabatan vital di korps Adhyaksa ini mengalami pergeseran. Mereka yang mengalami mutasi adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rudy Hartono. Ia akan menduduki jabatan barunya sebagai Asisten Bidang Intelijen di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, Manokwari.

Rudy tercatat telah menjabat di Kejari Kabupaten Mojokerto selama 14 bulan. Ia dilantik sejak Oktober 2018 lalu setelah menggantikan Lubis, SH. Ia akan digantikan Muhammad Hari Wahyudi yang sebelumnya menjabat Kajari Dharmas Raya, di Pulau Punjung, Sumatera Barat. Pergeseran juga dialami Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto Nugroho Wisnu P, SH.

Baca Juga :  Seluruh Honorer Kejari Dicover BPJS-TK

Ia akan menduduki kursi Kasi Pidum di Kejari Wonosobo, Jawa Tengah. Pergeseran juga dialami Andik Puja Laksana. Jaksa fungsional ini mengalami pergeseran yang cukup jauh. Yakni, menjabat Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) di Kejaksaan Negeri Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto Nugroho Wisnu P, SH, membenarkan terjadinya mutasi tersebut.

Menurutnya, serah terima jabatan kajari lama dan baru akan digelar 16 Januari nanti. ’’Kalau pelantikan sudah. Hanya tinggal sertijabnya,’’ ujarnya kemarin.

Perlu diketahui, selama menjabat Kajari Kabupaten Mojokerto, Rudy menuntaskan sejumlah kasus besar. Mulai kasus pembunuhan yang berakhir dengan dibakar, dan kasus predator anak yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto dengan kebiri suntik, hingga kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Suhartono.

Baca Juga :  Janjian dengan Gadis, Dikeroyok Sepuluh Orang, Telinga Korban Putus

Di kasus terakhir itu, Rudy turun langsung dan membacakan dakwaannya. Bahkan, berulangkali, ia harus turun langsung menyusul potensi konflik saat proses persidangan berlangsung. Dan, kasus terakhir yang tak kunjung dituntaskan adalah kasus dugaan dugaan korupsi proyek irigasi air dangkal, di tubuh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto. Hingga saat ini, kasus tersebut tak kunjung rampung dan belum disorong ke meja hijau.

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto bakal menjalani perombakan. Sebanyak tiga jabatan vital di korps Adhyaksa ini mengalami pergeseran. Mereka yang mengalami mutasi adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rudy Hartono. Ia akan menduduki jabatan barunya sebagai Asisten Bidang Intelijen di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, Manokwari.

Rudy tercatat telah menjabat di Kejari Kabupaten Mojokerto selama 14 bulan. Ia dilantik sejak Oktober 2018 lalu setelah menggantikan Lubis, SH. Ia akan digantikan Muhammad Hari Wahyudi yang sebelumnya menjabat Kajari Dharmas Raya, di Pulau Punjung, Sumatera Barat. Pergeseran juga dialami Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto Nugroho Wisnu P, SH.

Baca Juga :  Lapak Disegel, Pedagang Kelimpungan

Ia akan menduduki kursi Kasi Pidum di Kejari Wonosobo, Jawa Tengah. Pergeseran juga dialami Andik Puja Laksana. Jaksa fungsional ini mengalami pergeseran yang cukup jauh. Yakni, menjabat Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) di Kejaksaan Negeri Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto Nugroho Wisnu P, SH, membenarkan terjadinya mutasi tersebut.

Menurutnya, serah terima jabatan kajari lama dan baru akan digelar 16 Januari nanti. ’’Kalau pelantikan sudah. Hanya tinggal sertijabnya,’’ ujarnya kemarin.

Perlu diketahui, selama menjabat Kajari Kabupaten Mojokerto, Rudy menuntaskan sejumlah kasus besar. Mulai kasus pembunuhan yang berakhir dengan dibakar, dan kasus predator anak yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto dengan kebiri suntik, hingga kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Suhartono.

Baca Juga :  Emosi saat Diingatkan, Sekelompok Pesepeda Keroyok Pelajar

Di kasus terakhir itu, Rudy turun langsung dan membacakan dakwaannya. Bahkan, berulangkali, ia harus turun langsung menyusul potensi konflik saat proses persidangan berlangsung. Dan, kasus terakhir yang tak kunjung dituntaskan adalah kasus dugaan dugaan korupsi proyek irigasi air dangkal, di tubuh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto. Hingga saat ini, kasus tersebut tak kunjung rampung dan belum disorong ke meja hijau.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/