alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Penipuan Lepas Segel Catut Pejabat Satpol PP Kota, Peras Korban hingga Jutaan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi penipuan mencatut pejabat Satpol PP Kota Mojokerto kian marak. Korban dijanjikan pelepasan segel bangunan asalkan mau membayar Rp 15 juta. Kasus yang mencoreng institusi penegak perda ini segera dilaporkan ke kepolisian.

Belakangan satpol PP memang getol melakukan penertiban izin mendirikan bangunan (IMB). Tempat usaha, reklame, hingga proyek gedung yang tak berizin ditindak dengan cara penyegelan. Namun, langkah penegakan perda itu menjadi celah pelaku penipuan. ”Pelaku ada yang mengatasnamakan bapak kasatpol dan saya,” beber Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Ganesh P Kresnawan, kemarin (4/8).

Pelaku beraksi dengan mengaku sebagai pejabat satpol PP. Modusnya, mereka menawarkan jasa pelepasan segel dan penuntasan perizinan kepada pemilik objek yang disegel satpol PP. Calon korban diminta sejumlah uang sebagai biaya pengurusan. ”Intinya kalau mau tidak diproses, diminta sejumlah uang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Atase Polri Peroleh Data 60 Orang WNI Disekap di Kamboja

Biaya yang ditawarkan pelaku bervariasi. Mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Para pelanggar perda itu disuruh mentransfer uang ke rekening pelaku. Maraknya modus penipuan tersebut diketahui setelah sejumlah pihak datang ke kantor satpol PP di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto untuk kroscek. ”Ketika ketemu dengan saya baru sadar kalau yang telpon bukan saya,” ujar dia.

Modus penipuan ini, lanjut Ganesh, bahkan telah memakan korban. Pemilik usaha sablon sandal jepit di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan diperas sebesar Rp 2 juta. Tempat usaha itu memang disegel satpol PP pada 18 Juli lantaran tak ber-IMB. Dua hari kemudian, pemilik dihubungi seseorang yang mengaku sebagai Sekretaris Satpol PP dan meminta uang senilai tersebut sebagai biaya pelepasan segel.

Atas maraknya kasus yang mencemarkan nama institusinya ini, Ganesh mengaku bakal segera melapor ke polisi. Pihaknya telah mengantongi bukti transfer uang, rekaman, hingga jejak pesan sebagai bekal laporan. ”Jadi kita kumpulkan semua, kalau sudah mencukupi kami laporkan. Karena ini preseden buruk ke satpol PP,” tegasnya. Laporan itu diharapkan menjadi langkah tegas untuk memberantas penipuan mengatasnamakan satpol PP.

Baca Juga :  Terancam Hukuman Maksimal

Sebab, menurut dia, langkah penertiban dengan penyegelan yang dilakukan selama ini murni karena terdapat pelanggaran. Ditegaskannya, di satpol PP tidak ada layanan pengurusan izin dengan jasa tertentu sebagaimana disebutkan pelaku penipuan. ”Ini sudah berulang kali dan marak, sehingga kami serius akan melaporkan ini ke polisi,” tandas dia.

Aksi penipuan dengan modus serupa juga pernah terjadi akhir tahun lalu. Pelaku mengatasnamakan petugas satpol PP dan meminta uang Rp 5 juta sebagai biaya pencopotan segel. Beruntung calon korban saat itu tidak sampai tergiur dengan tawaran pelaku. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi penipuan mencatut pejabat Satpol PP Kota Mojokerto kian marak. Korban dijanjikan pelepasan segel bangunan asalkan mau membayar Rp 15 juta. Kasus yang mencoreng institusi penegak perda ini segera dilaporkan ke kepolisian.

Belakangan satpol PP memang getol melakukan penertiban izin mendirikan bangunan (IMB). Tempat usaha, reklame, hingga proyek gedung yang tak berizin ditindak dengan cara penyegelan. Namun, langkah penegakan perda itu menjadi celah pelaku penipuan. ”Pelaku ada yang mengatasnamakan bapak kasatpol dan saya,” beber Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Ganesh P Kresnawan, kemarin (4/8).

Pelaku beraksi dengan mengaku sebagai pejabat satpol PP. Modusnya, mereka menawarkan jasa pelepasan segel dan penuntasan perizinan kepada pemilik objek yang disegel satpol PP. Calon korban diminta sejumlah uang sebagai biaya pengurusan. ”Intinya kalau mau tidak diproses, diminta sejumlah uang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sadio Mane Kembali Jadi Pemain Terbaik Afrika

Biaya yang ditawarkan pelaku bervariasi. Mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Para pelanggar perda itu disuruh mentransfer uang ke rekening pelaku. Maraknya modus penipuan tersebut diketahui setelah sejumlah pihak datang ke kantor satpol PP di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto untuk kroscek. ”Ketika ketemu dengan saya baru sadar kalau yang telpon bukan saya,” ujar dia.

Modus penipuan ini, lanjut Ganesh, bahkan telah memakan korban. Pemilik usaha sablon sandal jepit di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan diperas sebesar Rp 2 juta. Tempat usaha itu memang disegel satpol PP pada 18 Juli lantaran tak ber-IMB. Dua hari kemudian, pemilik dihubungi seseorang yang mengaku sebagai Sekretaris Satpol PP dan meminta uang senilai tersebut sebagai biaya pelepasan segel.

Atas maraknya kasus yang mencemarkan nama institusinya ini, Ganesh mengaku bakal segera melapor ke polisi. Pihaknya telah mengantongi bukti transfer uang, rekaman, hingga jejak pesan sebagai bekal laporan. ”Jadi kita kumpulkan semua, kalau sudah mencukupi kami laporkan. Karena ini preseden buruk ke satpol PP,” tegasnya. Laporan itu diharapkan menjadi langkah tegas untuk memberantas penipuan mengatasnamakan satpol PP.

Baca Juga :  Empat Motor Wisatawan Ngeblong di Jalur Pacet-Cangar, Mojokerto
- Advertisement -

Sebab, menurut dia, langkah penertiban dengan penyegelan yang dilakukan selama ini murni karena terdapat pelanggaran. Ditegaskannya, di satpol PP tidak ada layanan pengurusan izin dengan jasa tertentu sebagaimana disebutkan pelaku penipuan. ”Ini sudah berulang kali dan marak, sehingga kami serius akan melaporkan ini ke polisi,” tandas dia.

Aksi penipuan dengan modus serupa juga pernah terjadi akhir tahun lalu. Pelaku mengatasnamakan petugas satpol PP dan meminta uang Rp 5 juta sebagai biaya pencopotan segel. Beruntung calon korban saat itu tidak sampai tergiur dengan tawaran pelaku. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/