alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Tiga Korban Tewas Masih Satu Keluarga

MOJOKERTO – Kecelakaan merenggut tiga nyawa sekaligus di jalur alternatif Mojokerto-Lamongan tepatnya di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/9) malam diduga akibat kelalaian sopir Panther.

Keterangan petugas di lokasi, saat itu mobil Panther Nopol W 1069 XG dikemudikan Sugianto, 35, warga Semanding, Tuban, melaju kencang dari Mojokerto menuju Lamongan. Di saat bersamaan, muncul truk tak diketahui nopolnya melaju dari arah berlawanan. 

Akan tetapi, entah kenapa, laju kedua kendaraan sama-sama oleng hingga melebihi lajur jalan. Dan, saat berpapasan, keduanya saling menghindar dengan banting setir ke kanan dan ke kiri. Apes bagi Sugianto, di saat dia banting ke kanan, tak disangka di belakang truk terdapat dua motor berjalan beriringan.

Baca Juga :  Polisi Terapkan Ganjil Genap di Jalur Wisata

Yakni, Suzuki Shogun hijau Nopol S 5494 NA dikendarai Mochamad Munir, 47, bersama anak dan keponakannya, Ages, 10 dan Tutik, 36. Selain itu, ada motor Yamaha Mio hitam Nopol S 2548 QO dikendarai Wahyu Rizki Aji, 21, dan Khoirul Anam, 17. 

Kelimanya merupakan satu keluarga asal Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Meski sukses menghindari truk, namun laju Panther tak bisa menghindari kedua motor hingga tabrakan tak terelakkan. ”Saya tadi (kemarin, Red) kaget dan langsung banting setir ke kanan. Nggak tahunya di belakang truk ada dua motor,” terang Sugianto.

Saking kerasnya tumbukan, dua korban Munir dan Tutik terlempar jatuh ke dalam jurang hutan jati sedalam 5 meter. Keduanya tewas di lokasi. Sedangkan Ages, anak Munir terhempas ke aspal. Ages tewas dengan luka parah di kepala. Beruntung bagi Khoirul dan Rizki. Dia hanya menderita luka-luka dan patah tulang. Ketiga korban tewas dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Gowes Pagi, Pensiunan Tergeletak di Jalan

“Semua korban ini sebelumnya dari menghadiri resepsi pernikahan keponakan di Lamongan,” kata Saikun, kerabat korban. 

 

MOJOKERTO – Kecelakaan merenggut tiga nyawa sekaligus di jalur alternatif Mojokerto-Lamongan tepatnya di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/9) malam diduga akibat kelalaian sopir Panther.

Keterangan petugas di lokasi, saat itu mobil Panther Nopol W 1069 XG dikemudikan Sugianto, 35, warga Semanding, Tuban, melaju kencang dari Mojokerto menuju Lamongan. Di saat bersamaan, muncul truk tak diketahui nopolnya melaju dari arah berlawanan. 

Akan tetapi, entah kenapa, laju kedua kendaraan sama-sama oleng hingga melebihi lajur jalan. Dan, saat berpapasan, keduanya saling menghindar dengan banting setir ke kanan dan ke kiri. Apes bagi Sugianto, di saat dia banting ke kanan, tak disangka di belakang truk terdapat dua motor berjalan beriringan.

Baca Juga :  Motor Terjun ke Jurang, Sekeluarga Tewas di Jalur Wisata

Yakni, Suzuki Shogun hijau Nopol S 5494 NA dikendarai Mochamad Munir, 47, bersama anak dan keponakannya, Ages, 10 dan Tutik, 36. Selain itu, ada motor Yamaha Mio hitam Nopol S 2548 QO dikendarai Wahyu Rizki Aji, 21, dan Khoirul Anam, 17. 

Kelimanya merupakan satu keluarga asal Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Meski sukses menghindari truk, namun laju Panther tak bisa menghindari kedua motor hingga tabrakan tak terelakkan. ”Saya tadi (kemarin, Red) kaget dan langsung banting setir ke kanan. Nggak tahunya di belakang truk ada dua motor,” terang Sugianto.

Saking kerasnya tumbukan, dua korban Munir dan Tutik terlempar jatuh ke dalam jurang hutan jati sedalam 5 meter. Keduanya tewas di lokasi. Sedangkan Ages, anak Munir terhempas ke aspal. Ages tewas dengan luka parah di kepala. Beruntung bagi Khoirul dan Rizki. Dia hanya menderita luka-luka dan patah tulang. Ketiga korban tewas dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Pengendara Mulai Taat Aturan, meski Masih Banyak Pelanggaran
- Advertisement -

“Semua korban ini sebelumnya dari menghadiri resepsi pernikahan keponakan di Lamongan,” kata Saikun, kerabat korban. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/