alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan knalpot brong dimusnahkan kepolisian di Mapolres Mojokerto, Kamis (6/8). Pemusnahan dilakukan dengan cara memotong-motong knalpot menggunakan  mesin. Pemusnahan ratusan knalpot itu merupakan hasil penindakan selama Operasi Patuh Semeru.

Selain menyita SIM dan STNK, petugas juga mengandangkan motor. Selain dinilai tidak standar, juga tidak dilengkapi dengan surat-surat. ’’Untuk motor yang bodong nanti akan kita kembangkan. Apakah hasil kriminalitas atau murni tidak membawa surat-surat kendaraan. Kita akan gandeng tim reskrim untuk mengungkapnya,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dalam pers rilis di mapolres, kemarin.

Ada lima poin yang menjadi target utama selama operasi. Di antaranya, tidak memakai helm SNI, knalpot brong dan melawan arus, anak di bawah umur mengendarai kendaraan, dan berboncengan lebih dari dua. ’’Total ada 1.069 pengendara yang kami tindak,’’ ungkapnya. Dari data yang ada pelanggaran didominasi pengendara tidak menggunakan helm sebanyak 455 pelanggar, disusul anak di bawah umur 367 pelanggar, knalpot brong dan ban kecil 129 pelanggar, 94 pelanggar melawan arus, dan berboncengan lebih dari dua ada 24 pelanggaran.

Baca Juga :  Ditemukan Busur dan Anak Panah, Keluarga Bantah Terlibat Terorisme

Ribuan pengendara ini dijerat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ’’Sesuai pasal yang dijeratkan, pelanggar kena denda maksimal mulai Rp 250 ribu hingga tertinggi Rp 1 juta,’’ ujarnya.

Sebagai efek jera, knalpot racing dan ban kecil sesuai hasil keputusan harus dimusnahkan. Menggunakan gergaji mesin, knalpot dan velg yang tak standar dipotong-potong agar tidak digunakan kemlagi. ’’Saat mau mengambil barang bukti (kendaraan), mereka kita wajibkan mengembalikan motornya sesuai standar,’’ paparnya.Razia rutin ini, lanjut Dony, tak lain untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Meski angka kecelakaan mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Hingga kini kecelakaan masih tergolong tinggi. Selama 14 operasi, total ada 19 kejadian dengan korban 26 orang mengalami luka ringan dan dua orang meninggal dunia. Sementara kerugian material mencapai Rp 13,8 juta. 

Baca Juga :  Pakai Knalpot Brong, Belasan Pemuda Diamankan

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan knalpot brong dimusnahkan kepolisian di Mapolres Mojokerto, Kamis (6/8). Pemusnahan dilakukan dengan cara memotong-motong knalpot menggunakan  mesin. Pemusnahan ratusan knalpot itu merupakan hasil penindakan selama Operasi Patuh Semeru.

Selain menyita SIM dan STNK, petugas juga mengandangkan motor. Selain dinilai tidak standar, juga tidak dilengkapi dengan surat-surat. ’’Untuk motor yang bodong nanti akan kita kembangkan. Apakah hasil kriminalitas atau murni tidak membawa surat-surat kendaraan. Kita akan gandeng tim reskrim untuk mengungkapnya,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dalam pers rilis di mapolres, kemarin.

Ada lima poin yang menjadi target utama selama operasi. Di antaranya, tidak memakai helm SNI, knalpot brong dan melawan arus, anak di bawah umur mengendarai kendaraan, dan berboncengan lebih dari dua. ’’Total ada 1.069 pengendara yang kami tindak,’’ ungkapnya. Dari data yang ada pelanggaran didominasi pengendara tidak menggunakan helm sebanyak 455 pelanggar, disusul anak di bawah umur 367 pelanggar, knalpot brong dan ban kecil 129 pelanggar, 94 pelanggar melawan arus, dan berboncengan lebih dari dua ada 24 pelanggaran.

Baca Juga :  Pendamping PKH Kian Tersudut

Ribuan pengendara ini dijerat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ’’Sesuai pasal yang dijeratkan, pelanggar kena denda maksimal mulai Rp 250 ribu hingga tertinggi Rp 1 juta,’’ ujarnya.

Sebagai efek jera, knalpot racing dan ban kecil sesuai hasil keputusan harus dimusnahkan. Menggunakan gergaji mesin, knalpot dan velg yang tak standar dipotong-potong agar tidak digunakan kemlagi. ’’Saat mau mengambil barang bukti (kendaraan), mereka kita wajibkan mengembalikan motornya sesuai standar,’’ paparnya.Razia rutin ini, lanjut Dony, tak lain untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Meski angka kecelakaan mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Hingga kini kecelakaan masih tergolong tinggi. Selama 14 operasi, total ada 19 kejadian dengan korban 26 orang mengalami luka ringan dan dua orang meninggal dunia. Sementara kerugian material mencapai Rp 13,8 juta. 

Baca Juga :  Brak! Sasar Pohon Asam, Dua Siswa MAN 2 Mojokerto Tewas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/