alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Leher Kiri Tukang Pijat Tewas Berlubang 14 Centimeter

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus pembunuhan dan penganiayaan di panti pijat Berkah di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto terus berlanjut, Kamis (2/2) berlanjut.

Pelaku yang identitasnya masih buram ini, diduga melakukan aksinya lantaran tidak mampu membayar ongkos jasa pijit dari korban. Hingga kini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan, petugas masih melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV (closed circuit television) milik warga yang berada di sekitar lokasi dan sepanjang jalan kampung.

Hal ini, untuk mengetahui identitas dan ciri-ciri pelaku. Selain itu, jajaran Satreskrim Polres Mojokerto Kota serta Unitreskrim Polsek Jetis terus menggali keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). ”Dari pengecekan CCTV maupun keterangan dari saksi akhirnya memunculkan satu ciri pelaku. Namun demikian, identitas kendaraan pelaku masih tersamar,” ungkap Deddy kemarin.

Ciri-ciri yang didapat bahwa pelaku kabur mengendarai sepeda motor Honda Beat menggunakan celana panjang dan bertelanjang dada. Menurut dia, saat itu kemungkinan pelaku membawa celana ganti. Pasalnya, celana maupun kaus diduga milik pelaku juga ditemukan tertinggal di TKP.

Deddy menuturkan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan aksi pembunuhan dan penganiayaan ini dilatarbelakangi lantaran tidak tercapainya kesepakatan harga antara korban dan pelaku. Menurut dia, pelaku sebagai  pelanggan tidak mampu membayar biaya jasa pijat. ”Pelaku tidak melakukan pembayaran terhadap jasa terapis tersebut (korban tewas). Kemungkinan karena pelaku tidak mampu membayar. Sehingga korban meminta dengan paksa dan terjadilah  penganiayaan tersebut,” tutur dia.

Baca Juga :  Pembunuh Tukang Pijat Mlirip Terancam Hukuman Mati

Di sisi lain, lanjut Deddy, hasil autopsi jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya menunjukkan korban tewas akibat ditusuk senjata tajam (sajam). Dia mengalami luka di leher sebelah kiri sedalam 14 sentimeter (cm) hingga tembus ke tenggorokan. ”Perkiraan awal itu yang menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, hingga kini petugas juga masih menelurusi asal usul benda sajam berupa golok yang tertinggal di TKP, dan diduga dipakai pelaku untuk membunuh korban. Pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah golok tersebut dibawa pelaku atau sejak awal sudah berada di TKP.

”Keterangan para saksi di TKP, (sebelum kejadian) tidak ada sajam (senjata tajam),” tambah Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah kemarin sore. Rohmawati menyatakan, petugas masih melakukan pemprofilan terhadap pelaku. Hanya, pihaknya mengaku belum bisa menentukan orang yang dijadikan terduga  tersangka. ”Masih belum (ada terduga tersangka). Semua kemungkinan terduga kita cek dulu,” tandasnya.

Baca Juga :  Bandel, Ruko Bodong Dua Kali Disegel

Sebelumnya, insiden maut terjadi di panti pijat Berkah Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto Kamis (4/2) siang sekitar pukul 11.00. Seorang tukang pijit, Santi, 40, asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, tewas di tempat.

Sedangkan, Tatik, 48, warga Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, yang saat itu sedang mengantarkan makanan ke tempat tersebut turut menjadi korban lantaran dibacok pelaku hingga mengalami luka berat di telinga kiri. Dalam peristiwa ini pelaku menghabisi nyawa korban dengan sebilah golok. Sebelumnya, korban sempat memijit pelaku selama 15 menit.

Ketika itu, Tatik yang hendak mengantarkan makanan diminta untuk menunggu di ruang tunggu. Pasalnya, dia masih melayani tamu alias pelaku. Namun, dari dalam bilik  kamar tiba-tiba terdengar suara gaduh. Tatik mendatanginya dan menemui Santi  telah tersungkur tewas dalam kondisi setengah telanjang. Sementara itu, dia juga turun menjadi korban lantaran terkena sabetan golok di bagian telinga kiri. Setelah melakukan aksinya, dengan hanya memakai celana dalam, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat dan kabur menuju arah timur. (adi)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus pembunuhan dan penganiayaan di panti pijat Berkah di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto terus berlanjut, Kamis (2/2) berlanjut.

