alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

KPK Kembali Dalami Kasus TPPU, Tiga Hari Jadwalkan Pemeriksaan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Mojokerto. Kali ini kedatangan lembaga antirasuah itu untuk melakukan pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 82 miliar yang menjerat mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Penyidikan dijdwalkan selama tiga hari ini dipusatkan di aula Mapolresta Mojokerto. Penyidik bakal melakukan verifikasi data aset yang sebelumnya disita KPK. Hari pertama kemarin (5/5), penyidik menggali keterangan dari sejumlah pejabat pemkab.

Namun, belum diketahui pasti siapa saja yang dimintai keterangan. ’’Agendanya masih sama. Kasus TPPU Pak MKP,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, kemarin.

Namun, Bogiek tak bisa memberi keterangan secara detail. Sebab, materi pemeriksaan sepenuhnya menjadi kewenangan KPK. Dia menegaskan, jika melihat surat peminjaman tempat pemeriksaan yang diajukan ke mapolresta, KPK diketahui hanya melangsungkan pemeriksaan selama tiga hari.

’’Mulai Selasa, Rabu, dan Kamis,’’ tandasnya. Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, pemeriksaan hari kedua, hari ini (6/5), penyidik KPK direncanakan memanggil sejumlah mantan pegawai dinas PU Bina Marga Tahun 2015.

Baca Juga :  Cetak KTP Palsu, Mengaku Anggota BIN untuk Tipu Kekasih

’’Jadi, besok (hari ini, Red) ada tiga orang. Mereka menjabat staf di DLH, Inspektorat, dan Bagian Umum,’’ ungkap sumber terpercaya itu kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Sebelumnya, MKP ditetapkan tersangka dalam kasus TPPU oleh KPK sejak 18 Desember 2018 lalu. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp 82 miliar. Angka itu sesuai dengan yang diungkapkan Plt Jubir KPK Ali Fikri pasca penahanan Zaenal Abidin pada Rabu (15/1) lalu.

Menurutnya, MKP tak selalu menerima suap oleh tangannya sendiri. Namun, ia memiliki sejumlah pintu aman yang tercatat sebagai orang kepercayaan. Mereka adalah Nono, Chondro, Lutfi, Robert alias Beta Mangku Alam. Termasuk, melalui Zaenal Abidin (mantan kepada dispendik).

Baca Juga :  Pelaku Diisolasi Dan Tak Dapat Remisi

Bahkan, selama menjabat kepala Dinas PUPR, terdeteksi dua kali Zaenal ikut menerima dua kali fee proyek. Pertama diterima dari Eryk Armando Talla, seorang kontraktor yang mendapat banyak proyek di Kabupaten Mojokerto di periode pertama MKP menjabat bupati.

Dari dana sebesar Rp 3,6 miliar yang disetorkan Eryk, Zainal menikmati Rp 1,020 miliar. Sementara, sisanya 2,5 miliar diterima langsung MKP. Diketahui, dugaan suap proyek yang diterima MKP dari rekanan ini terjadi sepanjang tahun 2011 hingga 2012.

KPK juga melakukan penelusuran aset MKP hingga ke sejumlah desa sebagai penerima Bantuan Keuangan (BK) Desa. Dalam hal ini ada tujuh yang sudah setor dokumen realisasi BK Desa.

Di antaranya, enam desa di Kecamatan Trowulan. Masing-masing Desa Jatipasar, Watesumpak, Panggih, Balongwono, Sentonorejo, dan Trowulan, serta Desa Petak di Kecamatan Pacet. (ori/ris)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Mojokerto. Kali ini kedatangan lembaga antirasuah itu untuk melakukan pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 82 miliar yang menjerat mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Penyidikan dijdwalkan selama tiga hari ini dipusatkan di aula Mapolresta Mojokerto. Penyidik bakal melakukan verifikasi data aset yang sebelumnya disita KPK. Hari pertama kemarin (5/5), penyidik menggali keterangan dari sejumlah pejabat pemkab.

Namun, belum diketahui pasti siapa saja yang dimintai keterangan. ’’Agendanya masih sama. Kasus TPPU Pak MKP,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, kemarin.

Namun, Bogiek tak bisa memberi keterangan secara detail. Sebab, materi pemeriksaan sepenuhnya menjadi kewenangan KPK. Dia menegaskan, jika melihat surat peminjaman tempat pemeriksaan yang diajukan ke mapolresta, KPK diketahui hanya melangsungkan pemeriksaan selama tiga hari.

’’Mulai Selasa, Rabu, dan Kamis,’’ tandasnya. Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, pemeriksaan hari kedua, hari ini (6/5), penyidik KPK direncanakan memanggil sejumlah mantan pegawai dinas PU Bina Marga Tahun 2015.

Baca Juga :  Pelaku Diisolasi Dan Tak Dapat Remisi

’’Jadi, besok (hari ini, Red) ada tiga orang. Mereka menjabat staf di DLH, Inspektorat, dan Bagian Umum,’’ ungkap sumber terpercaya itu kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

- Advertisement -

Sebelumnya, MKP ditetapkan tersangka dalam kasus TPPU oleh KPK sejak 18 Desember 2018 lalu. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp 82 miliar. Angka itu sesuai dengan yang diungkapkan Plt Jubir KPK Ali Fikri pasca penahanan Zaenal Abidin pada Rabu (15/1) lalu.

Menurutnya, MKP tak selalu menerima suap oleh tangannya sendiri. Namun, ia memiliki sejumlah pintu aman yang tercatat sebagai orang kepercayaan. Mereka adalah Nono, Chondro, Lutfi, Robert alias Beta Mangku Alam. Termasuk, melalui Zaenal Abidin (mantan kepada dispendik).

Baca Juga :  Korban Lapor ke Panglima TNI

Bahkan, selama menjabat kepala Dinas PUPR, terdeteksi dua kali Zaenal ikut menerima dua kali fee proyek. Pertama diterima dari Eryk Armando Talla, seorang kontraktor yang mendapat banyak proyek di Kabupaten Mojokerto di periode pertama MKP menjabat bupati.

Dari dana sebesar Rp 3,6 miliar yang disetorkan Eryk, Zainal menikmati Rp 1,020 miliar. Sementara, sisanya 2,5 miliar diterima langsung MKP. Diketahui, dugaan suap proyek yang diterima MKP dari rekanan ini terjadi sepanjang tahun 2011 hingga 2012.

KPK juga melakukan penelusuran aset MKP hingga ke sejumlah desa sebagai penerima Bantuan Keuangan (BK) Desa. Dalam hal ini ada tujuh yang sudah setor dokumen realisasi BK Desa.

Di antaranya, enam desa di Kecamatan Trowulan. Masing-masing Desa Jatipasar, Watesumpak, Panggih, Balongwono, Sentonorejo, dan Trowulan, serta Desa Petak di Kecamatan Pacet. (ori/ris)

 

Artikel Terkait

Most Read

Ratusan Sekolah Tak Bersertifikat

Target Dispendik Meleset

Hasil Karya Masih Dihargai Murah

Artikel Terbaru


/