25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Polisi Pamerkan 30 Wajah Tersangka

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polres Mojokerto meringkus 30 pelaku tindak kejahatan sepanjang Operasi Sikat Semeru 2022. Puluhan pelaku kriminal tersebut ditangkap di 14 kecamatan wilayah hukum Polres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar menjelaskan, selama operasi yang berlangsung sejak 19 hingga 30 September itu pihaknya berhasil mengungkap sejumlah kasus kejahatan jalanan atau street crime. Mulai dari pencurian, curas, curat, premanisme, hingga penyalahgunaan senjata api. Dari 30 pelaku kejahatan yang diamankan, didominasi tersangka kasus curat dengan 17 pelaku.

’’Dari sejumlah tersangka yang kami amankan, ada beberapa yang berstatus residivis,’’ ungkapnya saat koferensi pers di Mapolres, kemarin. Puluhan pelaku tersebut merupakan hasil target operasi maupun hasil pengembangan kasus sebelumnya. Penindakan kasus kejahatan itu tak lain untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam

Sejumlah barang bukti hasil kejahatan tersangka turut diamankan. Mulai dari kotak amal masjid, ponsel, parang, motor, hingga satu senjata api (senpi) jenis pistol beserta amunisi. Kepemilikan senpi dari salah seorang tersangka, lanjut Apip, menjadi salah satu kasus menonjol. Pistol Makarov buatan Rusia dengan tiga butir amunisi itu diamankan petugas dari tangan Nanang Haris, 32, Dusun Buluresik, Desa Manduro Manggunggajah, Kecamatan Ngoro.

”Kepemilikan senpi oleh pelaku NH ini merupakan pengembangan dari ungkap kasus peredaran narkoba yang melibatkannya beberapa waktu lalu,” bebernya. Nanang merupakan buronan polisi sejak 2020. Pelaku dibekuk petugas saat berada di rumah setelah sekian lama pelariannya. Saat digerebek, petugas mendapati satu senpi yang disimpan pelaku di kamarnya selain sejumlah barang bukti narkoba.

Baca Juga :  Kejari Dalami Keterlibatan Tersangka Lain, Saksi Diperiksa secara Bergilir

Disinyalir, pistol tersebut digunakan pelaku saat melakukan tindak kejahatan. ”Pistol ini disimpan baru dua bulan ini, belum pernah dipakai,” kilah Nanang dihadapan awak media, kemarin. Dia mengaku, senpi tersebut didapat dari rekannya yang selama ini belum pernah ia gunakan. Meski Nanang telah memberikan mahar Rp 500 ribu pada rekannya tersebut sebagai jaminan.

”Ini titipan dari teman. Katanya dari Manado (Sulawesi Utara). Saya nggak beli, cuma kasih Rp 500 ribu buat jaminan saja,” tambah pria bertato itu.

Kini, senjata api bodong itu telah diamankan petugas guna kepentingan pengembangan. Akibatnya, Nanang dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun lamanya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/