alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Hari Ini Polisi Periksa Bos Investasi Bodong

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bos PT Rofiq Habifah Sukses (RHS) Group yang dilaporkan ratusan korban atas dugaan investasi bodong, bakal menjalani pemeriksaan pagi ini. Mereka adalah B dan R.

Keduanya diduga menjadi otak dari investasi yang menyasar 110 korban. ’’Secara maraton dan cepat, kasus ini secepatnya kita ungkap,’’ kata Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, kemarin.

Penanganan secara cepat yang dilakukan tersebut untuk menghindari terlapor melarikan diri. Terlebih, hasil gelar perkara, dari kacamata hukum, investasi bodong ini sudah kuat mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

’’Setelah melakukan gelar perkara, kami juga langsung layangkan panggilan terhadap terlapor sebagai saksi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Polisi Buru Pembalap Liar di Penompo

Pemeriksaan ini sekaligus menjadi tahapan penyidik untuk mengungkap fakta perkara yang sedang dalam penyidikan.

Sehingga, pemanggilan terlapor yang diketahui menjadi bos PT RHS, harus dilakukan. ’’Besok (hari ini) pemeriksaan akan dilakukan,’’ tuturnya.

Sebaliknya, jika pemanggilan pertama ini tak dihiraukan, akan ada panggilan kedua. ’’Selanjutnya, diikuti dengan perintah menghadirkan paksa terlapor,’’ tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Tutik Rahayu Laremba, SH, mendorong kepolisian untuk cepat menangkap pelaku yang diketahui mempunyai mufakat jahat dalam investasi bodong tersebut. ’’Khawatirnya, pelaku malah melarikan diri,’’ tuturnya.

Investasi bodong ini menyasar ratusan orang yang rata-rata merupakan eks karyawan PT Tjiwi Kimia.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bos PT Rofiq Habifah Sukses (RHS) Group yang dilaporkan ratusan korban atas dugaan investasi bodong, bakal menjalani pemeriksaan pagi ini. Mereka adalah B dan R.

Keduanya diduga menjadi otak dari investasi yang menyasar 110 korban. ’’Secara maraton dan cepat, kasus ini secepatnya kita ungkap,’’ kata Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, kemarin.

Penanganan secara cepat yang dilakukan tersebut untuk menghindari terlapor melarikan diri. Terlebih, hasil gelar perkara, dari kacamata hukum, investasi bodong ini sudah kuat mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

’’Setelah melakukan gelar perkara, kami juga langsung layangkan panggilan terhadap terlapor sebagai saksi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Antar Anak Sekolah, Nyawa Guru SDN Kota Mojokerto Melayang

Pemeriksaan ini sekaligus menjadi tahapan penyidik untuk mengungkap fakta perkara yang sedang dalam penyidikan.

Sehingga, pemanggilan terlapor yang diketahui menjadi bos PT RHS, harus dilakukan. ’’Besok (hari ini) pemeriksaan akan dilakukan,’’ tuturnya.

- Advertisement -

Sebaliknya, jika pemanggilan pertama ini tak dihiraukan, akan ada panggilan kedua. ’’Selanjutnya, diikuti dengan perintah menghadirkan paksa terlapor,’’ tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Tutik Rahayu Laremba, SH, mendorong kepolisian untuk cepat menangkap pelaku yang diketahui mempunyai mufakat jahat dalam investasi bodong tersebut. ’’Khawatirnya, pelaku malah melarikan diri,’’ tuturnya.

Investasi bodong ini menyasar ratusan orang yang rata-rata merupakan eks karyawan PT Tjiwi Kimia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/