alexametrics
26.1 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

Kambuh! Residivis Narkoba asal Jatirejo Kembali Dicokok

Polisi Amankan 100 Paket Pil Koplo dari Jaringan Jatirejo
JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Unit Reskrim Polsek Jatirejo membekuk dua pengedar pil koplo jaringan wilayah Kecamatan Jatirejo. Mirisnya, satu di antara pelaku, baru dua bulan lalu bebas dari penjara. Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 100 paket pil koplo siap edar.

Pelaku adalah Elang Dhany Saputra alias Penceng, 21, warga Dusun Semambungan, Desa Sumberagung; dan Mohamad Nur Fani alias Jepun, 22, warga Dusun/Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo. Kedua pelaku dicokok petugas di rumah masing-masing usai terbukti terlibat dalam peredaran obat-oabatan terlarang tersebut. ”Kedua pelaku kami tangkap Sabtu (2/7) malam. Saat ini sudah kami amankan di mapolsek,” sebut Kapolsek Jatirejo AKP Sukaca, kemarin.

Penangkapan keduanya bermula atas laporan warga setempat yang resah akan maraknya transaksi narkoba yang dilakukan Penceng belakangan ini. Menindaklanjuti hal tersebut, petugas langsung bergerak memantau aksi pelaku. Pelaku yang saat itu tengah berada di warung tak menyadari petugas yang tengah menyamar dan mengintainya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Luruk Balai Desa Gunungan, Dawarblandong, Mojokerto. Ada Apa?

Mendengar percakapan Penceng saat menelpon seserang, menguatkan petugas untuk membekuknya. Lantaran pembahasan menjurus pada aksi peredaran barang terlarang tersebut. Petugas langsung membekuk pelaku saat kembali pulang ke rumah. Buruh pabrik di wilayah bypass Mojokerto itu menampik jika selama ini mengedarkan pil dobel L.

Namun, pengakuan Penceng luntur saat petugas menggeledah kamarnya dan mendapati sejumlah barang bukti. ”Dari pelaku ini (Penceng) total kami dapati 990 butir pil dobel L yang dikemas dalam plastik klip dan disimpan di 11 bungkus rokok bekas berbeda,” ungkapnya. Oleh pelaku, obat terlarang tersebut dikemas dalam 99 paket berbeda. Masing-masing berisi 10 butir pil koplo. Rencananya, setiap paket itu bakal dijual dengan harga sekitar Rp 50 ribu.

Tak berhenti di situ, petugas langsung melakukan pengembangan usai menginterogasi pelaku. Mengantongi nama Mohamad Nur Fani alias Jepun sebagai pemasok Penceng, petugas langsung memburu keberadaan pelaku satu jaringan tersebut. Jepun yang saat itu tengah berada di rumah tak berkutik saat dicokok petugas. Sebab, pelaku terbukti menyimpan 34 butir pil koplo sisa penjualan sebelumnya.

Baca Juga :  Lima Menit, Rp 80 Juta Amblas

”Pelaku (Jepun) ini pemain lama. Statusnya residivis dari kasus yang sama. Baru dua bulan ini bebas dari Lapas Klas IIB Mojokerto,” urainya. Ada sejumlah barang bukti lain yang berhasil diamankan petugas. Mulai dari uang tunai sisa penjualan senilai Rp 50 ribu hingga dua ponsel pintar milik pelaku. ”Total ada 1024 butir pil dobel L dari 100 paket berbeda yang kami amankan,” ucapnya.

Atas aksinya, kedua pelaku dijerat Pasal 197 subsider Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun lamanya. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolsek Jatirejo guna kepentingan pengembangan lebih lanjut. (vad/ron)

Polisi Amankan 100 Paket Pil Koplo dari Jaringan Jatirejo
JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Unit Reskrim Polsek Jatirejo membekuk dua pengedar pil koplo jaringan wilayah Kecamatan Jatirejo. Mirisnya, satu di antara pelaku, baru dua bulan lalu bebas dari penjara. Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 100 paket pil koplo siap edar.

Pelaku adalah Elang Dhany Saputra alias Penceng, 21, warga Dusun Semambungan, Desa Sumberagung; dan Mohamad Nur Fani alias Jepun, 22, warga Dusun/Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo. Kedua pelaku dicokok petugas di rumah masing-masing usai terbukti terlibat dalam peredaran obat-oabatan terlarang tersebut. ”Kedua pelaku kami tangkap Sabtu (2/7) malam. Saat ini sudah kami amankan di mapolsek,” sebut Kapolsek Jatirejo AKP Sukaca, kemarin.

Penangkapan keduanya bermula atas laporan warga setempat yang resah akan maraknya transaksi narkoba yang dilakukan Penceng belakangan ini. Menindaklanjuti hal tersebut, petugas langsung bergerak memantau aksi pelaku. Pelaku yang saat itu tengah berada di warung tak menyadari petugas yang tengah menyamar dan mengintainya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Luruk Balai Desa Gunungan, Dawarblandong, Mojokerto. Ada Apa?

Mendengar percakapan Penceng saat menelpon seserang, menguatkan petugas untuk membekuknya. Lantaran pembahasan menjurus pada aksi peredaran barang terlarang tersebut. Petugas langsung membekuk pelaku saat kembali pulang ke rumah. Buruh pabrik di wilayah bypass Mojokerto itu menampik jika selama ini mengedarkan pil dobel L.

Namun, pengakuan Penceng luntur saat petugas menggeledah kamarnya dan mendapati sejumlah barang bukti. ”Dari pelaku ini (Penceng) total kami dapati 990 butir pil dobel L yang dikemas dalam plastik klip dan disimpan di 11 bungkus rokok bekas berbeda,” ungkapnya. Oleh pelaku, obat terlarang tersebut dikemas dalam 99 paket berbeda. Masing-masing berisi 10 butir pil koplo. Rencananya, setiap paket itu bakal dijual dengan harga sekitar Rp 50 ribu.

Tak berhenti di situ, petugas langsung melakukan pengembangan usai menginterogasi pelaku. Mengantongi nama Mohamad Nur Fani alias Jepun sebagai pemasok Penceng, petugas langsung memburu keberadaan pelaku satu jaringan tersebut. Jepun yang saat itu tengah berada di rumah tak berkutik saat dicokok petugas. Sebab, pelaku terbukti menyimpan 34 butir pil koplo sisa penjualan sebelumnya.

Baca Juga :  Jaksa Gadungan Ditangkap
- Advertisement -

”Pelaku (Jepun) ini pemain lama. Statusnya residivis dari kasus yang sama. Baru dua bulan ini bebas dari Lapas Klas IIB Mojokerto,” urainya. Ada sejumlah barang bukti lain yang berhasil diamankan petugas. Mulai dari uang tunai sisa penjualan senilai Rp 50 ribu hingga dua ponsel pintar milik pelaku. ”Total ada 1024 butir pil dobel L dari 100 paket berbeda yang kami amankan,” ucapnya.

Atas aksinya, kedua pelaku dijerat Pasal 197 subsider Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun lamanya. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolsek Jatirejo guna kepentingan pengembangan lebih lanjut. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/