alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sistem Ganjil Genap Mulai Diterapkan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wacana penerapan kendaraan ganjil genap di jalur wisata kawasan Trawas dan Pacet, mulai diterapkan hari ini. Langkah ini untuk menghindari tingginya mobilitas wisatawan di akhir pekan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Eddy Taufiq menegaskan, penerapan jalur ganjil genap ini mulai diterapkan hari ini. Keputusan ini setelah Satgas Covid-19 menggelar rapat dan dipimpin langsung Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin. ’’Khususnya di jalur wisata yang menuju Pacet dan Trawas. Penerapaan dimulai besok (hari ini). Mulai jam 14.00 sampai Minggu pukul 18.00,’’ katanya.

Penerapan ini, kata Eddy, juga menindaklanjuti Inmendagri nomor 57 tahun 2021 terkait PPKM Jawa-Bali. Dengan sistem ini, mulai hari ini, tak semua masyarakat bisa masuk ke kawasan wisata. Karena, mereka akan diseleksi sesuai nopol kendaraannya.

Baca Juga :  Buka Pintu Rumah, Tukang Disabet Sajam, Diduga Bermotif Dendam

Mantan Kepala Bakesbang ini mencontohkan, hari ini yang menunjukkan angka genap, maka kendaraan dengan pelat nomor ganjil tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Trawas dan Pacet. ’’Berarti kendaraan yang punya nopol akhir genap, diperbolehkan masuk kawasan wisata. Yang ganjil disuruh putar balik,’’ tegasnya.

Rekayasa lalu lintas pun diterapkan. Sejumlah petugas gabungan terdiri Sapol PP, Satlantas Polres Mojokerto, TNI, dan Dishub juga bakal disiagakan di lima titik untuk melakukan penyekatan.

Di antaranya, di Desa Bakalan, Kecamatan Gondang, Dusun Janti, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Dusun Seruni, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, dan Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro. ’’Ini berlaku tiap akhir pekan. Tentu tidak saklek. Ada beberapa kebijakan tetap diterapkan saat di lapangan. Misalkan, soal kendaraan darurat, logistik penting dan lain sebagainya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kejari Kabupaten Mojokerto Dapat Penghargaan PT PNM

Penerapan sistem ganjil genap di dua kawasan wisata ini mendasar hasil evaluasi. Sebab, dengan dibukanya wisata, terutama Trawas dan Pacet, membuat jalur di lereng Gunung Welirang itu rawan Macet. Dengan metode ini, diharapkan tidak terjadi kemacetan yang menimbulkan kerumunan. ’’Karena kita tidak menginginkan yang level dua ini, setelah ada evaluasi, malah kembali ke level tiga. Karena target kita upayakan level satu. Sehingga, aktivitas ekonomi dan masyarakat semakin lebar lagi dibuka,’’ urainya. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wacana penerapan kendaraan ganjil genap di jalur wisata kawasan Trawas dan Pacet, mulai diterapkan hari ini. Langkah ini untuk menghindari tingginya mobilitas wisatawan di akhir pekan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Eddy Taufiq menegaskan, penerapan jalur ganjil genap ini mulai diterapkan hari ini. Keputusan ini setelah Satgas Covid-19 menggelar rapat dan dipimpin langsung Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin. ’’Khususnya di jalur wisata yang menuju Pacet dan Trawas. Penerapaan dimulai besok (hari ini). Mulai jam 14.00 sampai Minggu pukul 18.00,’’ katanya.

Penerapan ini, kata Eddy, juga menindaklanjuti Inmendagri nomor 57 tahun 2021 terkait PPKM Jawa-Bali. Dengan sistem ini, mulai hari ini, tak semua masyarakat bisa masuk ke kawasan wisata. Karena, mereka akan diseleksi sesuai nopol kendaraannya.

Baca Juga :  Curi Dua Dongkrak, Sudirman Dijemput Polisi di Rumahnya

Mantan Kepala Bakesbang ini mencontohkan, hari ini yang menunjukkan angka genap, maka kendaraan dengan pelat nomor ganjil tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Trawas dan Pacet. ’’Berarti kendaraan yang punya nopol akhir genap, diperbolehkan masuk kawasan wisata. Yang ganjil disuruh putar balik,’’ tegasnya.

Rekayasa lalu lintas pun diterapkan. Sejumlah petugas gabungan terdiri Sapol PP, Satlantas Polres Mojokerto, TNI, dan Dishub juga bakal disiagakan di lima titik untuk melakukan penyekatan.

Di antaranya, di Desa Bakalan, Kecamatan Gondang, Dusun Janti, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Dusun Seruni, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, dan Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro. ’’Ini berlaku tiap akhir pekan. Tentu tidak saklek. Ada beberapa kebijakan tetap diterapkan saat di lapangan. Misalkan, soal kendaraan darurat, logistik penting dan lain sebagainya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Santi Tewas Ditusuk Tiga Kali
- Advertisement -

Penerapan sistem ganjil genap di dua kawasan wisata ini mendasar hasil evaluasi. Sebab, dengan dibukanya wisata, terutama Trawas dan Pacet, membuat jalur di lereng Gunung Welirang itu rawan Macet. Dengan metode ini, diharapkan tidak terjadi kemacetan yang menimbulkan kerumunan. ’’Karena kita tidak menginginkan yang level dua ini, setelah ada evaluasi, malah kembali ke level tiga. Karena target kita upayakan level satu. Sehingga, aktivitas ekonomi dan masyarakat semakin lebar lagi dibuka,’’ urainya. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/