alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Polisi Dalami Jaringan Pelaku, Muncul Sinyal Keterlibatan Oknum Leasing

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengungkapan kasus penggelapan 12 mobil dengan tersangka tunggal Agus Dwianto, 37, terus dikembangkan polisi. Penyidik tengah mendalami keterlibatan pihak lain. Di antaranya oknum leasing tempat pelaku pernah bekerja.

Pendalaman dilakukan lantaran kasus penggelapan tersebut terasa janggal apabila hanya melibatkan satu orang. Terlebih, aksi tersangka melarikan selusin mobil berbagai merek hanya dalam waktu sebulan. ’’Indikasinya ada jaringan yang harus kita dalami,’’ tegas Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Rofiq menduga, tersangka merupakan bagian dari komplotan spesialis penggelapan mobil. Baik orang yang membantu tersangka saat melancarkan aksinya maupun keterlibatan pihak perusahaan pembiayaan atau leasing.

Diketahui, tersangka mengelabuhi korban dengan menjanjikan pelunasan pembayaran mobil melalui pencairan kredit di kantor leasing yang ada di Kota Mojokerto. ’’Namun ternyata setelah leasing itu cair bukannya uang didorong ke pemiliknya, namun digelapkan dibawa kabur berikut dengan kendaraannya,” imbuh Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso.

Baca Juga :  Kamar Kos di Meri Jadi Ajang Pesta Miras

Kantor leasing itu merupakan bekas tempat bekerja tersangka yang berasal dari Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, itu. Diduga ada kongkalikong antara tersangka dengan oknum karyawan di leasing. Sehingga dia bisa mendapat kredit dengan BPKB orang lain yakni atas nama korban dan langsung cair. Menurut Rizki, tersangka menerima dana dari leasing sebesar Rp 180 juta.

’’Korban bukan yang meleasingkan, tapi pelakunya. Itu nanti coba kita gali lagi dan dalami ke sana apakah ada keterlibatan dari leasing,’’ jelasnya. Rizki menyebut, jumlah tersangka masih berpotensi bertambah. Saat ini, pihaknya tengah mendalami peran dua orang lain yang diduga membantu tersangka dalam melancarkan aksinya. ’’Ada dua orang yang masih kita cari. Sekarang statusnya masih saksi,’’ tandas dia.

Baca Juga :  Kantor Layanan Kepolisian Dipasang PeduliLindungi

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus penggelapan dengan barang bukti 12 unit mobil mewah. Tersangka membawa kabur mobil yang dijual lewat media sosial dengan modus membeli. Selain itu, dia juga menggelapkan mobil rentalan. Semua mobil itu digadaikan ke orang lain. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengungkapan kasus penggelapan 12 mobil dengan tersangka tunggal Agus Dwianto, 37, terus dikembangkan polisi. Penyidik tengah mendalami keterlibatan pihak lain. Di antaranya oknum leasing tempat pelaku pernah bekerja.

Pendalaman dilakukan lantaran kasus penggelapan tersebut terasa janggal apabila hanya melibatkan satu orang. Terlebih, aksi tersangka melarikan selusin mobil berbagai merek hanya dalam waktu sebulan. ’’Indikasinya ada jaringan yang harus kita dalami,’’ tegas Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Rofiq menduga, tersangka merupakan bagian dari komplotan spesialis penggelapan mobil. Baik orang yang membantu tersangka saat melancarkan aksinya maupun keterlibatan pihak perusahaan pembiayaan atau leasing.

Diketahui, tersangka mengelabuhi korban dengan menjanjikan pelunasan pembayaran mobil melalui pencairan kredit di kantor leasing yang ada di Kota Mojokerto. ’’Namun ternyata setelah leasing itu cair bukannya uang didorong ke pemiliknya, namun digelapkan dibawa kabur berikut dengan kendaraannya,” imbuh Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso.

Baca Juga :  Sedikit Lagi Tembus 20 Besar

Kantor leasing itu merupakan bekas tempat bekerja tersangka yang berasal dari Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, itu. Diduga ada kongkalikong antara tersangka dengan oknum karyawan di leasing. Sehingga dia bisa mendapat kredit dengan BPKB orang lain yakni atas nama korban dan langsung cair. Menurut Rizki, tersangka menerima dana dari leasing sebesar Rp 180 juta.

’’Korban bukan yang meleasingkan, tapi pelakunya. Itu nanti coba kita gali lagi dan dalami ke sana apakah ada keterlibatan dari leasing,’’ jelasnya. Rizki menyebut, jumlah tersangka masih berpotensi bertambah. Saat ini, pihaknya tengah mendalami peran dua orang lain yang diduga membantu tersangka dalam melancarkan aksinya. ’’Ada dua orang yang masih kita cari. Sekarang statusnya masih saksi,’’ tandas dia.

Baca Juga :  Naik Jabatan, Karyawan Pabrik Gitar Dibacok
- Advertisement -

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus penggelapan dengan barang bukti 12 unit mobil mewah. Tersangka membawa kabur mobil yang dijual lewat media sosial dengan modus membeli. Selain itu, dia juga menggelapkan mobil rentalan. Semua mobil itu digadaikan ke orang lain. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/