alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Provokasi Lewat Status WA, Nyaris Berujung Bentrok

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi provokasi antarperguruan silat kembali terjadi di Kecamatan Jetis. FS, salah satu pesilat asal Desa Jolotundo mengunggah video di status whatsapp (WA) bernada merendahkan perguruan lain.
Ulahnya itu memicu perselisihan dan hampir berbuah bentrok. Beruntung persoalan tersebut dapat diselesaikan lewat meja mediasi, Senin (7/3) malam. Kedua pihak bersepakat berdamai setelah pertemuan di Mapolsek Jetis sekitar pukul 23.00.
Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno menjelaskan, persoalan dipicu berupa video di status WA. Unggahan itu dinilai merendahkan salah satu perguruan silat. Akibatnya, pihak terkait tak terima dan mengancam bakal menggeruduk sang pengunggah. ’’Bahkan sampai mau dikerahkan pasukan sehingga kita redam sejak dini,’’ ucapnya kemarin.
Mediasi dilakukan dengan mempertemukan kedua belah pihak dengan dihadiri pengurus perguruan. FS, sang provokator juga dihadirkan dengan didampingi orang tuanya. Dalam pertemuan, remaja itu mengaku salah dan tidak akan mengulangi perbuatannya. ’’Dia hanya iseng, masih anak-anak juga,’’ imbuh Soegeng.
Sementara itu, pihak yang merasa tersinggung juga menerima permintaan maaf. Kedua belah pihak berkesapakat damai. Hal itu juga ditandai dengan surat penyataan bersama. Soegeng menyebut, unggahan berisi provokasi rentan memicu konflik sosial. Terlebih yang berkaitan dengan perguruan silat.
Selain itu, jika dilaporkan, aksi itu juga bisa dikenai pidana pelanggaran UU ITE. Beruntung kejadian tersebut tak sampai dibawa ke ramah hukum dan berakhir secara damai. ’’Kita berusaha menerapkan restorative justice agar tidak menimbulkan kegaduhan,’’ tukasnya. (adi/fen)

Baca Juga :  14 Tahun Edarkan Telur Infertil

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi provokasi antarperguruan silat kembali terjadi di Kecamatan Jetis. FS, salah satu pesilat asal Desa Jolotundo mengunggah video di status whatsapp (WA) bernada merendahkan perguruan lain.
Ulahnya itu memicu perselisihan dan hampir berbuah bentrok. Beruntung persoalan tersebut dapat diselesaikan lewat meja mediasi, Senin (7/3) malam. Kedua pihak bersepakat berdamai setelah pertemuan di Mapolsek Jetis sekitar pukul 23.00.
Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno menjelaskan, persoalan dipicu berupa video di status WA. Unggahan itu dinilai merendahkan salah satu perguruan silat. Akibatnya, pihak terkait tak terima dan mengancam bakal menggeruduk sang pengunggah. ’’Bahkan sampai mau dikerahkan pasukan sehingga kita redam sejak dini,’’ ucapnya kemarin.
Mediasi dilakukan dengan mempertemukan kedua belah pihak dengan dihadiri pengurus perguruan. FS, sang provokator juga dihadirkan dengan didampingi orang tuanya. Dalam pertemuan, remaja itu mengaku salah dan tidak akan mengulangi perbuatannya. ’’Dia hanya iseng, masih anak-anak juga,’’ imbuh Soegeng.
Sementara itu, pihak yang merasa tersinggung juga menerima permintaan maaf. Kedua belah pihak berkesapakat damai. Hal itu juga ditandai dengan surat penyataan bersama. Soegeng menyebut, unggahan berisi provokasi rentan memicu konflik sosial. Terlebih yang berkaitan dengan perguruan silat.
Selain itu, jika dilaporkan, aksi itu juga bisa dikenai pidana pelanggaran UU ITE. Beruntung kejadian tersebut tak sampai dibawa ke ramah hukum dan berakhir secara damai. ’’Kita berusaha menerapkan restorative justice agar tidak menimbulkan kegaduhan,’’ tukasnya. (adi/fen)

Baca Juga :  Menang di Tingkat PK, Dewan Minta Pemda Tak Diam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/