alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Eks Pejabat Bulog Rugikan Puspa Agro Rp 13 Miliar

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus yang menimpa mantan Kasi Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Subdivre Surabaya Selatan Sigit Hendro Purnomo, tak kunjung tuntas. Kemarin (4/12), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto kembali menyeret pria 35 tahun ini atas kasus ketiganya yang diduga telah melakukan penipuan sebesar Rp 13 miliar.

Korbannya adalah PT Puspa Agro Sidoarjo. Perusahaan ini telah mengalami kerugian sebesar Rp 13 miliar lebih sepanjang tahun 2017 silam setelah melakukan kerja sama dengan Bulog Subdivre Surabaya Selatan. Sigit yang mengatasnamakan Kasatker Pengadaan Bulog Subdivre Surabaya Selatan, menjalin kerja sama pengadaan beras, telur, gabah, hingga minyak goreng.

’’Jadi, total kerugian sebesar itu dilakukan bertahap setelah ada perjanjian antara Puspo Agro dengan terdakwa,’’ ungkap JPU M. Syarief Simatupang, SH, kemarin. Ia merinci, kerugian sebesar itu dimulai sejak 18 Maret-22 September 2017. Di tahun itu, Puspo Agro mengirimkan telur ke Bulog Subdivre Surabaya Selatan di gudang Bulog Jombang senilai Rp 272 juta.

Baca Juga :  Dianggap Ceroboh, Desak KPU Minta Maaf Secara Terbuka

Sementara, 10 Mei-18 Juli mengirimkan minyak goreng senilai Rp 370 juta, dan 21-27 Oktober 2017 mengirimkan gabah dan beras sebanyak 1.200 ton atau setara Rp 12,8 miliar. ’’Selama pengiriman itu, tidak ada yang terbayar,’’ jelas Syarief. Pembayaran yang macet, membuat Puspo Agro geram. Mereka pun mulai melakukan pencarian terhadap Sigit. Karena, Sigit merupakan pejabat Bulog Subdivre Surabaya Selatan yang berinisiatif dan melakukan kontrak kerja sama.

Akan tetapi, pencarian itu tak menemukan hasil. Sigit sulit ditemui. ’’Akhirnya, Puspa Agro melayangkan somasi sebanyak dua ke Bulog,’’ tambahnya. Somasi yang dilayangkan, justru membuat Puspa Agro geram. Karena, Bulog Subdivre Surabaya Selatan justru mengaku tak pernah mengetahui jenis kontrak kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang pangan itu.

Baca Juga :  Polres Gilas Seribu Botol Miras

Jengkel dengan jawaban itu, anak perusahaan PT Jatim Graha Utama (JGU) ini pun melaporkan Bulog yang berkantor di Jalan R.A. Basuni Sooko tersebut ke Polda Jatim. ’’Hari ini, berkas kita terima dan sudha P21 (lengkap),’’ jelasnya. Dalam waktu dekat, berkas Sigit akan kembali dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto untuk segera disidangkan. Sigit dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun.

Kasus ketiga yang dialami Sigit ini, akan menambah daftar panjang kasus yang telah menderanya. Pertama kali, Sigit menjalani hukuman penjara selama 5,5 tahun atas kasus penilapan dana Bulog Subdivre Surabaya Selatan senilai Rp 1,6 miliar. Sedangkan, kasus kedua, Sigit dihukum 2,5 tahun atas penipuan kerja sama pengadaan sembako senilai Rp 2,3 miliar.

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus yang menimpa mantan Kasi Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Subdivre Surabaya Selatan Sigit Hendro Purnomo, tak kunjung tuntas. Kemarin (4/12), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto kembali menyeret pria 35 tahun ini atas kasus ketiganya yang diduga telah melakukan penipuan sebesar Rp 13 miliar.

Korbannya adalah PT Puspa Agro Sidoarjo. Perusahaan ini telah mengalami kerugian sebesar Rp 13 miliar lebih sepanjang tahun 2017 silam setelah melakukan kerja sama dengan Bulog Subdivre Surabaya Selatan. Sigit yang mengatasnamakan Kasatker Pengadaan Bulog Subdivre Surabaya Selatan, menjalin kerja sama pengadaan beras, telur, gabah, hingga minyak goreng.

’’Jadi, total kerugian sebesar itu dilakukan bertahap setelah ada perjanjian antara Puspo Agro dengan terdakwa,’’ ungkap JPU M. Syarief Simatupang, SH, kemarin. Ia merinci, kerugian sebesar itu dimulai sejak 18 Maret-22 September 2017. Di tahun itu, Puspo Agro mengirimkan telur ke Bulog Subdivre Surabaya Selatan di gudang Bulog Jombang senilai Rp 272 juta.

Baca Juga :  Gelar Aksi Teatrikal, Mahasiswa Soroti Kasus NWR

Sementara, 10 Mei-18 Juli mengirimkan minyak goreng senilai Rp 370 juta, dan 21-27 Oktober 2017 mengirimkan gabah dan beras sebanyak 1.200 ton atau setara Rp 12,8 miliar. ’’Selama pengiriman itu, tidak ada yang terbayar,’’ jelas Syarief. Pembayaran yang macet, membuat Puspo Agro geram. Mereka pun mulai melakukan pencarian terhadap Sigit. Karena, Sigit merupakan pejabat Bulog Subdivre Surabaya Selatan yang berinisiatif dan melakukan kontrak kerja sama.

Akan tetapi, pencarian itu tak menemukan hasil. Sigit sulit ditemui. ’’Akhirnya, Puspa Agro melayangkan somasi sebanyak dua ke Bulog,’’ tambahnya. Somasi yang dilayangkan, justru membuat Puspa Agro geram. Karena, Bulog Subdivre Surabaya Selatan justru mengaku tak pernah mengetahui jenis kontrak kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang pangan itu.

Baca Juga :  Eks Pejabat Bulog Tilap Uang Kerjasama Puspa Agro Rp 13 Miliar

Jengkel dengan jawaban itu, anak perusahaan PT Jatim Graha Utama (JGU) ini pun melaporkan Bulog yang berkantor di Jalan R.A. Basuni Sooko tersebut ke Polda Jatim. ’’Hari ini, berkas kita terima dan sudha P21 (lengkap),’’ jelasnya. Dalam waktu dekat, berkas Sigit akan kembali dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto untuk segera disidangkan. Sigit dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun.

- Advertisement -

Kasus ketiga yang dialami Sigit ini, akan menambah daftar panjang kasus yang telah menderanya. Pertama kali, Sigit menjalani hukuman penjara selama 5,5 tahun atas kasus penilapan dana Bulog Subdivre Surabaya Selatan senilai Rp 1,6 miliar. Sedangkan, kasus kedua, Sigit dihukum 2,5 tahun atas penipuan kerja sama pengadaan sembako senilai Rp 2,3 miliar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/