alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Dituding Jaksa Lakukan KDRT, Kadis Perpustakaan Tak Melawan

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto, Ustadzi Rois, tak membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas tuduhan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya, Sunarti. Tudingan jaksa itu terungkap melalui surat dakwaan yang dibacakan saat sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (5/3).

Di ruang sidang Candra, JPU Kusuma Wardani, SH, membacakan sangat detail atas perilaku Rois terhadap istrinya yang dinikahi sejak 2014 silam. Di antaranya, tak memberikan nafkah lahir dan batin. ’’Terdakwa menikah dengan Sunarti pada bulan Oktober 2014 yang tercatat di KUA Kota kediri. Uang bulanan tidak diberikan. Nafkah material dan batin tidak diberikan,’’ ungkapnya.

Kusuma menambahkan, hingga tahun 2018, Sunarti yang kini bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, Madura, ini tidak diperbolehkan pulang ke Mojokerto. Itu karena Rois mengatakan jika ia hanya ingin bertemu di pengadilan. Sunarti kemudian mengajukan gugat cerai.

Baca Juga :  Jetis Paling Rawan Kejahatan

Atas perbuatannya, mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini, didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dalam pasal ini dijelaskan, setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangan dengan pidana penjara 3 tahun atau dana denda paling banyak Rp 9 juta.

Usai membacakan surat dakwaan, Ustadzi Rois, memilih tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan. ’’Kami tidak mengajukan eksepsi, tapi langsung pada pemeriksaan saksi saja,’’ kata Viera Meyrawati Ramnta, penasihat hukum Rois, usai sidang. 

Hanya saja, tatkala diminta pendapat soal pasal yang didakwakan JPU,  Viera enggan berkomentar lebih jauh. Ia mengaku, baru memberikan pendampingan hukum terhadap kliennya. ’’Saya baru saja ditunjuk (terdakwa) sebagai kuasa hukumnya. Makanya, untuk BAP (berita acara pemeriksaan) saya ajukan lagi,’’ kilahnya.

Baca Juga :  Bonceng Istri Siri, Warga Lengkong Dikeroyok

Sementara itu, dalam sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hendra Hutabarat, SH, menunda sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sebelumnya diberitakan, Ustadzi Rois ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT sejak Agustus 2019 lalu. Penetapan tersangka ini bermula dari laporan Sunarti, istri Rois, ke Polres Mojokerto awal Januari 2019.

Kepada penyidik, Sunarti mengaku, tak pernah mendapatkan nafkah lahir dan batin sejak Agustus 2018 lalu. Selain nafkah, Sunarti juga kerap tertekan dengan sikap Rois yang sangat kasar kepada dirinya. Setiap muncul persoalan di keluarganya, kalimat-kalimat tak layak kerap dilontarkan.

Di antaranya, kerap mengeluarkan ancaman cerai. Perkataan itu dianggap sangat menyiksa yang mengakibatkan tekanan mental kepada Sunarti. Tak kuat dengan kekasaran suaminya, Sunarti pun akhirnya melaporkan ke Polres Mojokerto. 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto, Ustadzi Rois, tak membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas tuduhan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya, Sunarti. Tudingan jaksa itu terungkap melalui surat dakwaan yang dibacakan saat sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (5/3).

Di ruang sidang Candra, JPU Kusuma Wardani, SH, membacakan sangat detail atas perilaku Rois terhadap istrinya yang dinikahi sejak 2014 silam. Di antaranya, tak memberikan nafkah lahir dan batin. ’’Terdakwa menikah dengan Sunarti pada bulan Oktober 2014 yang tercatat di KUA Kota kediri. Uang bulanan tidak diberikan. Nafkah material dan batin tidak diberikan,’’ ungkapnya.

Kusuma menambahkan, hingga tahun 2018, Sunarti yang kini bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, Madura, ini tidak diperbolehkan pulang ke Mojokerto. Itu karena Rois mengatakan jika ia hanya ingin bertemu di pengadilan. Sunarti kemudian mengajukan gugat cerai.

Baca Juga :  Bocah SD Dibunuh, Polisi Temukan Sejumlah Luka

Atas perbuatannya, mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini, didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dalam pasal ini dijelaskan, setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangan dengan pidana penjara 3 tahun atau dana denda paling banyak Rp 9 juta.

Usai membacakan surat dakwaan, Ustadzi Rois, memilih tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan. ’’Kami tidak mengajukan eksepsi, tapi langsung pada pemeriksaan saksi saja,’’ kata Viera Meyrawati Ramnta, penasihat hukum Rois, usai sidang. 

- Advertisement -

Hanya saja, tatkala diminta pendapat soal pasal yang didakwakan JPU,  Viera enggan berkomentar lebih jauh. Ia mengaku, baru memberikan pendampingan hukum terhadap kliennya. ’’Saya baru saja ditunjuk (terdakwa) sebagai kuasa hukumnya. Makanya, untuk BAP (berita acara pemeriksaan) saya ajukan lagi,’’ kilahnya.

Baca Juga :  Jebol Tembok, Brankas Distributor Mamin Dikuras

Sementara itu, dalam sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hendra Hutabarat, SH, menunda sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sebelumnya diberitakan, Ustadzi Rois ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT sejak Agustus 2019 lalu. Penetapan tersangka ini bermula dari laporan Sunarti, istri Rois, ke Polres Mojokerto awal Januari 2019.

Kepada penyidik, Sunarti mengaku, tak pernah mendapatkan nafkah lahir dan batin sejak Agustus 2018 lalu. Selain nafkah, Sunarti juga kerap tertekan dengan sikap Rois yang sangat kasar kepada dirinya. Setiap muncul persoalan di keluarganya, kalimat-kalimat tak layak kerap dilontarkan.

Di antaranya, kerap mengeluarkan ancaman cerai. Perkataan itu dianggap sangat menyiksa yang mengakibatkan tekanan mental kepada Sunarti. Tak kuat dengan kekasaran suaminya, Sunarti pun akhirnya melaporkan ke Polres Mojokerto. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/