alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Eks Pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto Ditahan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto menahan mantan Kepala Bank Jatim Cabang Mojokerto, kemarin petang. Amirudin alias Amir diduga terlibat tindak pidana korupsi dalam penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) tahun 2013 dan 2014 silam. Akibatnya, negara dirugikan Rp 1,4 miliar.

Kepala Kejari Kota Mojokerto, Agustinus Herimulyanto mengatakan, selain eks pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto Amiruddin, penyidik juga melakukan penahanan terhadap Rizka Arifiandi alias Rizka yang menjabat penyelia, dan Iwan Sulistyono alias Iwan seorang pengusaha.

Penahanan dilakukan terhadap ketiga tersangka ini terkait dugaan pidana korupsi dalam pemberian pembiayaan kredit modal kerja. Yakni, pihak bank mencairkan ke pihak swasta. Penyidikan kasus ini berlangsung sejak enam bulan silam. ’’Dari hasil penyelidikan, telah dikumpulkan bukti-bukti oleh jaksa selaku penyidik. Berdasarkan bukti-bukti yang cukup, akhirnya penyidik menetapkan tiga tersangka. Inisial AMD, RZA, dan IWS,’’ ungkapnya.

Menurutnya, dua tersangka berstatus mantan pegawai bank BUMD dan satu lagi dari swasta. Masing-masing Amiruddin selaku mantan pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto tahun 2013-2014 yang sudah pensiun tahun 2021, Rizka Arifiandi selaku penyelia bank yang kini bertugas di Bank Jatim Cabang Sidoarjo, dan Iwan Sulistyono selaku nasabah atau Komisaris PT. Mega Cipta Selaras tahun 2014. ’’Kerugian negara berdasarkan audit BPKP perwakilan Provinsi Jatim sejumlah Rp 1,496 miliar. Uang ini sesuai hasil penyelidikan semuanya masuk ke pihak swasta,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Korban Lapor ke Panglima TNI

Modus yang dilakukan, dalam pemberian pembiayaan ini menyalahi prosedur. Ada penyimpangan-penyimpangan. Hal itu didasarkan pada pekerjaan yang diperoleh secara tidak sah. ’’Dan penyimpangan itu melibatkan pimpinan cabang, pihak penyelia, dan tentunya dengan pihak swasta,’’ jelasnya.

Pengajuan kredit ini dilakukan tersangka Iwan Sulistyono dua kali di tahun berbeda. Kali pertama, berlangsung tahun 2013. Iwan Sulistyono menggunakan CV. Dwi Dharma dengan pinjaman Rp 1,4 miliar.

Saat itu Iwan Sulistyono mendapat pekerjaan proyek embung di wilayah Malang. Namun, Agustinus menegaskan, jika Iwan Sulistyono ini bukan sebagai figur yang sah menjadi seorang penyedia. ’’Dia beli paket proyek. Pengerjaan ini yang dijadikan IWS mengajukan pembiayaan,’’ ujarnya.

Di tahun 2014, angsuran tak kunjung terbayar. Di tahun ini, Iwan Sulistyono kembali mengajukan kredit dengan nilai yang sama dengan menggunakan PT. Mega Cipta Selaras. Tujuannya, untuk menutup tunggakan.

Baca Juga :  86 Posko PPKM Mikro Diaktifkan

Disebutnya, meski masalah ini sebatas utang piutang, namun kejaksaan melihat dari unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan ketiga pelaku.

Dari modus yang diungkap penyidik, berdasarkan bukti-bukti yang cukup, penyidik berkesimpulan bahwa ada perbuatan-perbuatan yang sifatnya melawan hukum pidana. ’’Kini para tersangka kami tahan jenis Rutan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto selama 20 hari. Terhitung hari ini (kemarin) 6 hingga 25 Januari 2022,’’ tuturnya.

