alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Hamil 7 Bulan, Dijambret, Kaki Patah

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mapolres Mojokerto mengungkap dua kasus penjambretan yang marak terjadi di Kabupaten Mojokerto akhir-akhir ini. Bahkan, salah satu pelaku tega menjambret ibu hamil (bumil) tujuh bulan hingga terjatuh dari motor. Peristiwa itu mengakibatkan korban patah kaki.

Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di mapolres guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Kasus penjambretan bumil tersebut terjadi pada 18 Desember tahun lalu sekitar pukul 14.30 WIB, di Jalan Raya Watesumpak, Kecamatan Trowulan.

Mulanya, Ningsih, 34, warga Dusun Sumbermulyo, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, tengah berkendara sendirian dari arah Jombang menuju Mojokerto.

Setibanya di timur Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), dia dipepet AP, 48, alias Gendut, warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung, yang tengah mengendarai motor Ninja bernopol K 4990 NY. ”Tiba-tiba (pelaku) menarik tas saya. Saya jatuh kaki saya patah, jadi nggak bisa apa-apa waktu itu,” ujar Ningsih yang baru hamil pertama kali itu.

Meski begitu, pelaku tetap menarik tas yang berisi beberapa aset berharga milik korban. Di antaranya, uang Rp 850 ribu, handphone (HP), KTP, dan berkas penting lainnya. ”Padahal, itu uang dari bantuan UMKM yang mau buat nyaur hutang. Dan itu uang terakhir yang saya punya pak. Saya berharap pelaku bisa diadili, kalau bisa ditembak mati,” ungkap Ningsih didampingi suaminya, di mapolres Senin (4/1) pagi.

Baca Juga :  Galian Made Kambuh Lagi, Menambang Membelah Bukit

Kini, kondisi Ningsih berangsur membaik dan tidak ada masalah dengan kandungannya yang berusia tujuh bulan itu. Dia dan suami tengah menunggu hari persalinan buah hatinya itu.  

Sementara itu, Gendut mengaku Ningsih bukanlah target incarannya. Namun, dia adalah satu-satunya korban saat itu. Dia berkilah, penjambretan tersebut merupakan aksi yang tidak direncanakan. ”Kebetulan saya lewat dari rumah kakak saya di Jombang mau ke Surabaya. Kelihatan ada tas saya jambret. Saya nggak tahu kalau ibu sedang hamil,” sebut residivis kasus curas, penipuan, serta penggelapan itu.

Gendut harus mendapat dua luka tembak di kedua kakinya lantaran melawan saat tengah diringkus polisi. Polisi turut mengamankan dua penadah barang hasil jambretan Gendut. Yakni SF, 48, dan JN, 49, yang sama-sama warga Sampang, Madura. Pelaku dijerat pasal 365 KUHP ayat 2 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun. ”Kami akan berkoordinasi dengan lintas polres di Jatim. Manakala ada TKP (tempat kejadian perkara) yang melibatkan tersangka,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Donny Alexander.

Baca Juga :  Dua Rumah Jadi Arang Akibat Bediang, Tiga Kambing di Kandang Matang

Tak hanya itu, polisi juga meringkus pencuri yang beraksi menjelang malam pergantian tahun lalu. IA, 24, alias Andrik, warga Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Dia melakukan pencurian di Jalan Raya Bangsal pukul 23.00 WIB menjelang malam tahun baru (31/12).

Andrik memepet korbannya yang tengah bersepeda dan menggondol HP dan tas korban di keranjang depan sepeda. Korban, Kasmini, 44, warga Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, tidak mengalami kekerasan apa pun. ”Pelaku berhasil dimankan 1×24 jam setelah kami melakukan pengecekan di TKP dan pelaku ini sempat terekam CCTV,” terang kapolres. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti, termasuk motor matic bernopol S 5538 RZ yang digunakan pelaku saat beraksi diamankan di mapolres. Palaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan hukuman pidana 5 tahun penjara. (vad)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mapolres Mojokerto mengungkap dua kasus penjambretan yang marak terjadi di Kabupaten Mojokerto akhir-akhir ini. Bahkan, salah satu pelaku tega menjambret ibu hamil (bumil) tujuh bulan hingga terjatuh dari motor. Peristiwa itu mengakibatkan korban patah kaki.

Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di mapolres guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Kasus penjambretan bumil tersebut terjadi pada 18 Desember tahun lalu sekitar pukul 14.30 WIB, di Jalan Raya Watesumpak, Kecamatan Trowulan.

Mulanya, Ningsih, 34, warga Dusun Sumbermulyo, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, tengah berkendara sendirian dari arah Jombang menuju Mojokerto.

Setibanya di timur Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), dia dipepet AP, 48, alias Gendut, warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung, yang tengah mengendarai motor Ninja bernopol K 4990 NY. ”Tiba-tiba (pelaku) menarik tas saya. Saya jatuh kaki saya patah, jadi nggak bisa apa-apa waktu itu,” ujar Ningsih yang baru hamil pertama kali itu.

Meski begitu, pelaku tetap menarik tas yang berisi beberapa aset berharga milik korban. Di antaranya, uang Rp 850 ribu, handphone (HP), KTP, dan berkas penting lainnya. ”Padahal, itu uang dari bantuan UMKM yang mau buat nyaur hutang. Dan itu uang terakhir yang saya punya pak. Saya berharap pelaku bisa diadili, kalau bisa ditembak mati,” ungkap Ningsih didampingi suaminya, di mapolres Senin (4/1) pagi.

Baca Juga :  Galian Made Kambuh Lagi, Menambang Membelah Bukit

Kini, kondisi Ningsih berangsur membaik dan tidak ada masalah dengan kandungannya yang berusia tujuh bulan itu. Dia dan suami tengah menunggu hari persalinan buah hatinya itu.  

- Advertisement -

Sementara itu, Gendut mengaku Ningsih bukanlah target incarannya. Namun, dia adalah satu-satunya korban saat itu. Dia berkilah, penjambretan tersebut merupakan aksi yang tidak direncanakan. ”Kebetulan saya lewat dari rumah kakak saya di Jombang mau ke Surabaya. Kelihatan ada tas saya jambret. Saya nggak tahu kalau ibu sedang hamil,” sebut residivis kasus curas, penipuan, serta penggelapan itu.

Gendut harus mendapat dua luka tembak di kedua kakinya lantaran melawan saat tengah diringkus polisi. Polisi turut mengamankan dua penadah barang hasil jambretan Gendut. Yakni SF, 48, dan JN, 49, yang sama-sama warga Sampang, Madura. Pelaku dijerat pasal 365 KUHP ayat 2 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun. ”Kami akan berkoordinasi dengan lintas polres di Jatim. Manakala ada TKP (tempat kejadian perkara) yang melibatkan tersangka,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Donny Alexander.

Baca Juga :  Dua Rumah Jadi Arang Akibat Bediang, Tiga Kambing di Kandang Matang

Tak hanya itu, polisi juga meringkus pencuri yang beraksi menjelang malam pergantian tahun lalu. IA, 24, alias Andrik, warga Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Dia melakukan pencurian di Jalan Raya Bangsal pukul 23.00 WIB menjelang malam tahun baru (31/12).

Andrik memepet korbannya yang tengah bersepeda dan menggondol HP dan tas korban di keranjang depan sepeda. Korban, Kasmini, 44, warga Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, tidak mengalami kekerasan apa pun. ”Pelaku berhasil dimankan 1×24 jam setelah kami melakukan pengecekan di TKP dan pelaku ini sempat terekam CCTV,” terang kapolres. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti, termasuk motor matic bernopol S 5538 RZ yang digunakan pelaku saat beraksi diamankan di mapolres. Palaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan hukuman pidana 5 tahun penjara. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/