alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

200 Orang Terjerat Tipiring di Kota Mojokerto

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 200 orang tersandung kasus tindak pidana ringan (tipiring) selama tahun ini. Pelaku didominasi pengedar miras secara ilegal serta juru parkir (jukir) liar.

Penindakan terhadap pelaku tipiring menjadi salah satu atensi Polres Mojokerto Kota. Berdasarkan rekap hasil penindakan satsabhara periode Januari hingga Juli 2022, sebanyak 200 pelaku telah terjaring. ”Penindakan itu melalui razia rutin dan penyelidikan,” tegas Kaurtipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto, kemarin (4/8).

Para pelaku yang terjerat kasus tipiring itu meliputi 60 pengedar miras secara ilegal, 58 jukir liar, 38 pengamen, 28 pelaku tindak asusila, tujuh pengelola kos tempat asusila, lima gelandangan, dua pelaku vandalisme, seorang pemabuk, serta seorang pemilik tempat karaoke. Para pelaku ini dijerat dengan perda dan KUHP.

Baca Juga :  Tunjuk Tiga Jaksa Kawal Perkara Laka Tol Sumo di Persidangan

Suharmanto menjelaskan, sebagian besar pelaku diberi pembinaan. Hanya beberapa yang diproses hingga persidangan. Mereka adalah para pengedar miras secara ilegal yang sudah berkali-kali terjaring. ”Vonisnya maksimal denda, tidak ada yang sampai kurungan,” tandasnya.

Kasus jual beli miras secara ilegal memang mendominasi. Dari penindakan terhadap 60 orang itu, pihaknya menyita sebanyak 1.985 botol miras berbagai jenis. Miras ini didominasi arak Jawa, arak Bali, serta bir. Barang bukti tersebut disita untuk dimusnahkan. ”Pengedar miras banyak yang online dan di warung-warung. Tidak sedikit pelaku yang kami amankan masih di bawah umur sehingga kita serahkan ke dinsos untuk pembinaan,” bebernya. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 200 orang tersandung kasus tindak pidana ringan (tipiring) selama tahun ini. Pelaku didominasi pengedar miras secara ilegal serta juru parkir (jukir) liar.

Penindakan terhadap pelaku tipiring menjadi salah satu atensi Polres Mojokerto Kota. Berdasarkan rekap hasil penindakan satsabhara periode Januari hingga Juli 2022, sebanyak 200 pelaku telah terjaring. ”Penindakan itu melalui razia rutin dan penyelidikan,” tegas Kaurtipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto, kemarin (4/8).

Para pelaku yang terjerat kasus tipiring itu meliputi 60 pengedar miras secara ilegal, 58 jukir liar, 38 pengamen, 28 pelaku tindak asusila, tujuh pengelola kos tempat asusila, lima gelandangan, dua pelaku vandalisme, seorang pemabuk, serta seorang pemilik tempat karaoke. Para pelaku ini dijerat dengan perda dan KUHP.

Baca Juga :  Empat Pelajar Asal Jombang Terjaring Razia Satpol PP

Suharmanto menjelaskan, sebagian besar pelaku diberi pembinaan. Hanya beberapa yang diproses hingga persidangan. Mereka adalah para pengedar miras secara ilegal yang sudah berkali-kali terjaring. ”Vonisnya maksimal denda, tidak ada yang sampai kurungan,” tandasnya.

Kasus jual beli miras secara ilegal memang mendominasi. Dari penindakan terhadap 60 orang itu, pihaknya menyita sebanyak 1.985 botol miras berbagai jenis. Miras ini didominasi arak Jawa, arak Bali, serta bir. Barang bukti tersebut disita untuk dimusnahkan. ”Pengedar miras banyak yang online dan di warung-warung. Tidak sedikit pelaku yang kami amankan masih di bawah umur sehingga kita serahkan ke dinsos untuk pembinaan,” bebernya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/