alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Seminggu, Tiga Bocah Tenggelam

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peristiwa bocah tenggelam kembali terjadi di wilayah utara Sungai Brantas. Jumat petang (4/2), Satria Adi Wicaksono, 9, ditemukan tewas setelah dua jam terseret arus aliran Kali Anyar, Dusun Pelabuhan, Desa/Kecamatan Jetis.

Bocah asal Dusun Pecuk, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis itu diduga hanyut saat bluron bersama empat kawannya. Tiga orang temasuk Satria awalnya bermain di sungai sedangkan dua lainnya menunggu di bantaran. Sekitar pukul 14.30, empat bocah lari mendatangi warga supaya menolong Satria.

Mendapat laporan itu, warga pun langsung berdondong-bondong turun ke lokasi. ’’Bajunya masih ada, tapi anaknya ngikut arus,’’ ujar Siswandi, salah satu warga. Mereka terjun ke sungai untuk mencari keberadaan bocah yang duduk di bangku kelas III SDN Ngabar tersebut. Petugas Polsek Jetis juga datang ke lokasi.

Baca Juga :  Truk Pengangkut Uruk Seruduk Kantor Koramil, Pagar dan Gapura Ambruk

Selain kedalaman sungai yang mencapai perut orang dewasa, arus sungai yang saat itu sedang deras menjadi kendala. Setelah pencarian hingga dua jam lebih, korban akhirnya ditemukan pukul 17.40. Korban dievakuasi dalam kondisi tak bernyawa. ’’Sudah meninggal dan kondisinya telanjang dada,’’ imbuh dia.

Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno menegaskan, korban tewas akibat tenggelam. Ia terseret arus deras saat berenang di tengah sungai. ’’Awalnya mereka di pinggir, terus korban ke tengah dan ternyata deras,’’ jelasnya.

Jasad korban ditemukan berjarak sekitar 30-35 meter dari titik awal tenggelam. Tubuhnya tersangkut rimbun bambu yang hanyut di sungai. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka. Insiden ini merupakan kedua kalinya terjadi di wilayah utara Sungai Brantas dalam kurung seminggu terakhir.

Baca Juga :  Terima Putusan Pengadilan, Kades Nono Pilih Jalani Tahanan

Sebelumnya,  dua bocah tenggelam saat bermain di Sungai Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Minggu petang (30/1). Edy, 8, pelajar kelas II MI Darul Mutaalim ditemukan dalam kondisi tewas dan satu lainnya, Rico, 8, kritis. Keduanya hanyut saat bermain seluncuran di sungai. (adi/fen)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peristiwa bocah tenggelam kembali terjadi di wilayah utara Sungai Brantas. Jumat petang (4/2), Satria Adi Wicaksono, 9, ditemukan tewas setelah dua jam terseret arus aliran Kali Anyar, Dusun Pelabuhan, Desa/Kecamatan Jetis.

Bocah asal Dusun Pecuk, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis itu diduga hanyut saat bluron bersama empat kawannya. Tiga orang temasuk Satria awalnya bermain di sungai sedangkan dua lainnya menunggu di bantaran. Sekitar pukul 14.30, empat bocah lari mendatangi warga supaya menolong Satria.

Mendapat laporan itu, warga pun langsung berdondong-bondong turun ke lokasi. ’’Bajunya masih ada, tapi anaknya ngikut arus,’’ ujar Siswandi, salah satu warga. Mereka terjun ke sungai untuk mencari keberadaan bocah yang duduk di bangku kelas III SDN Ngabar tersebut. Petugas Polsek Jetis juga datang ke lokasi.

Baca Juga :  14 Tahun Edarkan Telur Infertil

Selain kedalaman sungai yang mencapai perut orang dewasa, arus sungai yang saat itu sedang deras menjadi kendala. Setelah pencarian hingga dua jam lebih, korban akhirnya ditemukan pukul 17.40. Korban dievakuasi dalam kondisi tak bernyawa. ’’Sudah meninggal dan kondisinya telanjang dada,’’ imbuh dia.

Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno menegaskan, korban tewas akibat tenggelam. Ia terseret arus deras saat berenang di tengah sungai. ’’Awalnya mereka di pinggir, terus korban ke tengah dan ternyata deras,’’ jelasnya.

Jasad korban ditemukan berjarak sekitar 30-35 meter dari titik awal tenggelam. Tubuhnya tersangkut rimbun bambu yang hanyut di sungai. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka. Insiden ini merupakan kedua kalinya terjadi di wilayah utara Sungai Brantas dalam kurung seminggu terakhir.

Baca Juga :  Polisi Seret Dua Cewek Keramas di Atas Motor ke Ranah Pidana
- Advertisement -

Sebelumnya,  dua bocah tenggelam saat bermain di Sungai Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Minggu petang (30/1). Edy, 8, pelajar kelas II MI Darul Mutaalim ditemukan dalam kondisi tewas dan satu lainnya, Rico, 8, kritis. Keduanya hanyut saat bermain seluncuran di sungai. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/