alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Kejari Kantongi Sejumlah Nama dalam Kasus PDAM Maja Tirta

MOJOKERTO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto memastikan belum menentukan tersangka atas dugaan korupsi di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Maja Tirta.

Akan tetapi, sejumlah nama sudah dikantongi. Kepastian itu diungkapkan Kajari Kota Mojokerto Halila Rama Purnama SH, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dia menegaskan, pasca melakukan berbagai proses hukum, sejumlah nama sudah dilingkari dengan tinta merah. ’’Sudah ada calonnya,’’ terangnya.

Meski enggan menyebut nama secara jelas, namun mantan koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim ini, memastikan jika jumlah tersangka tak hanya satu orang. ’’Tidak mungkinlah. Tidak hanya satu orang. Potensi lebih,’’ imbuh Halila.

Penetapan tersangka sendiri, diakui Halila, akan dilakukan dalam waktu dekat. Karena, berkas pemeriksaan saksi-saksi dan sejumlah alat bukti lain, masih membutuhkan pendalaman.

Baca Juga :  Terlibat Kecelakaan Beruntun, Pikap dan Dua Truk Diamankan

Halila tak membantah jika para calon tersangka itu berasal dari internal PDAM. Karena, penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pengelolaan dana hingga miliaran rupiah itu.

Dana itu bersumber dari kantong APBD Kota Mojokerto sejak 2013 hingga 2016. Dengan rincian, tahun 2013 sebesar Rp 5 miliar, tahun 2014 senilai Rp 2 miliar, tahun 2015 senilai Rp 5 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 5 miliar.

Bukankah bobroknya PDAM Maja Tirta juga disebabkan oleh lemahnya kinerja dewan pengawas? Halila tak membantah sedikit pun. Bahkan, ia mengaku, sudah memanggil dan memeriksa dewan pengawas.

Dewan pengawas memiliki posisi strategis untuk menstabilkan perusahaan. Mereka memiliki tugas penting untuk mengontrol jajaran direksi dan mengawal target capaian. Dengan kontrol yang ketat, maka potensi kebocoran terus diminimalisir.

Baca Juga :  Polisi Bikin Sketsa Wajah Pelaku

Selama proses pemeriksaan, disebut Halila, terdapat kesalahan yang cukup fatal dan telah dilakukan dewan pengawas. ’’Ada juga prosedur dewan pengawas yang tidak dilalui,’’ paparnya sembari enggan merinci prosedur yang salah tersebut.

Halila kembali menegaskan, jika proses penyidikan ini masih berlangsung. Dan, ia memastikan, penyidik akan menetapkan status tersangka dalam waktu dekat. Perlu diketahui, Kejari Kota Mojokerto membidik dugaan korupsi di internal PDAM Maja Tirta.

Korps Adhyaksa ini mencium terjadinya penyelewengan anggaran hingga miliaran rupiah di perusahaan pelat merah tersebut. Bahkan, sejak sebulan lalu, kasus ini sudah naik dari proses penyelidikan ke penyidikan.

 

MOJOKERTO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto memastikan belum menentukan tersangka atas dugaan korupsi di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Maja Tirta.

Akan tetapi, sejumlah nama sudah dikantongi. Kepastian itu diungkapkan Kajari Kota Mojokerto Halila Rama Purnama SH, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dia menegaskan, pasca melakukan berbagai proses hukum, sejumlah nama sudah dilingkari dengan tinta merah. ’’Sudah ada calonnya,’’ terangnya.

Meski enggan menyebut nama secara jelas, namun mantan koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim ini, memastikan jika jumlah tersangka tak hanya satu orang. ’’Tidak mungkinlah. Tidak hanya satu orang. Potensi lebih,’’ imbuh Halila.

- Advertisement -

Penetapan tersangka sendiri, diakui Halila, akan dilakukan dalam waktu dekat. Karena, berkas pemeriksaan saksi-saksi dan sejumlah alat bukti lain, masih membutuhkan pendalaman.

Baca Juga :  Ibunda Terdakwa Kasus Aborsi Pingsan di Ruang Sidang

Halila tak membantah jika para calon tersangka itu berasal dari internal PDAM. Karena, penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pengelolaan dana hingga miliaran rupiah itu.

Dana itu bersumber dari kantong APBD Kota Mojokerto sejak 2013 hingga 2016. Dengan rincian, tahun 2013 sebesar Rp 5 miliar, tahun 2014 senilai Rp 2 miliar, tahun 2015 senilai Rp 5 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 5 miliar.

Bukankah bobroknya PDAM Maja Tirta juga disebabkan oleh lemahnya kinerja dewan pengawas? Halila tak membantah sedikit pun. Bahkan, ia mengaku, sudah memanggil dan memeriksa dewan pengawas.

Dewan pengawas memiliki posisi strategis untuk menstabilkan perusahaan. Mereka memiliki tugas penting untuk mengontrol jajaran direksi dan mengawal target capaian. Dengan kontrol yang ketat, maka potensi kebocoran terus diminimalisir.

Baca Juga :  Nge-Fly di Tempat Kos, Arek Prajurit Kulon Digerebek Polisi

Selama proses pemeriksaan, disebut Halila, terdapat kesalahan yang cukup fatal dan telah dilakukan dewan pengawas. ’’Ada juga prosedur dewan pengawas yang tidak dilalui,’’ paparnya sembari enggan merinci prosedur yang salah tersebut.

Halila kembali menegaskan, jika proses penyidikan ini masih berlangsung. Dan, ia memastikan, penyidik akan menetapkan status tersangka dalam waktu dekat. Perlu diketahui, Kejari Kota Mojokerto membidik dugaan korupsi di internal PDAM Maja Tirta.

Korps Adhyaksa ini mencium terjadinya penyelewengan anggaran hingga miliaran rupiah di perusahaan pelat merah tersebut. Bahkan, sejak sebulan lalu, kasus ini sudah naik dari proses penyelidikan ke penyidikan.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/