Pelaku yang identitasnya masih buram ini, diduga melakukan aksinya lantaran tidak mampu membayar ongkos jasa pijit dari korban. Hingga kini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan, petugas masih melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV (closed circuit television) milik warga yang berada di sekitar lokasi dan sepanjang jalan kampung.

Hal ini, untuk mengetahui identitas dan ciri-ciri pelaku. Selain itu, jajaran Satreskrim Polres Mojokerto Kota serta Unitreskrim Polsek Jetis terus menggali keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). ”Dari pengecekan CCTV maupun keterangan dari saksi akhirnya memunculkan satu ciri pelaku. Namun demikian, identitas kendaraan pelaku masih tersamar,” ungkap Deddy kemarin.

Ciri-ciri yang didapat bahwa pelaku kabur mengendarai sepeda motor Honda Beat menggunakan celana panjang dan bertelanjang dada. Menurut dia, saat itu kemungkinan pelaku membawa celana ganti. Pasalnya, celana maupun kaus diduga milik pelaku juga ditemukan tertinggal di TKP.

Deddy menuturkan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan aksi pembunuhan dan penganiayaan ini dilatarbelakangi lantaran tidak tercapainya kesepakatan harga antara korban dan pelaku. Menurut dia, pelaku sebagai  pelanggan tidak mampu membayar biaya jasa pijat. ”Pelaku tidak melakukan pembayaran terhadap jasa terapis tersebut (korban tewas). Kemungkinan karena pelaku tidak mampu membayar. Sehingga korban meminta dengan paksa dan terjadilah  penganiayaan tersebut,” tutur dia.

Baca Juga :  Pembunuh Tukang Pijat Mlirip Terancam Hukuman Mati

Di sisi lain, lanjut Deddy, hasil autopsi jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya menunjukkan korban tewas akibat ditusuk senjata tajam (sajam). Dia mengalami luka di leher sebelah kiri sedalam 14 sentimeter (cm) hingga tembus ke tenggorokan. ”Perkiraan awal itu yang menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.

- Advertisement -

Sementara itu, hingga kini petugas juga masih menelurusi asal usul benda sajam berupa golok yang tertinggal di TKP, dan diduga dipakai pelaku untuk membunuh korban. Pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah golok tersebut dibawa pelaku atau sejak awal sudah berada di TKP.

”Keterangan para saksi di TKP, (sebelum kejadian) tidak ada sajam (senjata tajam),” tambah Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah kemarin sore. Rohmawati menyatakan, petugas masih melakukan pemprofilan terhadap pelaku. Hanya, pihaknya mengaku belum bisa menentukan orang yang dijadikan terduga  tersangka. ”Masih belum (ada terduga tersangka). Semua kemungkinan terduga kita cek dulu,” tandasnya.

Baca Juga :  Dibeli Tahun 2018, Belum Sempat Ditinggali

Sebelumnya, insiden maut terjadi di panti pijat Berkah Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto Kamis (4/2) siang sekitar pukul 11.00. Seorang tukang pijit, Santi, 40, asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, tewas di tempat.

Sedangkan, Tatik, 48, warga Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, yang saat itu sedang mengantarkan makanan ke tempat tersebut turut menjadi korban lantaran dibacok pelaku hingga mengalami luka berat di telinga kiri. Dalam peristiwa ini pelaku menghabisi nyawa korban dengan sebilah golok. Sebelumnya, korban sempat memijit pelaku selama 15 menit.

Ketika itu, Tatik yang hendak mengantarkan makanan diminta untuk menunggu di ruang tunggu. Pasalnya, dia masih melayani tamu alias pelaku. Namun, dari dalam bilik  kamar tiba-tiba terdengar suara gaduh. Tatik mendatanginya dan menemui Santi  telah tersungkur tewas dalam kondisi setengah telanjang. Sementara itu, dia juga turun menjadi korban lantaran terkena sabetan golok di bagian telinga kiri. Setelah melakukan aksinya, dengan hanya memakai celana dalam, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat dan kabur menuju arah timur. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/