alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Inspektorat Periksa Pemberi Uang

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Inspektorat Kabupaten Mojokerto memeriksa sejumlah orang atas dugaan kasus jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang. Mereka dicecar sejumlah pertanyaan untuk mengungkap kasus yang diduga melibatkan oknum ASN tersebut.

Salah satu korban dugaan kasus jual beli label honorer, Diki Ragil Setia Putra, hadir memenuhi panggilan, kemarin siang. Pria 25 tahun itu mengaku dicecar 34 pertanyaan tim pemeriksa. Sejumlah pertanyaan tersebut tak jauh dari apa yang dialaminya selama ’’bekerja” di UPT Puskesmas Gondang. ”Tadi agak lama (diperiksa), sekitar 45 menit. Ya tanya jawab gitu,” terang warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu.

Diki mengatakan, saat melawat ke gedung Inspektorat itu, dia tak menjumpai rekan senasibnya. Disinggung terkait agenda pemeriksaan lanjutan, ia tak bisa bicara banyak. ”Tadi teman-teman nggak ada. Nggak tahu lagi kalau beda (waktu). Tadi petugasnya juga nggak bilang kalau mau ada pemanggilan lagi besok-besok,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Dua Pengendara, Warga Kota Mojokerto Tewas

Slamet Sudarto, ayah Diki Ragil, yang juga sebagai pemberi uang ke oknum ASN itu mengaku turut hadir memenuhi panggilan Tim Pemeriksa dari Irban Khusus Inspektorat.

Diterangkannya, proses pemeriksaan yang dilakoninya cenderung singkat. Petugas hanya melontarkan tiga pertanyaan ke Slamet. Yakni seputar pembayaran uang Rp 30 juta yang telah diserahkan ke oknum ASN untuk memuluskan putranya jadi tenaga honorer UPT Puskesmas Gondang. ”Mungkin sekitar 10 menit. Kalau nggak salah tadi itu dikasih tiga pertanyaan. Intinya buat klarifikasi kebenaran yang ada di media saja,” bebernya.

Sementara itu, Plt Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo mengakui, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi dan korban. Hanya saja, pihaknya memilih irit bicara soal tahapan pemeriksaan tersebut. Sebab, petugas tengah melakukan sejumlah proses penyelidikan atas dugaan jual beli label honorer di lingkup puskesmas itu.

”Benar, tadi (kemarin siang) diperiksa di inspektorat,” singkatnya saat dikonfirmasi kemarin. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, salah satu Camat turut hadir di gedung Inspektorat Kabupaten Mojoerto kemarin. (vad/ron)

Baca Juga :  Kejari Usut Dana Hibah KONI Kota Mojokerto

 

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Inspektorat Kabupaten Mojokerto memeriksa sejumlah orang atas dugaan kasus jual beli label honorer di UPT Puskesmas Gondang. Mereka dicecar sejumlah pertanyaan untuk mengungkap kasus yang diduga melibatkan oknum ASN tersebut.

Salah satu korban dugaan kasus jual beli label honorer, Diki Ragil Setia Putra, hadir memenuhi panggilan, kemarin siang. Pria 25 tahun itu mengaku dicecar 34 pertanyaan tim pemeriksa. Sejumlah pertanyaan tersebut tak jauh dari apa yang dialaminya selama ’’bekerja” di UPT Puskesmas Gondang. ”Tadi agak lama (diperiksa), sekitar 45 menit. Ya tanya jawab gitu,” terang warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu.

Diki mengatakan, saat melawat ke gedung Inspektorat itu, dia tak menjumpai rekan senasibnya. Disinggung terkait agenda pemeriksaan lanjutan, ia tak bisa bicara banyak. ”Tadi teman-teman nggak ada. Nggak tahu lagi kalau beda (waktu). Tadi petugasnya juga nggak bilang kalau mau ada pemanggilan lagi besok-besok,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pecatan Buruh Ngutil 50 Botol Parfum di 9 Minimarket

Slamet Sudarto, ayah Diki Ragil, yang juga sebagai pemberi uang ke oknum ASN itu mengaku turut hadir memenuhi panggilan Tim Pemeriksa dari Irban Khusus Inspektorat.

Diterangkannya, proses pemeriksaan yang dilakoninya cenderung singkat. Petugas hanya melontarkan tiga pertanyaan ke Slamet. Yakni seputar pembayaran uang Rp 30 juta yang telah diserahkan ke oknum ASN untuk memuluskan putranya jadi tenaga honorer UPT Puskesmas Gondang. ”Mungkin sekitar 10 menit. Kalau nggak salah tadi itu dikasih tiga pertanyaan. Intinya buat klarifikasi kebenaran yang ada di media saja,” bebernya.

Sementara itu, Plt Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo mengakui, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi dan korban. Hanya saja, pihaknya memilih irit bicara soal tahapan pemeriksaan tersebut. Sebab, petugas tengah melakukan sejumlah proses penyelidikan atas dugaan jual beli label honorer di lingkup puskesmas itu.

- Advertisement -

”Benar, tadi (kemarin siang) diperiksa di inspektorat,” singkatnya saat dikonfirmasi kemarin. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, salah satu Camat turut hadir di gedung Inspektorat Kabupaten Mojoerto kemarin. (vad/ron)

Baca Juga :  Tipu Muslihat Upal Rp 18 Juta Dibongkar

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/