alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Usut Kasus Disperta, Kejari Masih Butuh Saksi Tambahan

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto memastikan tak akan menghentikan kasus dugaan korupsi proyek irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto. Saat ini, penyidik hanya membutuhkan saksi tambahan untuk mempertebal data yang telah dikantongi. Dalam kasus ini, kejari telah menetapkan mantan Kepala Disperta Suliestyawati sebagai tersangka.

Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Mojokerto Agus Haryono mengatakan, penyidik sudah merampungkan pemeriksaan sebagian besar saksi atas kasus tersebut. Mulai dari rekanan, bendahara, hingga pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP). Dengan total saksi mencapai 18 orang.

Akan tetapi, pemeriksaan itu masih dianggap belum sempurna. Kata Agus, penyidik masih membutuhkan keterangan saksi untuk memperkuat unsur dugaan korupsi dalam kasus tersebut. ’’Sebagian besar sudah. Hanya butuh tambahan-tambahan saja. Dan, tidak banyak,’’ ungkap dia kemarin.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu

Nantinya, jika keterangan saksi sudah diperoleh, maka penyidik akan segera mengagendakan pemeriksaan tersangka, Suliestyawati. Di proyek ini, Sulies begitu Suliestyawati biasa disapa, menjabat pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus kepala disperta. ’’Segera. Yang jelas, setelah semua tuntas, PPK yang akan kami periksa,’’ bebernya.

Sejak penetapan tersangka 10 Oktober lalu, Sulies hanya menjalani perdana pasca penetapan tersangka, pada akhir November. Pemeriksaan itu berlangsung sangat singkat cepat. Tak kurang dari lima jam saja. Sulies tak banyak berkomentar atas kasus yang menderanya itu.

Hanya saja, sebelumnya, ia beralasan, menyusutnya proyek yang kini didalami kejari itu karena waktu pengerjaan berlangsung sejak 2016 silam. Pun demikian dengan pembiayaan. Disperta, kata Sulies, tak melakukan pembayaran sesuai kontrak. Namun, disesuaikan dengan hasil pekerjaan.

Baca Juga :  Empat Pembobol Konter Ditangkap Polisi

Menurutnya, proyek-proyek yang dikerjakan, rata-rata hanya berhasil dirampungkan kisaran 58 persen, 60 persen, hingga maksimal 90 persen. Anggaran pembangunan irigasi air tanah dangkal ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016. Pagu proyek sendiri mencapai Rp 4,18 miliar. Proyek ini dibagi menjadi 5 paket kegiatan.

Jumlah irigasi air tanah dangkal dibangun di 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan pagu, setiap titik pembangunan menelan anggaran bervariasi dan maksimal sebesar Rp 110 juta.

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto memastikan tak akan menghentikan kasus dugaan korupsi proyek irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto. Saat ini, penyidik hanya membutuhkan saksi tambahan untuk mempertebal data yang telah dikantongi. Dalam kasus ini, kejari telah menetapkan mantan Kepala Disperta Suliestyawati sebagai tersangka.

Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Mojokerto Agus Haryono mengatakan, penyidik sudah merampungkan pemeriksaan sebagian besar saksi atas kasus tersebut. Mulai dari rekanan, bendahara, hingga pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP). Dengan total saksi mencapai 18 orang.

Akan tetapi, pemeriksaan itu masih dianggap belum sempurna. Kata Agus, penyidik masih membutuhkan keterangan saksi untuk memperkuat unsur dugaan korupsi dalam kasus tersebut. ’’Sebagian besar sudah. Hanya butuh tambahan-tambahan saja. Dan, tidak banyak,’’ ungkap dia kemarin.

Baca Juga :  Warga Surabaya Tewas di Hutan Pinus, Petugas Evakuasi Pakai APD

Nantinya, jika keterangan saksi sudah diperoleh, maka penyidik akan segera mengagendakan pemeriksaan tersangka, Suliestyawati. Di proyek ini, Sulies begitu Suliestyawati biasa disapa, menjabat pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus kepala disperta. ’’Segera. Yang jelas, setelah semua tuntas, PPK yang akan kami periksa,’’ bebernya.

Sejak penetapan tersangka 10 Oktober lalu, Sulies hanya menjalani perdana pasca penetapan tersangka, pada akhir November. Pemeriksaan itu berlangsung sangat singkat cepat. Tak kurang dari lima jam saja. Sulies tak banyak berkomentar atas kasus yang menderanya itu.

Hanya saja, sebelumnya, ia beralasan, menyusutnya proyek yang kini didalami kejari itu karena waktu pengerjaan berlangsung sejak 2016 silam. Pun demikian dengan pembiayaan. Disperta, kata Sulies, tak melakukan pembayaran sesuai kontrak. Namun, disesuaikan dengan hasil pekerjaan.

Baca Juga :  Siang Hari, Truk Dilarang Melintas
- Advertisement -

Menurutnya, proyek-proyek yang dikerjakan, rata-rata hanya berhasil dirampungkan kisaran 58 persen, 60 persen, hingga maksimal 90 persen. Anggaran pembangunan irigasi air tanah dangkal ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016. Pagu proyek sendiri mencapai Rp 4,18 miliar. Proyek ini dibagi menjadi 5 paket kegiatan.

Jumlah irigasi air tanah dangkal dibangun di 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan pagu, setiap titik pembangunan menelan anggaran bervariasi dan maksimal sebesar Rp 110 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/