alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Cipkon Perdana di Tahun 2019, Banyak Pelajar Kena Razia

MOJOKERTO – Penertiban lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto terus digencarkan satlantas. Namun, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dinilai masih minim.

Terbukti saat razia pertama di tahun 2019 di Simpang Tiga Jampirogo Selasa (8/1) setidaknya 61 pengendara terjaring. Petugas menilang 44 STNK, 15 SIM, dan dua motor.

KBO Satlantas Polres Mojokerto Ipda Sutakat, mengungkapkan, razia tersebut merupakan operasi cipta kondisi (cipkon) yang pertama kali di tahun 2019.

Tujuannya, untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. Termasuk kepada kalangan pelajar bermotor. Simpang tiga Jampirogo dipilih karena dianggap rawan terjadi kecelakaan. Jalan tersebut tersebut juga berdekatan dengan jalan raya bypass.

Terlebih, para pelajar yang tidak memiliki SIM juga seringkali nekat membawa sepeda motor. Sutakat menuturkan, sasaran dalam operasi ini adalah pengendara yang tidak memakai helm, ban kecil, dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.

Baca Juga :  Sanksi Denda Tak Pakai Masker Lebih Mahal

”Hasil tindak pelanggaran hari ini (kemarin, Red), ada 44 STNK, 15 SIM dan dua motor,” jelasnya. Untuk ke depannya, tambah Sutakat, diharapkan masyarakat sebagai pengendara semakin tertib berlalu lintas hingga pelanggaran dapat ditekan sedini mungkin. (sad)

 

 

MOJOKERTO – Penertiban lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto terus digencarkan satlantas. Namun, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dinilai masih minim.

Terbukti saat razia pertama di tahun 2019 di Simpang Tiga Jampirogo Selasa (8/1) setidaknya 61 pengendara terjaring. Petugas menilang 44 STNK, 15 SIM, dan dua motor.

KBO Satlantas Polres Mojokerto Ipda Sutakat, mengungkapkan, razia tersebut merupakan operasi cipta kondisi (cipkon) yang pertama kali di tahun 2019.

Tujuannya, untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. Termasuk kepada kalangan pelajar bermotor. Simpang tiga Jampirogo dipilih karena dianggap rawan terjadi kecelakaan. Jalan tersebut tersebut juga berdekatan dengan jalan raya bypass.

Terlebih, para pelajar yang tidak memiliki SIM juga seringkali nekat membawa sepeda motor. Sutakat menuturkan, sasaran dalam operasi ini adalah pengendara yang tidak memakai helm, ban kecil, dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.

Baca Juga :  Besok Siang, Technical Family Fun Rally

”Hasil tindak pelanggaran hari ini (kemarin, Red), ada 44 STNK, 15 SIM dan dua motor,” jelasnya. Untuk ke depannya, tambah Sutakat, diharapkan masyarakat sebagai pengendara semakin tertib berlalu lintas hingga pelanggaran dapat ditekan sedini mungkin. (sad)

- Advertisement -

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/