alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Perlu Pasang Rambu dan Pemantul Cahaya

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Median Jalan Gajah Mada menuju Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Kurangnya rambu penanda, membuat keberadaan beton yang menonjol di kedua sisi dan bagian tengah jalan samar. Akibatnya, tak sedikit pengendara yang terkecoh dan mengalami kecelakaan.

Selama Desember 2021, sedikitnya dua insiden kecelakaan di lokasi tersebut. Terakhir sebuah mobil warna putih yang menaju dari arah selatan tersangkut di media jalan sisi barat, Kamis malam (23/12). Pengendara mobil mengaku tidak menyadari keberadaan beton setinggi 10 sentimeter yang menjadi pemisah jalur menuju bawah dan masuk ke jembatan tersebut.

”Waktu itu orang Puri, dia tinggal di Blitar dan lama tidak pulang ke Mojokerto. Jadi saat lewat itu tidak sadar kalau ada median jalan,” terang Wiliam, anggota PMI Kota Mojokerto, kemarin. Menurutnya, saat itu pengemudi kurang konsentrasi sehinga mobilnya naik ke media jalan dan tersangkut.

Baca Juga :  Sisir Lokasi Nongkrong, Puluhan Motor Dikandangkan

Wiliam menyebut, di bulan yang sama, seorang pengendara motor juga mengalami kecelakaan di lokasi ini. Korban yang turun dari arah jembatan menabrak median pemisah ruas jalan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini.

Menurut dia, kondisi median jalan memang cukup samar. Pengendara yang tidak fokus rawan menabrak beton karena keberadaannya tak mudah dikenali. Terlebih para pengendara yang tak kenal medan. ”Kalau malam, sebenarnya kelihatan. Tapi, orang-orang yang pendatang kan tidak paham. Mungkin karena rambu arah jembatan juga tidak ada,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, kondisi media jalan sepanjang kurang lebih 500 meter di kedua sisi jalan dipenuhi dengan bekas benturan. Terlebih pada beton media yang berada di sisi barat. Permukaannya gopel di beberapa titik dan penuh dengan goresan kendaraan. Beton yang dicat warna biru putih ini menjadi pembatas simpang jalan menuju bawah dan masuk ke jembatan.

Baca Juga :  SPBU Mojowarno Disegel, Pengawas-Karyawan Terancam Tersangka

Rambu penanda jalan hanya ada di bagian median tengah. Lampu pemantul cahaya juga terpasang dan kerap tak nyala saat malam hari. Posisinya pun terlalu menjorok dan tak langsung bisa dikenali pengendara. Sementara itu, di bagian tepi sama sekali tak ada rambu penunjuk jalan yang mencolok.

Pihak kepolisian tak menampik jika keberadaan rambu penunjuk dibutuhkan di jalur tersebut. KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukarena menyebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas terkait guna pemasangan rambu baru.

Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan akibat menabrak median jalan. ”Kami akan sampaikan ke PU atau Dishub terkait mungkin bisa ada (pemasangan) patok rambu dan tanpa pemantul cahaya,” katanya.

Karena menyebut, keberadaan median jalan ini sebetulnya untuk mengamankan para pengguna jalan. Beton yang berada di jalur tersebut dibangun guna menghindari para pengendara yang putar balik secara sembarangan atau memotong jalan. (adi/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Median Jalan Gajah Mada menuju Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Kurangnya rambu penanda, membuat keberadaan beton yang menonjol di kedua sisi dan bagian tengah jalan samar. Akibatnya, tak sedikit pengendara yang terkecoh dan mengalami kecelakaan.

Selama Desember 2021, sedikitnya dua insiden kecelakaan di lokasi tersebut. Terakhir sebuah mobil warna putih yang menaju dari arah selatan tersangkut di media jalan sisi barat, Kamis malam (23/12). Pengendara mobil mengaku tidak menyadari keberadaan beton setinggi 10 sentimeter yang menjadi pemisah jalur menuju bawah dan masuk ke jembatan tersebut.

”Waktu itu orang Puri, dia tinggal di Blitar dan lama tidak pulang ke Mojokerto. Jadi saat lewat itu tidak sadar kalau ada median jalan,” terang Wiliam, anggota PMI Kota Mojokerto, kemarin. Menurutnya, saat itu pengemudi kurang konsentrasi sehinga mobilnya naik ke media jalan dan tersangkut.

Baca Juga :  Tak Terbukti Terlibat Pembunuhan, Sembilan Orang Dilepas

Wiliam menyebut, di bulan yang sama, seorang pengendara motor juga mengalami kecelakaan di lokasi ini. Korban yang turun dari arah jembatan menabrak median pemisah ruas jalan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini.

Menurut dia, kondisi median jalan memang cukup samar. Pengendara yang tidak fokus rawan menabrak beton karena keberadaannya tak mudah dikenali. Terlebih para pengendara yang tak kenal medan. ”Kalau malam, sebenarnya kelihatan. Tapi, orang-orang yang pendatang kan tidak paham. Mungkin karena rambu arah jembatan juga tidak ada,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, kondisi media jalan sepanjang kurang lebih 500 meter di kedua sisi jalan dipenuhi dengan bekas benturan. Terlebih pada beton media yang berada di sisi barat. Permukaannya gopel di beberapa titik dan penuh dengan goresan kendaraan. Beton yang dicat warna biru putih ini menjadi pembatas simpang jalan menuju bawah dan masuk ke jembatan.

Baca Juga :  Pemotor asal Canggu Disambar Truk, lalu Terlindas Mobil
- Advertisement -

Rambu penanda jalan hanya ada di bagian median tengah. Lampu pemantul cahaya juga terpasang dan kerap tak nyala saat malam hari. Posisinya pun terlalu menjorok dan tak langsung bisa dikenali pengendara. Sementara itu, di bagian tepi sama sekali tak ada rambu penunjuk jalan yang mencolok.

Pihak kepolisian tak menampik jika keberadaan rambu penunjuk dibutuhkan di jalur tersebut. KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukarena menyebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas terkait guna pemasangan rambu baru.

Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan akibat menabrak median jalan. ”Kami akan sampaikan ke PU atau Dishub terkait mungkin bisa ada (pemasangan) patok rambu dan tanpa pemantul cahaya,” katanya.

Karena menyebut, keberadaan median jalan ini sebetulnya untuk mengamankan para pengguna jalan. Beton yang berada di jalur tersebut dibangun guna menghindari para pengendara yang putar balik secara sembarangan atau memotong jalan. (adi/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/