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat, 1, juncto pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Dikonfirmasi terpisah, Pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto Eko Yudi Prastowo mengaku tak memiliki kewenangan berkomentar. Karena, persoalan ini sudah menjadi kapasitas kantor pusat. (ori/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto menahan mantan Kepala Bank Jatim Cabang Mojokerto, kemarin petang. Amirudin alias Amir diduga terlibat tindak pidana korupsi dalam penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) tahun 2013 dan 2014 silam. Akibatnya, negara dirugikan Rp 1,4 miliar.

Kepala Kejari Kota Mojokerto, Agustinus Herimulyanto mengatakan, selain eks pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto Amiruddin, penyidik juga melakukan penahanan terhadap Rizka Arifiandi alias Rizka yang menjabat penyelia, dan Iwan Sulistyono alias Iwan seorang pengusaha.

Penahanan dilakukan terhadap ketiga tersangka ini terkait dugaan pidana korupsi dalam pemberian pembiayaan kredit modal kerja. Yakni, pihak bank mencairkan ke pihak swasta. Penyidikan kasus ini berlangsung sejak enam bulan silam. ’’Dari hasil penyelidikan, telah dikumpulkan bukti-bukti oleh jaksa selaku penyidik. Berdasarkan bukti-bukti yang cukup, akhirnya penyidik menetapkan tiga tersangka. Inisial AMD, RZA, dan IWS,’’ ungkapnya.

Menurutnya, dua tersangka berstatus mantan pegawai bank BUMD dan satu lagi dari swasta. Masing-masing Amiruddin selaku mantan pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto tahun 2013-2014 yang sudah pensiun tahun 2021, Rizka Arifiandi selaku penyelia bank yang kini bertugas di Bank Jatim Cabang Sidoarjo, dan Iwan Sulistyono selaku nasabah atau Komisaris PT. Mega Cipta Selaras tahun 2014. ’’Kerugian negara berdasarkan audit BPKP perwakilan Provinsi Jatim sejumlah Rp 1,496 miliar. Uang ini sesuai hasil penyelidikan semuanya masuk ke pihak swasta,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Tokoh Wartawan Dirikan Perusahaan Media Cetak

Modus yang dilakukan, dalam pemberian pembiayaan ini menyalahi prosedur. Ada penyimpangan-penyimpangan. Hal itu didasarkan pada pekerjaan yang diperoleh secara tidak sah. ’’Dan penyimpangan itu melibatkan pimpinan cabang, pihak penyelia, dan tentunya dengan pihak swasta,’’ jelasnya.

Pengajuan kredit ini dilakukan tersangka Iwan Sulistyono dua kali di tahun berbeda. Kali pertama, berlangsung tahun 2013. Iwan Sulistyono menggunakan CV. Dwi Dharma dengan pinjaman Rp 1,4 miliar.

- Advertisement -

Saat itu Iwan Sulistyono mendapat pekerjaan proyek embung di wilayah Malang. Namun, Agustinus menegaskan, jika Iwan Sulistyono ini bukan sebagai figur yang sah menjadi seorang penyedia. ’’Dia beli paket proyek. Pengerjaan ini yang dijadikan IWS mengajukan pembiayaan,’’ ujarnya.

Di tahun 2014, angsuran tak kunjung terbayar. Di tahun ini, Iwan Sulistyono kembali mengajukan kredit dengan nilai yang sama dengan menggunakan PT. Mega Cipta Selaras. Tujuannya, untuk menutup tunggakan.

Baca Juga :  Batu Bara Proyek, Bakar Kali Lima Warga

Disebutnya, meski masalah ini sebatas utang piutang, namun kejaksaan melihat dari unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan ketiga pelaku.

Dari modus yang diungkap penyidik, berdasarkan bukti-bukti yang cukup, penyidik berkesimpulan bahwa ada perbuatan-perbuatan yang sifatnya melawan hukum pidana. ’’Kini para tersangka kami tahan jenis Rutan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto selama 20 hari. Terhitung hari ini (kemarin) 6 hingga 25 Januari 2022,’’ tuturnya.

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat, 1, juncto pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Dikonfirmasi terpisah, Pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto Eko Yudi Prastowo mengaku tak memiliki kewenangan berkomentar. Karena, persoalan ini sudah menjadi kapasitas kantor pusat. (ori/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/