alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Kakek Jerat Leher Sendiri, Diduga Akibat Diabetes Tak Kunjung Sembuh

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mengakhiri hidup melalui jalan pintas dilakukan seorang kakek, P, 61, asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dia ditemukan meregang nyawa dengan gantung diri di ruang dapur rumahnya.

Peritiwa ini kali pertama diketahui keluarganya sekitar pukul 04.30. Saat itu salah satu keluarga korban yang baru bangun dan hendak melaksanakan salat Subuh dikejutkan dengan posisi korban yang sudah tergantung.

’’Setelah dilaporkan ke perangkat desa dan ke mapolsek, kami langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) ke rumah korban,’’ ungkap Kanitreskrim Polsek Puri Aiptu Sutono, Kamis (4/6).

Di ruang dapur leher korban tergantung mengunakan tali rafia. ’’Kondisi korban sudah meninggal,’’ tambahnya. Hasil identifikasi kepolisian di lokasi tidak ditemukan ada tanda-tanda penganiyaan.

Baca Juga :  Tren Perceraian Melonjak

Di samping itu, keluarga korban juga sudah menyadari peristiwa tersebut bagian dari musibah. Hal itu juga dikuatkan dengan surat pernyataan yang dibuat pihak keluarga.

Sutono menegaskan, dugaan korban mengahiri hidup dengan jalan gantung diri akibat mengalami depresi setelah sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

’’Keterangan keluarga, korban sudah lama mengidap penyakit diabetes. Ditambah sudah hampir setahun lebih, mengganggur tak kerja lagi sebagai sopir di Surabaya,’’ paparnya.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, tali rafia yang digunakan korban gantung diri berikut kursi sebagai pijakan, serta pakain yang digunakan korban saat gantung diri.

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mengakhiri hidup melalui jalan pintas dilakukan seorang kakek, P, 61, asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dia ditemukan meregang nyawa dengan gantung diri di ruang dapur rumahnya.

Peritiwa ini kali pertama diketahui keluarganya sekitar pukul 04.30. Saat itu salah satu keluarga korban yang baru bangun dan hendak melaksanakan salat Subuh dikejutkan dengan posisi korban yang sudah tergantung.

’’Setelah dilaporkan ke perangkat desa dan ke mapolsek, kami langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) ke rumah korban,’’ ungkap Kanitreskrim Polsek Puri Aiptu Sutono, Kamis (4/6).

Di ruang dapur leher korban tergantung mengunakan tali rafia. ’’Kondisi korban sudah meninggal,’’ tambahnya. Hasil identifikasi kepolisian di lokasi tidak ditemukan ada tanda-tanda penganiyaan.

Baca Juga :  Tiga Kali KUA Disatroni Pencuri, Hanya Berjarak 50 Meter dari Polsek

Di samping itu, keluarga korban juga sudah menyadari peristiwa tersebut bagian dari musibah. Hal itu juga dikuatkan dengan surat pernyataan yang dibuat pihak keluarga.

Sutono menegaskan, dugaan korban mengahiri hidup dengan jalan gantung diri akibat mengalami depresi setelah sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

- Advertisement -

’’Keterangan keluarga, korban sudah lama mengidap penyakit diabetes. Ditambah sudah hampir setahun lebih, mengganggur tak kerja lagi sebagai sopir di Surabaya,’’ paparnya.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, tali rafia yang digunakan korban gantung diri berikut kursi sebagai pijakan, serta pakain yang digunakan korban saat gantung diri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/