alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Suami Sulangsih Dituduh KDRT, Lapor Balik

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus dugaan KDRT ibu rumah tangga asal Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, yang ditangani kepolisian kian menjadi kemelut. SM, terlapor sekaligus suami mendiang Sulangsih memilih melapor balik. Pria asal Kecamatan Mojoanyar itu tidak terima setelah dituduh melakukan penganiayaan hingga menyebabkan istrinya meninggal.

SM diketahui telah membuat aduan pencemaran nama baik ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Perlawanan melalui jalur hukum ini dibenarkan oleh anak SM, Rimba, kemarin (6/7). Pria 25 tahun itu menyebut, keluarganya tidak terima lantaran dituduh menjadi penyebab kematian Sulangsih. ”Karena tuduhan menyebabkan kematian itu,” ujarnya.

Pihaknya telah menegaskan, seluruh tuduhan terkait KDRT yang dialamatkan ke sang ayah tidak benar. Menurut dia, SM tidak pernah melakukan penganiayaan maupun kekerasan selama menjalin rumah tangga dengan Sulangsih delapan bulan terakhir. ”Kami mengadu karena difitnah,” tandasnya.

Baca Juga :  Prosedur Pencairan Utang di BPRS Janggal, Sehari Langsung Cair

Selain itu, pihaknya juga tak terima karena SM dituduh melarikan diri. Tuduhan itu muncul setelah kematian Sulangsih dilaporkan ke polisi. Selama ini, Rimba menyebut ayahnya tinggal bersamanya di Kecamatan Mojoanyar. ”Kita tidak pernah kabur. Wong pas pemakaman kita juga datang,” terang dia.

Informasi yang dihimpun, SM secara resmi telah membuat aduan terkait pencemaran nama baik awal pekan ini. Aduan itu kini sudah diterima penyidik. Proses penangananya berlangsung seiring juga dengan penyelidikan dugaan KDRT yang dilaporkan anak Sulangsih.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso memastikan, penyelidikan kasus dugaan KDRT itu kini masih berlanjut. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi secara resmi dari tim Dokkes Polda Jatim. ”Masih belum keluar, kita tunggu dulu, nanti baru dicocokkan dengan keterangan pihak keluarga (pelapor, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  Melukis OTS Sambut Kemerdekaan, Perupa Angkat Kearifan Lokal

Berdasarkan penyampaian hasil otopsi sementara, tanda bekas kekerasan di tubuh Sulangsih minim. Ibu lima anak itu juga didiagnosis mengidap penyakit komplikasi sehingga meninggal. Kendati demikian, pihak keluarga meyakini jika Sulangsih mengalami KDRT. Sekadar diketahui, Sulangsih dan SM menikah delapan bulan silam. Sulangsih janda lima anak dan SM seorang duda. (adi/ron)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus dugaan KDRT ibu rumah tangga asal Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, yang ditangani kepolisian kian menjadi kemelut. SM, terlapor sekaligus suami mendiang Sulangsih memilih melapor balik. Pria asal Kecamatan Mojoanyar itu tidak terima setelah dituduh melakukan penganiayaan hingga menyebabkan istrinya meninggal.

SM diketahui telah membuat aduan pencemaran nama baik ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Perlawanan melalui jalur hukum ini dibenarkan oleh anak SM, Rimba, kemarin (6/7). Pria 25 tahun itu menyebut, keluarganya tidak terima lantaran dituduh menjadi penyebab kematian Sulangsih. ”Karena tuduhan menyebabkan kematian itu,” ujarnya.

Pihaknya telah menegaskan, seluruh tuduhan terkait KDRT yang dialamatkan ke sang ayah tidak benar. Menurut dia, SM tidak pernah melakukan penganiayaan maupun kekerasan selama menjalin rumah tangga dengan Sulangsih delapan bulan terakhir. ”Kami mengadu karena difitnah,” tandasnya.

Baca Juga :  Ginting Sumbang Gelar Ketiga bagi Merah Putih di Singapura

Selain itu, pihaknya juga tak terima karena SM dituduh melarikan diri. Tuduhan itu muncul setelah kematian Sulangsih dilaporkan ke polisi. Selama ini, Rimba menyebut ayahnya tinggal bersamanya di Kecamatan Mojoanyar. ”Kita tidak pernah kabur. Wong pas pemakaman kita juga datang,” terang dia.

Informasi yang dihimpun, SM secara resmi telah membuat aduan terkait pencemaran nama baik awal pekan ini. Aduan itu kini sudah diterima penyidik. Proses penangananya berlangsung seiring juga dengan penyelidikan dugaan KDRT yang dilaporkan anak Sulangsih.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso memastikan, penyelidikan kasus dugaan KDRT itu kini masih berlanjut. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi secara resmi dari tim Dokkes Polda Jatim. ”Masih belum keluar, kita tunggu dulu, nanti baru dicocokkan dengan keterangan pihak keluarga (pelapor, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  Melukis OTS Sambut Kemerdekaan, Perupa Angkat Kearifan Lokal
- Advertisement -

Berdasarkan penyampaian hasil otopsi sementara, tanda bekas kekerasan di tubuh Sulangsih minim. Ibu lima anak itu juga didiagnosis mengidap penyakit komplikasi sehingga meninggal. Kendati demikian, pihak keluarga meyakini jika Sulangsih mengalami KDRT. Sekadar diketahui, Sulangsih dan SM menikah delapan bulan silam. Sulangsih janda lima anak dan SM seorang duda. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/